
tiba tiba harum merasa ada yang jangan dengan wajah bu odah, dan harum mencoba mengingat semua angota keluarga laila.
karena sewaktu dulu harum bertemu dengan bu odah pertama kali nya,dia melihat adek nya laila.
tapi kenapa sejak kematian laila,adek nya tidak pernah terlihat.
bahkan bu odah terkesan hidup sendiri.
harum duduk di beranda rumah bu odah, tiba tiba telinganya mendengar sesuatu daro rumah kosong di sebelah rumah bu odah.
harum sangat penasaran, tapi sejujurnya dia pun takut untuk memeriksa nya seorang diri.
harum mengajak hana untuk memastikan ada apa di rumah kosong itu.
hana yang mendengar keinginan harum merasa heran.
"kamu jangan aneh rum"!itu rumah kosong rum"sudah pasti tidak ada apa apa nya"!hana mencoba meyakinkan harum.
harum terdiam sesaat tapi harum kembali ingin melihat rumah itu.
"nah sebentar saja"!entah kenapa aku merasa ada yang aneh dengan rumah itu "!hana pun akhirnya tak bisa menolak keinginan harum.
dengan pelan pelan harum dan hana keluar dari rumah bu odah.
rumah itu terlihat sangat sepi, tak ada tanda tanda ada manusia didalam rumah itu.
tapi harum tetap berkeinginan untuk masuk kedalam rumah itu.
dengan hati hati harum membuka pintu rumah kosong itu.
dengan pelan harum dan hana saling bergandengan untuk masuk.
"jangan kamu menyalah kan hp nah"!hana mengganguk pelan .
sangat hana dan harum mulai melangkah lebih masuk,harum mendengar suara sangat pelan,dari dalam kamar rumah itu.
__ADS_1
hana memegang erat tangan harum, entah mengapa dia hampir lari kalau tidak tangan nya di tahan oleh harum.
"apakah mereka sudah tidur mak?"terdengar suara seorang lelaki berbicara sangat pelan.
"emak rasa sudah "!karena tadi sewaktu emak ke ruang tv"!sudah tidak ada mereka "!suara bu odah.
harum merasa kaget ,dengan siapa bu odah berbicara.
"bagaimana dengan si bram mak?"bu odah terdengar tertawa pelan.
"dia itu lelaki bodoh"!saat ini dia sedang menjaga kk kamu tuh "!padahal laila tidak apa apa"!dia sampai menangis seperti itu"!dan mungkin untuk kedua kali nya si harum itu akan di hianatin lagi "!harum merasa sakit mendengar ucapan bu odah tadi.
tapi harum mencoba kuat.
"bagaimana dengan nico?" apa kah dia sudah sadar?"bu odah bertanya lagi.
"belum mak"!kemungkinan kalau gak kita kasih dia obat tidur"!mungkin tadi dia sudah sadar "!hana yang mendengar itu merasa sakit.
hana membisikkan ke telinga harum,untuk merekam semua pembicaraan mereka berdua.
kalau dia merekam dia mesti menyalah kan hp nya,itu pasti akan ketahuan.
hana pun akhirnya sadar.
tak berapa lama bu odah keluar dari rumah itu,dan tinggal lah adek nya laila seorang diri.
harum dan odah mulai menyusun rencana.
hana berjalan kedalam kamar itu.
dan adek nya laila mengira itu adalah emak nya, karena suasana yang gelap.
hana yang memang pintar meniru kan suara orang lain,akhirnya meniru kan suara bu odah.
"kenapa emak balik lagi?"adek nya laila bertanya sambil tiduran.
__ADS_1
"suntikan obat tidur itu kamu taruh mana?"hana pura pura jadi bu odah.
adek nya laila pun memberikan suntikan itu kepada hana, dan dengan cepat hana membalikkan badan dan menusuk kan harum suntik itu kearah tangan adek nya laila.
sehingga sehingga semua obat tidur itu di suntikan ke tangan adek nya laila.
tak tunggu lama adek nya laila jatuh tertidur.
harum dan laila membuka kan ikatan di tubuh nico asli dan mengikat nya ke tubuh adek nya laila..
"sekarang kita tlp pak polisi aja rum"!biar semua urusan ini bisa selesai "!harum pun setuju, karena dia sudah merasa sakit hati terhadap laila.
yang selalu ingin menghancurkan rumah tangga nya.
selesai menelpon polisi hana dan harum tersenyum.
"hana jangan kau bicara apa pun kepada bram"seperti nya aku merasa sakit hati "!hana terdiam dengan ucapan harum.
"dia selalu menghianati aku nah"!janji yang dia ucapkan hanya kepalsuan buat aku"!harum menangis pilu.
hana memeluk sahabat nya erat.
"kau wanita yang kuat rum "!tak semua wanita bisa menerima suami nyang sudah menghianati ya"harum menangis sambil memeluk hana.
tak berapa lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumahnya bu odah.
harum dan hana segera keluar dari dalam rumah kosong itu.
bu odah tampak kaget melihat hana dan harum keluar dari rumah kosong itu.
bu odah segera mendekati harum dan pura pura kaget kepada hana dan harum.
"dari mana kamu harum?"andika mencari kan kamu"tapi belum harum melangkah masuk,seorang polisi menahan langkah harum.
"maaf nyonya tadi ada yang menelpon saya"bahwa ada kejahatan do rumah ini"!bu odah terlihat pucat.
__ADS_1
bersambung kk