
Hana dan Bray berkumpul dan mereka pun ikut tertawa.
harum sadar pada saat ini mungkin dia telah mematahkan satu hati.
Bu Wati mendekati harum dan membisikkan sesuatu,lalu harum mohon pamit dari mereka semua.
sesampainya di satu ruangan,disana telah menunggu satu orang pria yang membawa kado besar untuk nya.
harum menatap lelaki itu tajam.
"kau"! hanya kata itu yang bisa harum ucapan, selebihnya air mata harum telah menetes membasahi pipinya.
"ya rum ini aku"! aku hanya ingin mengucapkan selamat buat kamu"! satu kali lagi aku gagal menjadi pendamping hidup kamu"! lelaki itu tersenyum kecut.
"bukan kah kau pun telah menikah Leo?" Leo adalah kekasih harum sejak mereka sama sama kuliah dulu,bahkan harum dan leo sempat ingin menikah bersama Leo.
tapi karena perbedaan agama membuat mereka tak bisa bersatu,pada waktu itu pak Gatot tidak mau kalau harum menikah dengan Leo, karena takut harum terbawa keagamaan Leo.
padahal waktu itu leo sampai bersumpah kalau dia tidak akan mempermasalahkan soal agama harum yang muslim.
akhirnya harum yang mengkhianati leo menikah dengan Bram.
"aku pernah menikah rum"! tapi isteri ku meninggal karena melahirkan anak kami"harum kaget,dan turut berduka.
"terimakasih kamu masih mau hadir di acara pernikahan ku Leo"! leo mengganguk pelan.
"semoga kamu selalu bahagia ya rum"! harum terdiam tak mampu berbicara.
__ADS_1
tiba tiba Hana hadir disitu,dan Hana kaget melihat Leo ada di situ.
karena Leo juga teman kuliah Hana juga.
"hai kamu Leo kan?" leo tersenyum kearah hana.
"ya ini aku Hana"! apa kabarnya kamu nah?"Hana tersenyum manis.
"ayokk leo kita bergabung dengan suaminya harum disana"! Leo pun menurut apa kata Hana.
Bram menatap tajam kedatangan Leo dan harum serta Hana.
leo menghampiri Bram dan menjabat tangan Bram.
"terimakasih ya udh datang di acara pernikahan kami"! leo tersenyum.
"semoga semakin bahagia ya"! Bram tersenyum kearah leo.
Laila pun melirik leo ,dan hal itu membuat Nico cemburu.
Laila paham dengan tatapan mata Nico ,dan mencoba bersikap biasa.
"Laila"! tolong jaga tatapan matamu"!Laila tersenyum,dan menggenggam tangan Nico erat.
akhirnya acara harum dan Bram pun telah berakhir.
harum pulang bersama Bram dan Bu Wati serta Andika kecil.
__ADS_1
didalam perjalanan pulang itu Bram menggenggam tangan harum erat.
sementara itu Laila dan Nico telah tiba di rumahnya Laila.
dan Bu Odah menyambut kedatangan mereka dengan senyum manis.
"Bu boleh saya bicara dengan ibu"! Bu Odah mengganguk setuju.
"ada apa nak Nico?" Nico duduk di teras depan rumah Laila, sedang kan Laila membawa sila masuk kedalam rumahnya.
"Bu saya mau menikahi Laila Minggu depan"bagaimana dengan menurut ibu?"Bu Odah tersenyum senang.
"ibu setuju saja nak"! jika kalian ingin menikah Minggu depan"! ibu rasa itu lebih baik"Nico pun menetuh kan tgl nya hari pernikahan mereka.
Laila mencium sila dan menatap foto Bram yang masih ada di dalam kamar nya.
"mas"! mungkin ini hari terakhir foto kamu ada dikamar ku"! aku rela mas dan ikhlas"jika kamu saat ini bahagia bersama dengan harum"!air mata Laila menetes di pipinya.
"semoga aku bisa mencintai Nico"! walaupun begitu sulit untuk melupakan Bram"! Bu Odah masuk kedalam kamar Laila.
dan menatap tajam kearah Laila yang sedang menatap foto Bram.
"kamu masih saja memikirkan suami orang Laila"! padahal Minggu besok kamu sudah akan menjadi istri orang lain"! Laila menangis memeluk Bu Odah.
"maaf kan Laila Bu"! Laila masih sulit untuk melupakan mas Bram"! Bu Odah mengelus rambut Laila yang panjang.
"kamu harus bisa Laila"! saat ini kamu telah memiliki lelaki yang mencintai mu dengan tulus"! cintai lah nak Nico Laila"! Laila mengganguk pelan.
__ADS_1
"ya Bu "! aku akan berusaha"! Bu Odah tersenyum senang.
bersambung kk