Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
hari pertama menjadi istri


__ADS_3

harum pun membersihkan dirinya terdahulu, sebelum dia naik ketempat tidur


sementara Bram sudah rebahan di atas kasurnya


dia menunggu harum selesai mandi


" ayolah sayang"! mau berapa lama lagi kamu didalam sana ?" Bram berteriak tak sabar


harum tersenyum mendengar suaminya sudah tak sabar menunggu malam pertama mereka


harum keluar kamar mandi hanya mengunakan handuk kecil yang menutupi sebagian badan nya


Bram yang melihat itu langsung bangun dari tempat tidur nya


dan menghampiri harum


" kau cantik sekali sayang"! Bram langsung membopong tubuh harum keatas tempat tidur


di rebahkan nya tubuh itu, harum menatap Bram dengan malu


Bram langsung mencium bibir tipis harum


tangan nya langsung membuka handuk yang menutupi tubuh isterinya


seakan Bram tak ingin melewatkan waktu barang sedetik pun


di ciumin tubuh harum hingga wanita itu tak mampu melawan,harum hanya pasrah menerima perlakuan mesra yang memabukkan dari Bram


beberapa kecupan pun di darat kan oleh Bram di leher harum yang putih mulus itu


hingga meninggal beberapa tanda merah


malam itu Bram dan harum melakukan berkali kali kenikmatan hingga menjelang pagi


tak ada yang ingin mengganggu kedua pengantin baru itu


bahkan tadi Nico sempat datang ,tapi tuan Andika melarang Nico untuk kekamar Bram


agar Bram dan harum tak terbangun


akhirnya Nico pun pamit pergi kekantor sendiri


tuan Andika menugaskan Nico untuk mengatur acara Bram hari ini


karena kemungkinan Bram akan berangkat ke kantor agak kesiangan


jam sepuluh siang Bram baru terbangun dia melihat harum masih tergeletak di samping nya dengan senyum tipis di bibirnya


Bram menatap wajah istri nya


Bram mengusap lembut wajah harum


" i love you sayangku"! jangan pernah tinggalkan aku"!


Bram mengecup kening istrinya, sebelum dia beranjak bangun dari tempat tidur nya


harum terbangun dari tidurnya, karena mendengar suara air di kamar mandi


badan nya sakit semua


dia pun menatap jam yang ada di dinding kamar nya


" ya ampun"! harum kaget sendiri melihat jam menunjukkan angka sepuluh


dengan terburu buru harum menyiapkan baju untuk suaminya berangkat ke kantor


Bram sudah selesai mandi dan melihat harum sedang menyiapkan pakaian untuk nya


" mas "! maaf kan aku ya"! aku bangun kesiangan"! harum menatap kearah Bram dengan lesu


Bram mengecup kening istrinya


" kalau kamu masih mengantuk"! tidur lah sayang"!


Bram tersenyum mesra kepada isterinya


harum menggeleng pelan


" mas"! boleh aku kerumah mamah?"

__ADS_1


Bram menggeleng pelan


" nanti sore saja sayaang"! bareng aku ya"!


harum pun mengerti


Bram pamit berangkat ke kantor, harum mengantarkan nya hingga ke luar rumah


" mas kamu tak sarapan dulu?"


Bram menggeleng


" nanti aku sarapan di kantor saja"! kasihan Nico"!


Bram mengecup bibir harum ,lalu masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan harum


pak Mul ketua pelayan di rumah tuan Andika itu pun menghampiri harum


dengan sopan dia bertanya


sarapan apa yang harum mau


" aku minta segelas susu hangat dan roti tawar saja pak"!


pak Mul tersenyum dan berpamitan untuk menyuruh pelayan lain membawa kan pesanan nona nya


ini hari pertama harum menjadi isteri dari Bramantyo


seorang pengusaha muda yang sukses


harum tersenyum kecil


" aku seperti mimpi"! tapi nyata"!


harum berbicara sendiri


" nak"! tiba tiba tuan Andika sudah berdiri di samping harum, yang sedang sarapan


" kenapa kamu tak sarapan di dalam saja ?"


