Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
bab(16)


__ADS_3

Bram memeluk harum di dalam kamar nya,harum terdiam dan membiarkan Bram menciumi nya.


"sayang"! kenapa kamu begitu dingin dengan ku?" dan sikap ini yang tidak aku suka dari kamu"! harum menatap Bram , lalu tersenyum sinis.


"mungkin kamu tak merasakan apa yang aku rasakan Bram"! karena entah kenapa aku yakin"! kamu masih mencintai Laila"! Bram terdiam sesaat dengan ucapan harum.


"kenapa kamu masih bahas masalah Laila rum?" bukan kah aku sudah meminta mu untuk melupakan kesalahan ku yang kemaren"! harum menatap sesaat wajah Bram.


"aku tidak tau Bram"! tapi saat kamu tadi menatap Laila dan aku lihat sinar mata kamu"sesungguhnya kamu masih menyayangi nya"!Bram tersenyum tipis dengan ucapan harum.


"kamu salah sayang"! saat ini rasa aku hanya sama kamu"! harum bangkit dari duduknya dan menuju meja rias didepannya.


"Bram"! jika posisi kita tertukar bagaimana?"Bram menatap harum tak paham.


"apa maksudnya kamu sayang?" harum tersenyum menatap kearah cermin.


"jika esok hari apa yang pernah kamu lakukan terhadap aku"! dan pada saat itu aku melakukan hal yang sama dengan kamu gimana?"Bram menatap tajam kearah harum.


dan memegang dagu harum.

__ADS_1


sehingga wajah harum tepat ada didepan wajahnya.


"aku akan bunuh lelaki itu rum"! demi tuhan"mata Bram menyalah,dan harum melihat Bram yang dulu , yang begitu mencintai nya dari apapun.


harum terdiam saat Bram memeluk nya dan mencium nya.


"berjanjilah sayang"! berjanji dengan ku"kamu akan percaya dengan aku"! bahwa kamu percaya akan diriku rum"! harum membalas ciuman Bram mesra.


sesuatu yang telah lama tak pernah dia rasakan, sentuhan hangat dan kenikmatan itu,kini harum menikmati nya setiap sentuhan Bram.


harum mendesah panjang,saat Bram mengigit kecil buah dadanya.


sementara itu bray sedang berbicara dengan Hana .


"seperti nya Nico akan menikahi Laila nah"Hana tersenyum kecil mendengar ucapan bray.


"aku tak perduli dengan lelaki satu itu paman"karena bagiku pernikahan itu bukan sebuah permainan"! Bray melihat kekecewaan dikata Hana.


Bray tau kalau Hana mempunyai perasaan yang lebih terhadap Nico.

__ADS_1


di tatapnya Hana dengan lembut,dan Bray memegang tangan keponakan nya itu.


"kamu tau soal takdir dan jodoh kan nah?"jika jodoh itu tak akan pernah salah"! Hana memeluk Bray erat, karena dia tau, kalau saat ini Bray pun sedang merasakan hal yang sama dengan nya.


"kita mencintai sesuatu yang bukan milik kita paman"! air mata Hana menetes di pipinya.


"Hana "! cinta itu bukan harus memiliki"biarkanlah kebahagiaan itu datang secara alami"! dan itu akan terasa lebih nikmat nah"! Hana menatap paman nya yang kini jauh lebih tegar dan dewasa.


sementara itu tuan Andika duduk di depan teras, matahari pagi menyinari nya.


senyuman kebahagiaan terlihat di wajah nya yang tua.


"Nic"! kamu yakin ingin menikah dengan Laila?"apakah itu kamu sudah berpikir dua kali Nic?"Nico terdiam dengan ucapan tuan Andika, yang memang telah merangkap menjadi orang tuanya.


"papah tidak melarang kamu mencintai dan menikah'i wanita mana pun"!tapi papah cuma ingin perkawinan mu itu bahagia Nic" bukan hanya sekedar rasa cinta yang sesaat.


Nico terdiam, semua ucapan yang terlontar dari mulut tuan Andika adalah nasehat yang jarang dia dapatkan.


"ingat Nic"! wanita yang baik banyak di luar"jadi pikiran dahulu sebelum menyesal"tuan Andika meninggalkan Nico sendiri di bangku depan.

__ADS_1


__ADS_2