
harum sampai di hotel dia menginap,disana Nico telah menunggu nya.
harum turun dari taksi online,dan menuju kedalam hotel,tapi belum dia masuk sebuah suara sudah memanggil nya.
harum menoleh ke asal suara itu, ternyata Nico sudah berdiri di belakang nya.
"untuk apa kamu masuk ke hotel lagi rum?" barang barang kamu sudah ada di mobil semua"!harum tersenyum manis kearah Nico.
"terimakasih ya Nic"! Nico mengganguk senang.
"apakah kita langsung pulang Nic?" Nico menatap wajah harum,lalu mengkerut kan kening nya, seolah sedang mengingat .
harum menatap Nico, menunggu jawaban nya.
"Kaya nya kita langsung pulang rum"! harum langsung memukul tangan Nico, sedang kan Nico tertawaa bahagia bisa meledek harum.
sepanjang perjalanan itu Nico dan harum banyak bercanda, seperti nya Nico sengaja ingin membuat harum nyaman dan melupakan tentang Bram.
sementara itu Hana menelpon Bram dan ingin bertemu dengan nya.
Bram setuju.
Laila yang tau Bram akan pergi menemui Hana, meminta ikut.
akhirnya Bram setuju Laila ikut.
Hana menemui Bram di tempat mereka biasa kumpul dulu,Bram datang agak telat , karena jalanan cukup macet.
Hana menatap Laila yang tersenyum kearah nya.
Laila dan Hana saling bersalaman,Hana mencoba menekan emosi nya terhadap Laila, wanita yang telah menghancurkan kehidupan sahabat nya itu.
"mau makan apa Hana?" Hana menggeleng pelan.
"tidak mas Bram"! aku cukup minum saja"Bram tersenyum penuh persahabatan.
__ADS_1
"kamu mau bicara apa Hana?" Hana tersenyum sebentar,lalu menatap Laila.
Bram tau dari tatapan mata Hana.
"tidak apa apa Hana"! cerita saja"Laila tersenyum dengan sikap Hana .
Hana sadar kalau Bram selalu mendukung semua kemauan Laila, terlihat dari sikap Bram.
"aku hanya mau bilang sama mas soal harum"! Bram menatap Hana penuh tanda tanya.
"ada masalah apa dengan harum"! kan dia sedang pergi keluar kota bersama dengan Nico"! Hana tersenyum pahit.
"kalau itu saya tau mas"! saat mas cerai dengan harum tiga bulan lalu"! Hana menghentikan omongan sesat.
Laila menatap tajam kearah Hana, menunggu ucapan selanjutnya dari Hana.
"harum telah hamil dua Minggu mas"! Bram kaget tak percaya.
"kau serius Hana?" Hana mengganguk pasti.
"dan pada saat ini harum telah hamil bulan ke tiga mas"! Bram menutup wajah nya, berbeda dengan Laila yang tampak kesal dan benci dengan Hana.
mata Hana menatap tajam kearah Laila, Bram terdiam mendengar ucapan Laila.
"karena orang secantik mba harum tak mungkin tak banyak yang suka"! dan dari mana kamu tau kalo bayi yang di kandung dia itu"! adalah anak mas Bram"! Hana tersenyum dingin.
"saya kenal dengan baik sahabat saya itu"dan maaf"! dia buka wanita yang bisa di ajak kencan dengan sembarang orang"! Laila tersenyum licik
"mana kamu tau itu"! karena soal sex bukan hal umum"! Hana terdiam, matanya menatap kearah Laila, sungguh licik wanita ini.
pantas saja harum mengalah.
"aku cuma memberi tahukan saja sama mas Bram"! karena sesuatu itu akan menyesal pada akhirnya mas"! Bram mengganguk pelan.
", terimakasih ya Hana atas infonya"! saya akan bicara dengan harum nanti"! untuk kelanjutan nya antara dia dan saya"! Hana mengganguk pelan.
__ADS_1
Hana mohon pamit sama Bram, karena dia tak tahan melihat wajah Laila yang sangat menyebalkan itu.
setelah kepergian Hana,Laila menatap tajam kearah Bram.
"mas kau percaya kalau harum hamil ?" Bram terdiam tak menjawab.
"coba kau pikir mas"! jika itu anak mu" kenapa dia tak menemui mu"! dan meminta tanggung jawab mu"! Bram tersenyum menatap kearah Laila yang terlihat mulai cemburu dengan harum.
"hai sayang"! kok kamu jadi sewot gini sih?"Laila cemberut dan bersandar di dada Bram yang bidang.
"aku gak mau kamu kembali lagi sama dia mas"! karena aku telah memberikan mu dua anak"! apakah itu kurang untuk kamu?" Bram mencubit hidung Laila.
"sayang"! kalau dia itu memang anak aku" ya aku harus tanggung jawab lah sayang"laila menatap Bram dan dia ingin sekali mengigit bibirnya Bram , yang selalu memberikan nya kenikmatan itu.
sementara itu harum sudah sampai di rumahnya,harum turun dari mobil Nico .
Nico pun ikut turun dari dalam mobilnya.
"harum"! harum menoleh ke arah Nico.
"ada apa?" Nico menatap harum penuh arti.
"apakah kamu tak mau bicara dengan Bram tentang ke hamilan kamu rum?" harum terdiam.
"rum "! aku paham kamu begitu membenci nya"! tapi dia wajib tau tentang bayi itu"harum menangis.
Bu Wati yang tau harum sudah pulang segera keluar,tapi langkah nya terhenti karena melihat harum dan Nico sedang berbicara serius.
"aku tak tau Nic"! hati aku sakit dengan perlakuan Bram terhadap aku"! Nico paham.
'rum "! andaikan aku bisa mengembalikan senyum itu"! akan aku kembali kan sama kamu"! harum menatap Nico.
"terimakasih Nic"! aku mau istirahat ya"! terimakasih atas tumpangan nya"! selesai berbicara harum meninggalkan Nico sendiri.
Nico masih menatap harum, hingga harum menutup pintu rumahnya.
__ADS_1
barulah Nico masuk mobil nya ,dan meninggalkan rumah harum.
bersambung ya kk