
harum dan Bram tiba di rumahnya tuan Andika, suasana rumah tampak mulai sibuk., wajah tuan Andika tersenyum amat cerah, tampak senyuman pun tersungging dari bibirnya yang tipis.
" pagi pah"! Bram mencium pipi papahnya, begitu pula dengan harum melakukan hal yang sama terhadap mertua nya.
" tumben papah bahagia banget pagi ini"! tuan Andika tersenyum kearah Bram.
" apakah kamu tak di beri tahu oleh isteri mu"! tuan Andika menatap harum , harum menggeleng pelan, tuan Andika tersenyum paham .
" ada apa pah ?" Bram penasaran , menggenggam tangan harum erat, harum tertawa kecil.
" papah di beri tahu kan oleh istri mu " kalau saat ini dia sedang hamil lagi " jadi sebagai hadiah untuk kalian"! papah siapkan acara bulan madu untuk kalian"! tuan Andika tersenyum lebar, Bram menatap harum , harum mengganguk lemah, akhirnya Bram pun merangkul papahnya .
" terimakasih ya pah "! Bram terlihat agak Bingung , namun segera di sembunyikan oleh nya, harum paham itu , segera minta pamit kepada tuan Andika untuk kekamar nya.
Bram mengikuti nya dari belakang.
sesampainya di kamarnya Bram minta penjelasan dari harum , tentang apa yang di ucapkan oleh papah nya.
harum menjelaskan kalau esok acar bulan madu nya akan mengajak Laila, dan semua sudah di atur oleh Nico.
lagi lagi Nico , itu yang ada di otak Bram .
siang itu Nico mendatangi tempat Laila, di pencet bel di pintu rumah Laila., tak berapa lama keluar Laila dengan pakaian santai nya.
Laila agak kaget saat tau yang datang bukan Bram , tapi sahabat nya Nico.
" apa kabar Laila"! Nico menyapa dengan sopan, Laila pun membalas nya , dan menyuruh Nico untuk masuk kedalam rumahnya.
" ada apa nic ?" tumben main kesini"! Nico tersenyum melihat Laila agak kaku dengan nya.
" aku di suruh oleh Bram untuk kesini " mau agak kamu membeli pakaian dan peralatan kamu "! Laila bengong, kenapa mesti Nico , bukan Bram.
__ADS_1
Nico paham dengan keraguan di wajah Laila, segera dia menjelaskan semuanya , tentang bulan madu yang akan berangkat esok siang .
" jadi waktu nya sangat mepet ya"! Laila terlihat gugup, dan itu terlihat amat manis di mata Nico.
" aku tak usah beli pakaian Nico" pakaian aku sangat banyak"! Laila menolak ajakan Nico.
"lalu apa yang akan kamu bawa esok?" Nico mencoba ingin tau"! Laila terdiam, lalu dia bangkit dari duduknya, dan mengambil koper kecil di atas lemari nya .
" aku cuma bawa pakaian satu saja dan alat mek up aku "! Laila segera merapikan apa yang akan di bawa oleh nya.
Nico memperhatikan Laila yang sibuk seorang diri, lumayan manis dia, dan aku rasa Bram sangat beruntung , di cintai oleh dua wanita yang sangat baik.
Laila menatap Nico yang sedang bengong menatap nya, Laila tersenyum manis.
" apa yang sedang kamu perhatikan dari saya"! Laila menepuk pipi Nico pelan, hal itu membuat Nico gelagapan.
" apakah kamu ikut ke Bali ?" Laila bertanya kepada Nico, Nico tersenyum manis.
harum dan Bram sudah sampai di bandara lebih dahulu , mata Bram mencari cari Laila dan Nico yang belum terlihat.
tak berapa lama Bram melihat Nico dan Laila dari kejauhan, tuan Andika menatap kearah Nico dengan senyum bahagia.
" wah wah " tumben kamu bawa wanita ku nak "! Nico memperkenalkan Laila kepada tuan Andika, sebelumnya sudah di beri tahu kan oleh Nico tentang rencananya, dan Laila mengerti .
" cantik juga " siapa nama mu nak?" tuan Andika menatap kearah Laila, Laila agak gugup .
" Laila pah "! suara Laila pelan dan gemetar.
" nama yang bagus "! hai Nico awas kau buat mainan "! jaga wanita ini "! dia wanita baik" kelak kau akan banyak anak dari nya"! merah padam muka Nico , dia merasa malu , tapi mau gimana lagi , kalau itu bukan istri siri nya Bram , mungkin cerita akan berbeda.
Bram merangkul papahnya dan minta ijin pamit , tuan Andika memeluk harum erat .
__ADS_1
" jaga kehamilan mu baik baik nak "! aku tak mau terjadi apa apa akan cucu ku "! harum mengganguk bahagia, sedangkan Laila tertunduk sedih, harusnya aku yang kau bilang demikian tuan " batin Laila, Bram yang melihat itu segera menarik tangan harum dan mengajak nya jalan .
hari itu hati Laila sangat sedih , hingga tiba di Bali , Laila tak banyak bicara.
harum tersenyum kearah Laila.
" kita sudah tiba di Bali Laila"! apakah kau senang ?" Laila tersenyum palsu, dia mengganguk pelan.
Nico yang melihat itu , segera mengajak Laila untuk mencari makanan yang seger .
" kamu pasti ingin rujak ya ?" Nico sok tau, tapi Laila mengganguk setuju.
akhirnya mereka berdua meninggalkan harum dan Bram di hotel berbintang itu .
" nic " jangan lama lama"! kita makan siang bersama"! teriak Bram .
Laila menatap Nico yang sibuk membelikan nya buah segar , dia merasa heran , orang seperti Nico tak malu beli di pedagang kaki lima , apa lagi beli rujak.
Nico datang menghampiri Laila dengan membawa rujak di tangan nya.
" terimakasih ya Nic"! Nico tersenyum tulus kerah Laila.
" memang sudah berapa bulan usia kehamilan mu itu?" Nico menatap kearah Laila, Laila tersenyum lesu.
" sudah mau tiga bulan "! dan ini anak aku yang pertama "! Laila menjadi lemah .
ada perasaan kasihan Nico melihat Laila , tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
karena Laila adalah isteri kontrak Bram.
bersambung kk
__ADS_1