Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
kau ku ijin kan


__ADS_3

Nico menatap Hana Yang tersenyum simpul.


" Hana" jika aku sering main kerumah kamu apa ada yang marah?" Nico memastikan.


Hana tertunduk malu, kepalanya menggeleng.


" kamu serius"! Nico meyakinkan, Hana mengangguk pasti.


Nico tak berani bicara kalau itu adalah cinta, karena dia belum tau perasaan Hana terhadap nya.


sementara itu Bram akan berangkat esok hari bersama vino.


di tatapnya wajah harum tanpa berkedip, ia ingin pastikan , apakah ada keraguan didalam mata harum.


mata itu seperti telaga yang tenang , dan itu membuat Bram tak tega, untuk menyakiti hati nya.


" sayang" aku tak akan melakukan nikah kontrak ini" aku tak mau kamu terluka"! Bram membelai isterinya lembut.


harum menatap nya , di tarik nya hidung Bram yang Bangir itu.


" kamu jangan bodoh Bram"! aku sangat menginginkan seorang anak"! jadi tak usah kamu ragu akan itu"! harum menutupi kegelisahan hati nya.


dia mesti kuat dan bisa memberikan keyakinan , untuk Bram.


" kenapa kamu selalu memaksa ku sayang"! sedangkan aku tau" kau begitu mencintai aku"! Bram menatap dalam wajah harum.


harum tersebut manis.


" dan kamu pun harus tau tuan Bram" rumah besar ini" butuh tangis dan tawa seorang anak"! lagi lagi harum berbohong dengan hati nya.


Bram mengecup kening istrinya.


" baik lah " besok aku dan vino akan pergi ke kota itu" dan aku harap kamu tak bohong dengan rasa mu sayang"! Bram mencium pipi harum lembut.


malam itu Bram cepat sekali tertidur, berbeda dengan harum, dan mengigit bibirnya sendiri, dan esok Bram akan mencari wanita lain. batin harum.


wanita itu , akan tidur dengan suami ku, harum tak kuat rasa nya,


pagi itu Nico sudah sampai di rumahnya tuan Andika, seperti yang di perintahkan oleh Bram.


Nico mesti bermain sandiwara di depan papah nya.


" kau akan kemana nak?" tuan Andika heran melihat Nico membawa tas milik Bram.


Nico tersenyum santai, di sapa nya tuan Andika.

__ADS_1


dan dia pun duduk menemani nya


" saya dan Bram mau keluar kota pah" ada urusan kantor disana" Nico berbohong.


tuan Andika menatap Nico tajam, seperti itu lah tuan Andika, selalu ingin tau apa kah orang itu Jujur atau bohong.


" berapa hari kalian disana?" lagi lagi tuan Andika membuka omongan.


" cuma tiga hari pah"! Nico tersenyum manis.


" hati hati kamu" ingat Bram sudah punya istri"! tuan Andika mengingat kan.


Nico sesungguhnya malas kalau berbohong dengan orang tua satu ini, matanya seakan mampu membunuh nya.


Bram pun datang bersama harum, Bram mencium pipi papahnya.


" pah Bram titip harum"! Bram menatap sedu kearah harum, karena mulai saat ini dia akan mengkhianati perkawinan mereka.


harum paham tatapan mata suaminya, dan cepat , harum mencium pipi Bram dan menyuruhnya untuk segera berangkat.


sepanjang perjalanan didalam mobil, entah mengapa hati Bram yang sakit, karena dia akan jadi seorang penghianat.


" apa kah keputusan mu sudah pas Bram?" Nico mengangetkan Bram yang sedang melamun.


Nico cukup paham maksudnya harum, dan dia pun cuma mengangguk lemah.


sampai di simpang jalan mobil Bram berhenti, karena disana sudah berdiri vino.


akhirnya ketiga orang itu pun menuju kota tersebut.


mobil melaju dengan cepat membelah ibu kota menuju keluar kota, udara pun mulai berganti, dari panas ke sejuk.


mobil berhenti di sebuah rumah milik sahabat vino ,yang sudah di sewa selama mereka disana.


" nah ini rumah yang akan kita tinggalkan" dan sore ini kita akan kerumah nya kepala kampung disini"! vino menjelaskan.


" kalau begitu aku mandi dulu ya"! Nico langsung memilih kamar untuk nya.


sementara Bram dan vino masih asyik berbicara.


tak lama kemudian seorang lelaki paruh baya datang, menghampiri mereka berdua.


vino tersenyum, seperti nya vino sudah mengenal orang tersebut.


" selamat sore tuan"! sapa lelaki itu ramah.

__ADS_1


" sore juga pak" bagaimana pak soal yang kemaren?"saya bicarakan sama bapak"! vino menatap bapak itu dengan ramah.


si bapak itu yang kita ketahui adalah pemilik vila , tersenyum ramah.


" ada tuan" saya sudah bicara sama pak Adi" dia adalah penghulu untuk masalah kawin kontrak tuan"? si bapak itu menjelaskan.


vino manggut-manggut .


" lalu dengan wanita yang gimana pak?" vino bertanya lagi"! si bapak itu tertawa.


" semua itu ada di pak Adi"! ayo kalau tuan mau kesana"! si bapak mengajak mereka bertiga menuju rumah pak Adi.


Yang jarak nya tidak begitu jauh dari vila itu.


sampai lah mereka di rumah yang lumayan besar , untuk ukuran orang kampung.


disana sudah menunggu seorang lelaki tua dengan senyum ramah nya.


" ayoo silahkan masuk tuan"! pak Adi menyuruh tamunya untuk masuk kedalam rumahnya.


pak Adi menatap satu persatu wajah tamunya, semuanya tampan dan gagah .


tapi mata nya menatap lama kearah Bram, lelaki yang paling manis itu.


Bram tersenyum ramah kepada pak Adi, dan mengangguk kan kepala nya.


" maaf tuan yang mana yang mau nikah kontrak?" pak Adi bertanya hati hati.


vino pun menuju kearah Bram , yang terdiam.


pak Adi tak percaya , orang setampan Bram mau kawin kontrak.


Bram menjelaskan semuanya tentang dirinya dan istrinya.


pak Adi mangut mangut, tanda paham.


" ya gini aja ya tuan"! silahkan nanti tuan pilih saja "wanita yang cocok untuk tuan nikahin secara kontrak"! pak Adi pun mohon ijin untuk memanggil wanita yang akan di pilih oleh Bram.


hati Bram dah Dig dug, dia takut dan cemas.


bagaimana dengan harum disana.


tunggu kelanjutannya ya KK.


jangan lupa kliknya

__ADS_1


__ADS_2