Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
bab(12)


__ADS_3

Bu Odah memeluk Laila dan mengusap kepala Laila.


"Laila "! setiap orang punya kesalahan"tapi jika seseorang itu mau mengakui kesalahannya dan memperbaiki nya"! orang itu akan menjadi manusia yang paling baik esok harinya"! Laila menangis tersedu-sedu saat mendengar ucapan Bu Odah.


harum menatap anak nya dan menatap Bram.


tuan Andika mendekati Bram.


"Bram kamu harus secepatnya memutuskan hubungan mu dengan Laila"! agar harum dapat menikah kembali dengan kamu"!Bram mengganguk pasti.


Bray yang sejak tadi berdiri mulai mendekati Hana ,dan mengajak Hana untuk keluar dari ruangan itu.


"ada apa Bray?" Bray menatap Hana .


"pada akhirnya aku mesti kecewa dengan perasaan ku sendiri Hana"! Hana tertunduk sedih, melihat paman nya seperti itu.


"maaf kan aku paman"! bukan apa-apa"harum masih begitu mencintai Bram"! kamu bisa mencari wanita yang lebih cantik dari harum paman"!Bray terdiam.


sementara itu Nico menawarkan diri untuk mengantar Laila dan Bu Odah, untuk pulang ke rumahnya Laila.


"sebelum nya terimakasih ya Nic"! kamu sudah mau mengantar kan aku dan ibu ku"Nico tersenyum manis.


"sudah lah tidak usah terlalu berlebih-lebihan seperti itu" !aku suka kok mengantar kan kamu dan ibu kamu pulang"! Laila dan Bu Odah pun menuju luar ruangan.

__ADS_1


sebelum nya pamit kepada Bu Wati,Bu Odah dan Bu Wati saling berpelukan.


"maafkan anak ku ya Wati"! jika teteh tau itu adalah menantu mu"! tak akan teteh izin kan dari awal"! Bu Wati mengganguk pelan.


"ya teh"! Laila mencium tangan Bu Wati dan memohon pamit.


sementara itu tuan Andika menatap cucunya yang baru lahir.


"harum akan kamu berikan nama apa buat cucu ku ini"! harum tersenyum,dan air matanya menetes di pipinya yang mulus.


"pah "! aku selalu bangga dan sangat kagum dengan mu"! kamu selalu setia kepada mamah"! walaupun mamah sudah tiada"jadi biarkan lah anak ku ini"! aku beri nama Andika Bramasta.


Bram menatap harum dan tersenyum bahagia.


"itu nama yang sangat bagus sayang"! tuan Andika menatap cucu nya dengan air mata menetes.


"harum"! kamu harus mengikuti suami mu nak"!mamah tidak apa apa"! Bram tersenyum menatap kearah bu Wati.


"mah "! Bram janji mah"! tidak akan menyakiti hati harum lagi"! Bu Wati mengganguk senang.


sementara itu sepanjang perjalanan pulang,Laila terdiam saja.


"Laila kamu kenapa?" kamu masih ingin kan hidup bersama dengan Bram?" Laila menggeleng pelan.

__ADS_1


"tidak Nic"! aku sadar kalau Bram bukan tercipta untukku"! dia hanya untuk harum"dan aku gak mau menjadi perusak keluarga ku sendiri"! Nico tersenyum mendengar ucapan Laila.


"andaikan ada seorang lelaki"! yang mau menjadi kan mu seorang pendamping hidup nya gimana Laila?"Laila menatap Nico tajam.


"Nic"! apakah kamu tidak malu menikah'i aku"? seorang janda beranak dua"! Nico menggeleng pelan.


"kamu tau Laila"! aku mencintaimu sejak kamu hamil anak mu yang pertama"! Laila menangis terharu.


"tapi aku paham"! pada saat itu kamu begitu mencintai Bram"! dan aku tidak bisa memaksa mu"! untuk mencintai ku"Bu Odah yang mendengar ucapan Nico langsung tersenyum.


"ibu setuju Laila"! jika kamu menikah dengan nak Nico"! karena dia seorang lelaki yang baik"! Laila menunduk dan mengganguk pelan.


Nico tersenyum manis,dan tangan nya menggenggam tangan Laila erat.


"kita akan melangsungkan pernikahan kita"setelah Bram dan harum menikah"! Laila mengganguk setuju.


"berjanji lah Nic kepada ku"! Nico menatap Laila penuh kasih.


"apa itu?" Laila menangis.


"kau tak akan pernah menduakan aku"! Nico tersenyum,lalu menggenggam tangan Laila.


dan menghentikan mobilnya.

__ADS_1


"aku janji Laila"! tidak akan pernah menduakan kamu"! Laila tersenyum bahagia.


bersambung kk


__ADS_2