Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
bab(3)


__ADS_3

tuan Andika menatap Nico penuh kekecewaan.


"apakah Bram sudah tau tentang kehamilan harum?" Nico mengganguk pelan.


"lalu bagaimana tanggapan dia?" Nico menceritakan semuanya,bahwa harum tak mau balik lagi ke Bram ,jika Bram masih bersama Laila.


tuan Andika menarik nafas panjang,dia tau Bram tak akan meninggalkan Laila, karena dia dengan Laila saat ini telah mempunyai anak dua.


sementara itu harum sudah mulai pakai baju hamil, karena perutnya sudah tidak bisa di paksa memakai pakaian kantor.


Bray yang selalu menjemput harum, untuk pulang dan pergi nya dari kantor.


" tuhan kenapa aku begitu mencintai wanita hamil ini"! bahkan aku rela menerima anak nya menjadi anak ku"! batin Bray berbicara sendiri, saat menatap harum dari samping.


"maaf rum "! sudah berapa bulan kehamilan mu ini?" harum tersenyum manis.


"sudah masuk bulan ke lima Bray"! dan aku sudah mulai mudah lelah dan berkeringat terus"! Bray tersenyum menatap senyum manis milik harum.


tak berapa lama mereka pun sudah sampai di kantor,saat akan melangkah harum melihat Bram dan Laila sedang berjalan kearah kantor mereka juga.


Laila berdandan seksi seperti artis.


mereka pun saling bertatapan saat naik keatas tangga kantor.

__ADS_1


"wah sudah besar juga ya kehamilan kamu mba"! harum tersenyum, menatap kearah Laila yang begitu cantik berdiri disampingnya Bram.


"sudah berapa bulan kehamilan mu mba harum"! wajah Laila terlihat agak tak suka dengan tatapan mata Bram kepada harum.


"saat ini sudah masuk bulan ke lima"! waduh sudah dikit lagi ya"! ngomong ngomong sudah ada calon bapak nya belum mba?'karuan pertanyaan Laila membuat kaget harum dan Bram.


"apa maksud kamu bicara seperti itu Laila?"harum menatap Laila .


Laila tersenyum licik.


"maksudnya aku baik kok mba"! karena seorang anak itu butuh nama bapak loh"jadi aku saran kan mba segera menikah dengan Nico"! agar anak itu segera mempunyai bapak"Bram menarik tangan Laila untuk menjauh dari harum.


"kamu kenapa si sayang?" kok bicara kaya gitu Ama harum"! Laila tersenyum licik.


"ayokk lah sayang"! kita kesini kan karena kamu ingin melihat kantor kita"! Laila tersenyum manja.


"ya mas"! aku lupa"! maaf ya mas"! Laila mencium bibir Bram mesra.


harum yang melihat pemandangan itu merasa sakit hati.


Bray segera menarik tangan harum untuk pergi meninggalkan tempat itu.


"kamu tidak apa apa kan rum?" harum menggeleng pelan.

__ADS_1


"kamu tidak boleh banyak pikiran ya"kasihan anak kamu yang masih di dalam perut.


harum mengganguk pelan.


Nico menelpon Bram bahwa klien nya yang dari Jepang , menginginkan Bram dan harum untuk hadir di peresmian kantor cabang mereka yang berada di luar kota.


selesai berbicara mata Laila menatap tajam kearah Bram.


"sepertinya penting ya mas?" Bram mengganguk pelan.


"ada apa mas?" Bram menceritakan apa yang tadi di bicarakan nya dengan Nico.


tatapan mata Laila sangat curiga.


"mas aku gak mau ya kamu macam macam"atau kamu akan kehilangan anak anak mu"! Bram terdiam.


"aku tak akan biarkan kamu berangkat cuma berdua mas"! aku ikut"! Bram kaget mendengar Laila ingin ikut.


"sayang"! ini tuh urusan pekerjaan yank"aku harap kamu paham"! Laila menggeleng.


"aku tak akan pernah paham mas"! jika kamu pergi nya cuma berdua"! Bram terdiam tak bisa bicara lagi.


bersambung kk

__ADS_1


__ADS_2