Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
bab(39)


__ADS_3

laila tersenyum dan menatap nico palsu dengan senyuman licik.


"kau taruh mana su nico itu?"nico palsu menuju bangun kosong di samping rumah nya.


"sebentar lagi dia akan sadar kak"!laila tersenyum dan melangkah kearah meja yang ada kopi nya.


"sudah saat nya kau menghilang dulu dek"!biar kesan nya aku menemukan nya di jalan "!bu odah menatap laila tajam.


"bukan kah orang orang juga tau nya kamu sudah mati laila?"laila terdiam lalu dia tersenyum.


"emak benar "!kalau begitu kita tidak perlu jalan kan cerita ketiga"!bu odah dan nico palsu menatap bingung.


laila menceritakan semua ide nya dan bu odah tersenyum puas dengan ide laila.


akhirnya bu odah merapihkan tempat tidurnya dan menyuruh laila untuk berbaring.


"ingat bu'"!berikan nico suntikan dosis tinggi "!agar dia tetap tertidur sampai rencana kita berhasil "bu odah dan nico palsu mengangguk pelan.


akhirnya bu odah menyuntikkan sesuatu ketujuh laila,sehingga laila pun tertidur ,kemudian bu odah membersihkan kan wajah laila dari mek up.


kini terlihat wajah laila yang pucat dan terkesan sakit.


bu odah tersenyum, menatap kearah wajah laila.


sekarang aku tinggal menyuntikkan obat tidur kepada nico,itu pikir bu odah.


nico palsu duduk di ruang tv,menatap kearah luar rumah nya.


"emak apa yang akan emak lakukan?"bu odah tersenyum


"emak mau menyuntikkan obat tidur kepada nico"!dan setelah ini kamu menggelandang lah dulu"karena emak yakin kalau bram dan yang lain nya pasti akan menuju kesinj"!nico palsu pun mengangguk pelan.


saat akan keluar dari dalam rumah nya,mata nico palsu menatap ada beberapa mobil yang menuju kearah rumah nya.

__ADS_1


bu odah yang melihat itu langsung menyuruh nico pergi lewat pintu belakang.


"cepat nico kamu pergi kerumah kosong itu"!lewat pintu belakang "!dan kamu suntikan obat tidur ini kepada nico"!diam lah kamu disana beberapa saya"nico pun mengangguk pelan.


tak berapa lama pintu rumah bu odah ada yang mengantuk nya dari luar,terdengar suara sahutan dari dalam.


"siapa?"bu odah pura pura tidak tau kalau itu adalah bram dan harum.


"saya bu"!tak lama pintu pun di buka oleh bu odah,bu odah langsung memainkan sandiwara nya.


dia langsung menangis dan menampakkan wajah sedih nya.


harum menatap tajam wajah bu odah dengan tatapan mata bingung.


"ada apa bi?"bu odah memeluk harum,dan mengajak nya masuk untuk duduk di ruang tamu rumahnya.


bram dan yang lain nya mengikuti harum.


"ada apa bi?"bu odah mulai mengarang cerita dan harum nampaknya mulai termakan dengan cerita palsu bu odah.


"ada sesorang wanita yang mengantarkan laila ke rumah pak kuwu nak"!harum meremas tangan bram.


"lalu saat ini bagaimana keadaan laila bu?"bram terlihat amat cemas.


bu odah menatap bram.


lalu dalam hati nya bu odah tersenyum, melihat bram masih menyayangi laila.


bu odah mengajak bram dan harum untuk masuk kedalam kamar laila.


dan bram menatap wajah laila yang begitu pucat.


berlahan bram mendekati laila,menatap wajah laila dan tanpa sadar air mata bram menetes.

__ADS_1


harum menatap bram dengan tatapan bercampur aduk.


"bangun lah laila,kasihan putri anak mu"!bram memegang tangan laila, dan bram masih melihat cincin kawin di jari laila.


bram merasa bersalah dengan laila, karena mungkin waktu itu laila kena kecelakaan karena ulah nya.


harum mendekati bram dan memegang pundak bram.


"bram"!bram terdiam dia masih menatap laila yang terlihat diam dengan wajah pucat nya.


"rum bisa kah kamu tinggal kan aku dulu disini"harum mengangguk pelan, dan meninggalkan bram seorang diri di kamar laila.


walaupun hati harum merasa tak enak.


setelah melihat keadaan ibu laila seperti itu hana dan bray merasa bersalah, telah menuduh bu odah dan laila sebagai dalang kejahatan itu.


orang tua nico minta di antar kan pulang karena dia merasa perlu melaporkan kehilangan nico dari rumah sakit.


setelah berpamitan kepada bu odah,orang tua nico pun pamit pulang.


tinggal lah harum dan hana berserta putri dan andika kecil.


"harum biar kan putri dan andika tidur sama bibi ya"harum mengangguk pelan.


sementara itu bram masih didalam kamar laila.


di kecup nya kening laila dengan lembut.


"Kamu masih terlihat cantik laila"!mesti pun kamu tertidur tak sadar kan diri"!laila yang mendengar ucapan bram merasa senang.


"bangun lah sayang "!setidaknya ini demi aku"!bram menggecup tangan laila mesra.


bram tidak ingin meninggalkan laila sendirian di dalam kamar itu sendiri.

__ADS_1


bersambung kk


__ADS_2