tuan Andika menatap harum lembut, karena harum sarapan di taman belakang


" papah "! harum mencium pipi tuan Adika lembut


harum mengikuti gaya Bram saat bertemu papah nya , selalu mencium pipi papah nya tanda sayang


' aku ingin disini pah"! lebih segar"!


tuan Andika mangut mangut kecil


" jika kamu perlu sesuatu "! panggil saja pak Mul"! dia ketua pelayan disini"! dia yang akan melayani kamu"!


harum tersenyum mendengar kan tuan Andika memberi tau kan semua yang ada di rumah itu


didalam hari harum berkata


" sungguh hidup di rumah ini "! seperti di istana"! semuanya serba ada"!


" kapan kalian akan bulan madu?" tuan Andika mengagetkan harum dengan pertanyaan bulan madu


karena dia dan Bram belum berbicara akan hal itu


" saya dan mas Bram belum berpikir untuk bulan madu pah"!


tuan Andika menatap tajam kearah harum


" aku sudah ingin punya cucu nak"! sebelum aku mati "! aku ingin melihat anak nya Bram"!


tuan Andika berkata tegas


hal itu seperti sebuah permintaan


selesai berbicara dengan tuan Andika harum menuju kamarnya ,dan menelpon sahabat nya Hana untuk datang ke rumah mertuanya


terdengar dari seberang sana Hana menanyakan kesehatan harum


dan Hana menyanggupi untuk datang kerumah Bram


tak berapa lama Hana pun telah tiba di rumahnya Bram

__ADS_1


di antaranya Hana kekamar nya harum


Hana memeluk sahabatnya penuh kerinduan


" ada kabar apa dari mu rum?" apakah kamu sudah akan memberikan aku keponakan?"


harum melotot dan mencubit pipi Hana


" aku ingin cepat punya anak Hana"!


tiba tiba harum berkata polos


Hana menatap tajam kearah harum


" berati kamu harus lebih giat dengan Bram"!


Hana berkata penuh semangat


" bagaimana dengan kamu anah ?" apakah sudah ada lelaki yang meluluh hati mu ?"


harum menatap curiga


Hana hanya terdiam


" seperti aku masih asyik dengan kesendirian ku rum"! Hana berkata lirih


harum merangkul sahabat nya


" jangan bicara seperti itu"! aku pun ingin cepat cepat melihat kamu menikah anah"!


Hana cemberut mendengar ucapan harum


walaupun sesungguhnya saat ini dia pun ingin seperti apa yang di bicarakan harum


Nico memberi tau kan Bram kalau hari ini dia harus ketemu sama tuan Han


salah satu kliennya dari cina


" seperti nya kamu sudah lupa dengan si Han itu Bram?'


Nico tersenyum penuh arti


masih ingat betul bagaimana tuan Han itu dulu pernah menawarkan Ade nya nona Ling untuk menjadi istri Bram


tapi pada saat itu Bram tak pernah menanggapi ucapan tuan Han


dan saat Bram menikah dengan harum pun tuan Han justeru tak tau akan hal itu


" kapan tuan Han akan tiba co?" Bram bertanya tanpa menoleh kearah Nico


mata nya sibuk melihat map merah yang ada di depan nya


" kalau tak salah lusa dia akan ke Indonesia"! dan pasti nya bersama Ade nya "! nona Ling yang cantik"!


Nico menggoda Bram


Bram hanya tersenyum tipis


" saat ini aku sudah punya istri co"! tak ada waktu kamu menggoda ku"!


Bram berbicara sambil melempar kan buku kecil kepada Nico


Nico mengambil buku kecil yang di lemparkan Bram


" coba kamu baca tulisan didalam nya co?"semoga kamu tak kaget membaca nya"!


Bram tertawa renyah


Bram cemberut saat mengenali buku kecil itu


itu adalah buku saku yang suka di bawa Nico dulu


saat Nico masih kuliah


dan disitu juga curhatan Nico saat dia sedang naksir seorang dosen cantik masih keturunan Batak


nah bersambung ya KK


di tunggu klik dan vote nya ya

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2