Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
bab(4)


__ADS_3

Laila menatap kearah ruangan harum dia melihat harum dan Bray sedang tertawa bareng.


"kamu lihat mba harum"! dia begitu bahagia tertawa dengan rekan kerja nya"! jadi untuk apa juga kamu masih saja berusaha ingin kembali sama dia"! Bram kaget mendengar ucapan Laila yang tau apa yang sedang dia pikirkan.


Laila menatap tajam kearah Bram yang sedang duduk di kursi kerja nya.


"mungkin kamu lupa mas"! aku tidak akan lupa"! kamu menyuruh ku hamil lagi anak kita yang kedua kemaren itu"! dan kamu berjanji untuk menikahi aku"! karena aku gak mau kalau anak aku tidak punya status di keluarga kamu"! Bram tersenyum.


"sayang aku gak akan lupa kok akan hal itu"dan aku harap kamu yakin ya Ama aku"kita gak usah bahas masalah harum lagi lah"jika itu hanya membuat kita ribut"! Laila terdiam.


pintu ruangan ada yang menyentuh nya.


Bram mempersilahkan orang itu masuk.


tak berapa lama Nico pun masuk kedalam ruangannya.


"bagaimana Bram kamu bisa datang gak ke acara kantor kita"!Bram mengganguk pelan.


"apakah Laila akan ikut juga?"Laila tersenyum dan menatap Bram.


"ya Nic"! biarkan dia ikut"! sekalian kami jalan jalan"! Nico tersenyum.


"baik lah"! aku akan siap kan segala keperluan nya.


tiba tiba hp Bram berbunyi dan itu tlp dari tuan Andika.


segera Bram mengangkat nya.


"ya pah"! Bram menjawab tlp


"Bram "! papah mau bicara sama kamu "penting"! Bram terdiam menatap kearah Nico.


"tapi pah"! aku dan harum serta Nico saat ini akan pergi kekantor cabang pah"! klien kita ingin kita hadir di acara peresmian kantor cabang itu"! tuan Andika terdengar menghela nafasnya.


"baik lah papah akan tunggu sampai kamu balik ke rumah"! Bram tersenyum.

__ADS_1


"baik pah"! Bram menutup telponnya,Laila menatap curiga.


"ada apa dengan papah mas?" Bram tersenyum.


"tidak ada apa apa"! papah cuma ingin bicara sama aku aja"! Nico yang sudah tau akan kemana pembicaraan tuan Andika itu,cuma diam.


pura pura tak tau apa yang akan di bicarakan nya.


Nico pamit untuk keruangan harum dan memberi tahukan harum tentang keberangkatan nya siang ini juga.


harum yang mendengar semua nya dari nico tampak bingung.


"haduuh Nic"! Napa gak bilang dari tadi sii"! saya kan belum ganti pakaian"! Bray tersenyum.


"kamu pakaian baju itu saja sudah cantik rum"harum tersipu, pipinya merah semua.


"tenang saja rum"! kita bisa cari pakaian untuk kamu nanti di jalan ya"! harum mengganguk pelan.


"aku akan hubungi mamah dulu ya"! karena aku mesti tau orang rumah agar tak cemas Ama aku"! Nico paham.


siang itu juga harum Bram dan Laila serta Nico berangkat menuju keluar kota.


harum teringat sewaktu Laila masih jadi istri kontrak Bram.


dia pun saat itu hamil lima bulan,sama dengan harum saat ini.


harum mengigit bibir nya ingat akan hal itu, ternyata kehidupan itu begitu rumit dan penuh misteri.


harum menatap keluar jendela pesawat,awan putih terlihat begitu mempesona.


sungguh luar biasa ciptaan Tuhan ini.


Nico yang duduk tak jauh dari harum menatap harum penuh rasa kasih.


semua gerak gerik Nico Laila perhatikan,entah mengapa Laila pun ada rasa cemburu.

__ADS_1


dulu perhatian Nico itu utuh untuk Laila.


"sayang sebentar lagi kita akan sampai"! Bram mengganguk dan menggenggam tangan Laila,harum menatap nya dengan perasaan sakit.


sampai lah mereka di kota yang di tuju,jarak dari bandara itu untuk kekota nya lumayan jauh juga.


jadi Bram dan rombongannya telah di siap kan mobil kantor.


saat akan masuk kedalam mobilnya,Bram tak sadar menarik tangan harum untuk masuk kedalam mobilnya, karena gerimis.


Laila menatap penuh marah.


"kenapa kamu menarik tangan harum mas?"apakah kamu masih perhatian dengan dia"! Laila cekcok mulut di chat dengan Bram.


sementara harum merasa dingin di tubuhnya, karena tadi sempat kena air hujan.


melihat hal itu Nico membuka jas nya untuk harum pakai.


"pakailah ini rum"! kamu jangan menolak"! tangan mu dingin sekali"! tiba tiba ada pemberitahuan, kalau akan hujan berserta angin.


Bram menyuruh supirnya untuk menjalankan mobilnya lebih cepat lagi.


mobil pun melaju dengan cepat membela hujan,tiba tiba mobil berhenti di tengah jalan.


Bram penasaran.


"ada apa ?" kenapa berhenti?" supir itu menjelaskan kalau ada pohon besar yang tumbang di tengah jalan,jadi mobilnya tak bisa jalan.


Bram menatap kearah luar dan benar saja, sebuah pohon besar menghalangi mobil mereka.


"lalu bagaimana ini?" Bram bertanya pada supir itu.


"sabar tuan"! tunggu hujan nya redah nanti akan ada yang menggotong nya tuan"! Bram terdiam.


sementara itu harum mulai mengantuk,dia pun tertidur di pundak Nico.

__ADS_1


bersambung kk


__ADS_2