
harum merasa kan lelah di tubuhnya seharian tadi mengecek dan berkeliling di kantor cabang milik tuan Andika, yang saat ini dia pun punya hak atas saham di perusahaan tersebut, walaupun tak besar.
harum dan Nico menginap di sebuah hotel yang lumayan bagus di kota itu.
Nico melirik kearah harum yang tampak begitu kelelahan.
dan sesaat kemudian harum sudah tertidur di jok mobilnya.
Nico tersenyum,dan berhenti di hotel yang telah dia sewa, Nico turun dan membopong tubuh harum dari mobilnya, menuju kearah kamar hotel.
dengan hati hati Nico menurunkan tubuh harum di tempat tidur,Nico menatap wajah harum yang tertidur pulas.
dan entah mengapa dia tak tega melihatnya,wajah cantik itu begitu pulas di dalam tidur nya.
"maaf kan aku rum"! mungkin aku juga telah merusak kebahagiaan rumah tangga kamu" walaupun tak secara langsung"! karena aku ada saat acara itu"! Nico menyelimuti tubuh harum dan dia pun keluar dari dalam kamar harum.
sementara itu Bram sedang berbicara dengan papah nya tuan Andika.
Bram meminta papah nya untuk mau menerima Laila sebagai menantu papah nya, karena saat ini dia dan harum sudah tak ada ikatan suami istri lagi.
"Bram "! apakah kamu sudah pikiran masak masak akan hal ini?" tuan Andika menatap Bram tajam.
"jika kamu menikah lagi secara resmi dengan Laila"! berarti kamu tak akan ada harapan untuk kembali lagi kepada harum"!Bram menarik nafasnya dalam dalam.
"aku rasa harum tak akan pernah berniat untuk kembali lagi sama aku pah"! tuan Andika menatap Bram ,lalu meminum susu hangat nya.
__ADS_1
"kau tak tau apa yang akan terjadi esok Bram"karena papah juga tak tau siapa Laila itu"! pada intinya papah tak mau sembarangan menerima calon mantu papah yang sah"! Bram terdiam.
Laila yang mendengar semua itu merasa kesal dan benci terhadap tuan Andika.
Laila kembali ke kamar nya , dengan perasaan kecewa.
"dasar tua Bangka"! kamu pikir aku tak bisa menguasai semua yang kamu miliki"! baik lah jika kamu tak mau menikahi aku dengan Bram Secara resmi"! akan aku buat kamu mengemis sana aku nanti tua Bangka" Laila membuka kamar putri dan mendekati anak itu.
dan tersenyum penuh arti.
sementara Bray sedang berbicara dengan Hana di rumahnya Hana, karena Bray memang tinggal di rumahnya Hana.
"sudah lah paman"! tak usah terlalu memikirkan harum"! karena akan timbul penyakit rindu nanti"! Hana menggoda Bray yang terlihat murung.
"kau bisa saja Hana"! aku cuka khawatir aja kok"! Hana tertawa kecil.
"tertawa lah Hana"! esok kau pun akan merasakan apa yang saat ini aku rasakan"Hana terdiam,dia teringat akan Nico, tapi segera dia buang perasaan itu.
Amelia dan vino telah sampai di rumahnya vino, mobilnya vino di hentikan di ujung jalan,vino mengajak Amelia untuk masuk kedalam rumahnya vino.
bel pun di pencet oleh vino tak berapa lama terdengar suara sahutan dari dalam.
tak berapa lama pintu pun terbuka, seorang wanita setengah baya keluar dengan seorang anak kecil berusia tiga tahun.
Amelia menatap kearah gadis kecil itu,dan mamah nya vino menatap Amelia tajam.
__ADS_1
"mah ini Amelia"! mamah vino menatap sinis kearah Amelia.
" untuk apa lagi dia datang kesini Vin?" vino tersenyum dan mengajak Amelia masuk.
"mah Amelia cuma ingin bertemu sama mamah dan Alisa"! Alisa nama anak vino .
"saya rasa kamu bukan hanya ingin bertemu dengan saya dan Alisa"! tapi kamu ingin bertemu dengan vino ya kan?" nada bicara mamah vino terdengar sangat tajam.
"tak cukup kah kamu menyakiti anak saya?" kau pergi disaat anak saya begitu mencintai kamu"! vino memegang tangan mamah nya,agar menghentikan ucapannya.
"mamah kamu benar koh"! dia wajar benci Ama aku'! karena aku begitu jahat dengan kamu"! Amelia menangis.
"Lia maaf kan mamah ya'! vino menggenggam tangan Amelia mencoba menenangkan hati wanita itu.
mamah vino yang melihatnya segera menyerahkan Alisa ke pangkuan vino,agar vino tak bebas berdua an dengan Amelia.
"sebaik nya kamu pergi dari kehidupan anak saya"! karena saat ini vino sudah bahagia"bersama putrinya"! dan andaikan vino mesti Kembali"! itu bukan dengan kamu"saya lebih setuju jika vino kembali dengan mamah nya alisa"! Amelia terdiam.
vino menatap mamah nya tajam,dan mamah nya menatap vino dengan tatapan kecewa.
"mah vino dan Amelia cuma sebatas teman saja mah"! tetap saja mamah nya vino tak terima penjelasan dari vino.
dan akhirnya Amelia mohon pamit.
Amelia pun menolak saat akan di antara kan oleh vino , karena dia tak mau kalau mamah nya vino semakin berkata tak enak dengan nya.
__ADS_1
bersambung kk