Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
bab(27)


__ADS_3

malam itu mata harum tidak bisa terpejam, dia benar benar takut, karena harum tau betul kejadian tadi itu bukan ulah kucing.


tiba tiba harum mencium bau bakaran, dan harum segera bangun dari tempat tidur nya.


dia keluar dari kamarnya dan betapa kagetnya harum, saat melihat dari arah dapur asap sudah sangat tebal dan api mulai membakar ruangan dapur.


harum segera masuk dan mengambil andika kecil.


dan keluar dari kamarnya menuju kearah putri dan sila,tapi sila sesak nafas nya .


hal ini semakin membuat harum panik.


bu odah yang memang sudah bangun segera menggendong sila dan membawa nya ke pintu depan.


tapi pintu itu di kunci dari luar.


harum kalap dan panik,karena api semakin besar.


andika kecil mulai menangis karena mulai menghirup asap.


untung sudah banyak warga yang datang untuk menolong mereka.


harum dan anak anak nya di tolong keluar dari rumah bu wati.


harum lemas tak berdaya,karena melihat rumah orang tua nya terbakar.


"sila rum"!tiba tiba bu odah mengagetkan harum.


harum segera menuju kearah sila,bocah itu terlihat sangat pucat,harum berteriak meminta tolong untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit terdekat.


akhirnya harum dan sila berserta anak anak nya berangkat menuju rumah terdekat.


sila pun masuk ke ruangan UGD, mata harum mulai basah air mata, dia tak habis pikir kenapa semua bisa begitu saja terjadi.


tak berapa lama nico datang dengan tergesa gesah.


"rum"!nico memeluk harum ,mencoba menenangkan harum.


"sabar ya"!harum mengangguk pelan.


tak berapa lama keluar lah seorang dokter dari ruangan UGD itu.

__ADS_1


wajah dokter itu terlihat sangat lusuh.


tampa di perintah harum segera mendekati dokter tersebut.


"maaf dok"!bagaimana keadaan anak saya?"dokter itu menatap harum dengan perasaan sedih.


"maaf kan kami bu"!Anak ibu tidak bisa kami selamat kan "!harum berteriak dan menangis,begitu juga dengan bu odah.


nico mencoba menyadarkan harum,agar ingat bahwa ada andika yang masih membutuhkan nya.


akhirnya harum bisa menguasai keadaan hati nya.


sementara itu hana dan vino sedang mendatangi tempat kejadian kecelakaan bram bersama mobil nya.


mata vino dengan teliti memeriksa tampat kejadian itu.


"aku yakin nah"!bram masih hidup"!hana mengangguk pelan.


"coba kita mencari nya berpencar ya"!nanti kita akan bertamu disini lagi"!vino dan bray setuju.


akhirnya mereka saling berpencar mencari barang bram yang bisa di jadikan bukti,bahwa bram masih hidup.


dengan hati hati hana menghampiri wanita itu.


"maaf mbah"!boleh saya bertanya?"wanita itu tak langsung menuju jawab, tapi mata nya menatap tajam kearah hana.


lalu wanita itu mengangguk setuju.


hana tersenyum lega.


"terima kasih ya mba"!wanita itu hanya diam.


hana mengeluarkan dompet nya dan mengambil foto bram


"apakah mba pernah melihat lelaki ini?"wanita itu menatap foto yang di berikan oleh hana dengan tajam.


"kamu siapa?"tiba tiba perempuan itu bertanya sambil menatap harum tajam.


harum tersenyum.


"Saya saudara nya mba"!wanita itu pun tersenyum.

__ADS_1


"Ya saya menemukan lelaki itu teh"!ternyata wanita itu mau mengaku.


hana sangat kaget,kalau wanita itu adalah penolong bram.


hana hampir saja menjerit, kalau dia tidak ingat itu adalah hutan.


"bisa saya melihat saudara saya?"wanita itu mengangguk pelan.


"tapi jangan di ajak bicara dulu ya"!hana mengangguk pelan.


hana lupa untuk menghubungi bray dan vino,karena hati nya amat bahagia mendengar bram masih hidup.


jarak antara rumah wanita itu dan hutan lumayan jauh,hana bingung dengan wanita itu yang begitu kuat berjalan sejauh itu.


"boleh saya tau nama kamu?"wanita itu menatap hana dingin.


"buat apa?"suara itu sangat kaku.


"Ya kan aku harus tau siapa nama orang yang telah menolong saudara saya"!wanita itu menggeleng pelan.


"bukan aku yang menolong nya"!tapi bapak"!hana cuma terdiam,wanita itu begitu sulit untuk di ajak berkawan.


tak berapa lama hana dan wanita itu memasuki sebuah perkampungan, yang amat sangat sederhana.


di kampung itu terlihat sangat asri.


pakaian orang orang nya sangat sederhana, dan disana tidak ada listrik.


wanita itu mengajak hana untuk masuk kedalam rumah yang paling besar di desa itu.


dan rumah di desa itu sangat sederhana.


hana di suruh nya duduk,sementara wanita itu masuk kedalam rumah nya


tak berapa lama keluar lah seorang lelaki setengah tua,wajah nya sangat bersih.


hana mencium tangan lelaki itu dengan sangat sopan.


"maaf pak jika saya menggangu bapak.


bersambung kk

__ADS_1


__ADS_2