
bu odah mempersilahkan polisi itu untuk masuk rumah nya.
sementara itu bram yang ada di kamar laila merasa kaget karena mendengar banyak suara berisik dari ruang tamu.
segera bram keluar dan alangkah kaget nya saat dia melihat ada polisi di ruang tamu.
bu odah menatap bram dan memasang wajah sedih.
"ada apa ini bu?"bram menatap bu odah dengan bingung.
"ada yang menelpon polisi nak bram"!dan bilang sama polisi kalau disini penjahat "!bram tersenyum tak paham.
"pak polisi ini pasti kerjaan orang iseng pak"!disini tidak ada apa apa pak"!bram meyakinkan polisi.
tapi salah satu dari polisi itu meminta izin untuk memeriksa kamar yang ada di rumah bu odah.
bu odah mengizinkan, sedangkan hati nya bu odah mulai ketakutan, kalau kalau kejahatan nya selama ini ketahuan sama polisi.
bram mengikuti polisi dari belakang, saat polisi itu akan membuka kamar laila.
bram mencoba mencegah pak polisi, tapi dengan kepandaian bicara pak polisi, akhirnya bram mengalah dan mengizinkan polisi masuk kedalam kamar laila.
tapi alangkah terkejutnya bram saat tau bahwa didalam kamar itu sudah kosong, tak ada laila yang tadi terbaring tak sadar kan diri.
bram merasa bingung dan heran.
pak polisi periksa dengan teliti kamar itu,tak ada barang yang mencurigakan.
pak polisi tersenyum kearah bu odah .
dan bu odah menarik nafas lega,karena pak polisi tak menemukan apa pun di kamar laila.
akhirnya pak polisi pamit akan pergi ,tapi tiba tiba harum mencegah pak polisi itu pergi.
"tunggu pak"!pak polisi itu terdiam dan menatap harum yang keluar dari balik kegelapan .
"hana ambil andika dari dalam rumah itu "!hana pun masuk kedalam rumah itu dan menggendong andika yang masih tertidur.
bram menatap harum dengan tatapan mata tak mengerti.
"maaf pak "!bapak ayokk ikut saya"!kedua pak polisi itu pun ikut harum kedalam rumah kosong itu.
bu odah dan bram mengikuti dari belakang.
harum menyalahkan listrik didalam rumah itu,dan terlihat lah nico palsu tergeletak tak berdaya karena obat bius yang tadi di suntikan oleh hana .
melihat hal itu bu odah langsung menubruk nico palsu dan menangis.
hal itu membuat bram tak mengerti kenapa bu odah menangisi nico.
dan harum memapah seseorang dari dalam kamar, alangkah kaget nya bram melihat harum memapah nico,yang dalam keadaan lemah.
"kenapa ada dua orang yang sama ini?" pak polisi tampak bingung.
__ADS_1
harum menjelaskan kalau nico yang sedang di peluk oleh bu odah adalah palsu, dia adalah anak dari bu odah.
adek dari laila,sedangkan yang bersama nya itu adalah nico yang asli.
tak lama kemudian orang tua nico pun telah tiba,dan mamah nya nico langsung memeluk nico dan menangis.
pak polisi menangkap nico palsu dan bu odah ,sedangkan laila sedang di kejar oleh polisi yang lain nya.
bu odah dan nico di bawa ke kantor polisi, sedangkan nico di bawa kembali ke rumah sakit agar dapat perawatan yang lebih baik lagi.
karena kondisi nico saat ini masih sangat lemah.
bram menatap harum yang saat itu duduk di sebuah bangku di tempat awal pertama kali bram bertemu dengan nya.
harum menatap matahari pagi itu dengan air mata di pipi nya.
bram mendekati harum dan duduk di samping harum.
"harum kamu kenapa menangis sayang?" harum menatap bram dan tatapan mata itu bukan tatapan mata kasih,tapi sebentuk kebencian dari sebuah penghianat bram.
"kamu mau tau bram?"bram mengganguk pelan.
"aku telah putuskan dan telah aku pertimbangkan ini semua "!aku akan meminta cerai dari kamu bram"bram kaget mendengar ucapan harum.
"kamu bicara apa rum?"apakah kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan?" harum tersenyum.
"hati seorang isteri itu sangat luas akan kata maaf bram"!bahkan aku mau kembali lagi dengan kamu dan menikah lagi dengan kamu karena anak"!bram terdiam mendengar ucapan harum.
tapi harum memberikan bram kunci.
