Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
bab(10)


__ADS_3

Bu Wati mengajak ibu nya Laila yang ternyata bernama Odah.


Bu Wati dan Bu Odah pun naik ke mobilnya Bu Wati,kedua nya mengobrol asyikk sekali , sampai sampai Adek nya Laila pun di cuekin.


Bu Wati dan Bu Odah saling bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing, yang memang sudah lama tidak bertemu.


akhirnya sampai lah mereka di bangunan rumah yang mewah dan bersih, ya yang tak lain adalah rumah Bu Wati.


"ayook teh turun"! ini rumah aku"! Bu Odah dan Adek nya Laila pun turun.


"wah besar juga ya rumah kamu Wati"Bu Wati tersenyum,dan mengajak Bu Odah untuk kedalam rumahnya.


tak berapa lama harum pun di panggil nya.


Bu Wati mengenalkan harum kepada Bu Odah.


"ya ampun"! cantik banget kamu nenk"! Bu Odah memeluk harum erat.


"ini anak pertama kamu ya ?" harum tersenyum dan mengangguk.


"teh menginap di sini aja ya?" Bu Wati menatap kearah Bu Odah,Bu Odah ketawa renyah.


"tidak Wati kasihan Laila"! pasti dia udh nungguin teteh"! harum kaget mendengar nama Laila.


"maaf saya mesti panggil apa ya?" Bu Odah ketawa dengan pertanyaan harum.


"panggil saja aku bibi ya"! harum tersenyum.


"bibi apakah anak bibi Laila namanya?"Bu Odah mengganguk dan tersenyum kearah harum.


"memang nya kamu kenal dengan Laila itu rum?" Bu Wati menatap kearah harum.


harum terdiam,dia ragu apakah Laila itu adalah bekas madu nya.


Bu Odah tertawa,dan menatap kearah harum.

__ADS_1


"Laila itu punya suami seorang pengusaha sukses rum"! dia saat ini sudah punya anak dua"! hampir saja jantung nya harum mau copot saat tau ,bahwa Laila yang dimaksud adalah Laila itu.


tak berapa lama ponsel Bu Odah berbunyi dan terdengar suara wanita dari seberang saja.


"maaf Wati ini jalan apa ya?" biar Laila jemput kesini dengan suami nya "! Bu Wati menyebutkan alamat rumah nya.


dan tlp pun di tutup.


harum terdiam,dia tak mau banyak bicara lagi,tapi tiba tiba Hana datang ke rumahnya bersama dengan Bray.


"waduh tumben nie"! Hana tersenyum melihat harum menyapanya.


"waduh ada yang gak betah tuh"! Hana melirik Bray yang tersenyum malu.


"selalu aja menggoda orang"! harum mencubit tangan Hana gemes.


ketika mereka asyik bercanda,tiba tiba mobil mewah berhenti di depan rumah harum.


dari dalam rumah nya keluar seorang wanita dengan pakaian mewah.


harum dan Hana langsung mengenali wanita itu,dan begitu pun Laila kaget melihat harum.


Bram menatap harum dengan tatapan mata datar.


"mas"! ini alamat salah gak si?" atau jangan jangan kamu memang sengaja'ingin bertemu dengan harum"! Bram tersenyum kearah harum ,tapi harum buang muka.


Hana Yang tak tahan melihat Laila segera menghampiri laila.


"mau apa kamu kesini?" mata Hana melotot kearah Laila.


"kenapa kamu kok sewot ya?" Hana menarik tangan Laila dengan keras.


Laila melepaskan tangan Hana dari tangan nya.


"sakit tau"! kamu kaya orang gak berpendidikan ya"! Laila sewot.

__ADS_1


saat mereka sedang bertengkar, keluar lah Bu Odah dan Bu Wati sari dalam rumah nya.


Bu Odah yang melihat Laila sedang bertengkar langsung turun kebawah dan memisahkan mereka berdua.


"ada apa ini?" Bu Odah menatap kearah Hana tajam


"ibu siapa nya Laila?" Laila menatap tajam kearah Bu Odah.


"saya ibu nya"! Hana tersenyum setengah mengejek.


"apakah ibu tau anak ibu telah membuat sahabat saya jadi janda?" harum menarik tangan Hana untuk menghentikan ucapannya itu.


tapi Hana menolak nya,dan melotot kearah harum.


"ya itu dulu anak saya isteri muda dari isteri nya Bram "! tapi saat ini Bram telah menceraikan istrinya"! dan menjadikan anak saya isteri satu satu nya"! Hana tersenyum mengejek.


Bu Wati yang mendengar semua itu langsung melotot tidak percaya.


"teh"! ini anak teteh?" Bu Odah mengganguk pasti.


"dan itu menantu saya Wati"! Bram terdiam kecut.


"teh dia itu mantan suami anak saya"! air mata Bu Wati menetes.


harum di peluk erat oleh Hana.


Bu Odah menggeleng pelan tak percaya,bahwa yang di rebut suaminya oleh anak nya itu , adalah anak dari sepupu nya sendiri.


"jadi "! Laila merebut suami anak mu Wati?"Bu Wati mengganguk setuju.


Bu Odah menangis pilu,dia merasa sedih dah kecewa dengan kenyataan yang ada.


Laila mengigit bibirnya pelan,dia masih tak percaya dengan ucapan emak nya.


bersambung kk

__ADS_1


__ADS_2