"ini kunci bram"!aku tau kamu masih sangat mencintai laila"!kembali lah bersama nya "!dan rawat lah anak kalian "!aku tidak mau merawat ya"karena aku sudah punya anak"!bram menatap harum tak percaya dengan ketegasan harum.
"pasti kamu tak percaya dengan semua ucapan aku"kau telah sia sia kan seorang isteri yang sangat mencintai kamu"!bram meminta maaf dan bersujud kepada harum
tapi harum tak perduli.
"pergilah bram "!anak mu dan laila sedang menunggu mu disana"!aku akan pergi ke jogja dan menjual rumah milik papah andika"!karena itu adalah milik kami "!bram terdiam air mata nya mengalir dengan deras.
"tenang saja aku tak melaporkan kejahatan laila kepada polisi "!dan saham kamu di perusahaan andika grup aku beli semua"!jadi besok kamu tinggal urus uang nya sama hana"!karena dia yang aku percaya kan dalam hal itu"!selamat tinggal bram"selesai berbicara harum bangun dan meninggalkan bram.
bram berlari dan ingin menarik harum,tapi tiba tiba ada dua orang lelaki yang menjaga harum agar tidak di sentuh bram.
akhirnya bram hanya menatap harum pergi menaikkan mobil nya.
bram segera pergi menuju tempat dimana ada laila dan putri.
disana bram melihat satu rumah masih di daerah kampung laila.
bram melihat dua orang lelaki berpakaian hitam menjaga rumah itu,setelah melihat kedatangan bram, kedua lelaki itu pun pergi meninggalkan rumah itu mengendarai mobil nya.
bram turun dari mobil nya dan membuka pintu rumah itu.
benar saja dia melihat laila dan putri sedang duduk sambil menonton tv.
__ADS_1
putri memeluk bram dan laila menatap bram sambil menangis
bram merasa bingung dengan keadaannya laila,yang sehat tak kenapa napa.
"maaf kan aku mas"!aku telah membohongi kamu mas"!bram akhirnya tau,bahwa laila hanya pura pura sakit kemaren, dan karena hal itu harum merasa kecewa dengan bram.
"kenapa kamu lakukan semua ini laila?"bram menangis.
"karena aku sangat mencintai kamu mas"!aku tidak akan rela kamu kembali bersama harum"!bram sadar saat ini dia telah kehilangan harum.
laila memberikan kaset rekaman suara kepada bram.
disitu harum menerangkan, dia sudah tau kejahatan laila sejak bram pulang dari kecelakaan, dan dia juga tau kalau nico itu bukan lah nico.
pada kejadian di rumah laila harum telah menyuruh anak buah nya untuk mengawasi rumah laila,karena harum yakin hanya dengan ini semua kejahatan laila dan keluarga nya terungkap.
lalu laila saat akan kabur dari pintu belakang di tangkap oleh anak buah harum dan di aman kan.
begitu pun anak nya putri .
Saat hana akan mengambil andika ,hana menyerah kan putri kepada anak buah harum.
harum menjelaskan dia akan pergi luar negeri, dan akan bicara kepada andika nanti kalau papah nya sudah mati.
jadi bram tak akan dapat bertemu lagi dengan andika.
setelah mendengar kan rekaman itu bram membanting nya.
dan berteriak histeris.
sementara itu harum memeluk hana erat di bandara, bray menggendong andika dan tersenyum kearah hana.
"hati hati ya kamu disana"!dan jangan lupa kabarin aku jika kalian akan menikah "!harum dan bray saling bertatapan dan tersenyum.
"kamu juga ya disini hati hati"!aku percaya kamu mampu mengurus perusahaan aku dengan baik"hana tersenyum lebar.
"aku akan menunggu sampai nico sehat"!dan kami akan menjaga perusahaan ini dengan baik"!harum tersenyum bahagia mendengar ucapan sahabat nya itu.
tak lama kemudian harum pun pamit karena bang terbang pesawat yang akan mereka tumpangi telah akan segera terbang
hana melepas sahabat nya dengan senyum yang puas.
"bahagia lah kau harum bersama paman ku dan anak mu"!aku disini akan mengikuti kebahagiaan seperti mu bersama nico"!karena cinta tak pernah telat datang nya"!senyuman manis itu adalah kebahagiaan yang murni.
tamat kk
terimakasih sudah selalu membaca tulisan saya.
walaupun tulisan saya masih buruk,setidaknya saya bisa membuat tulisan yang berbeda dengan yang lain.
sekali lagi terimakasih kk
jangan lupa untuk membaca tulisan aku yang lain nya.
__ADS_1