
Laila membelai rambut Bram yang sedang fokus menyetir, sehingga Bram menoleh kearah Laila.
"ada apa sayang?" Bram menatap Laila mesra.
"mas"! aku ingin hamil lagi"! dan anak ini aku yang rawat"! bukan mba harum lagi"! Bram tersenyum.
"tentu sayang"! kita akan punya banyak anak ya"! Laila mengganguk manja.
tak berapa lama mobil pun berhenti di sebuah rumah sederhana berpagar kan bambu.
Laila turun dari mobil nya,dari dalam rumah itu keluar seorang wanita setengah baya, yang tak lain ibu dari Laila.
ibu nya Laila memeluk Laila dan tersenyum ramah kearah bram.
Bram mencium tangan ibu nya Laila,dan mereka pun masuk kedalam kamar.
Laila masuk kedalam untuk mengambil kan air minum untuk Bram.
"Alhamdulillah"! akhirnya kalian bisa menengok emak"! wanita itu tersenyum bahagia kearah Bram, yang sebenarnya senyum bahagia ibu nya Laila bukan karena Laila pulang menengok nya.
tapi karena Laila akan di nikahi sirih oleh Bram,itu berarti ,Bram akan menjadi tulang punggung untuk keluarga Laila juga.
Laila keluar dari dapur sambil membawa nampan berisi air putih dingin dan goreng pisang.
"sayang ayok minum"! Bram tersenyum dan mengambil air putih,ibu Laila tersenyum kecil melihat Bram begitu patuh dengan Laila.
"emak "! Laila mau nikah besok Mak"! apa emak sudah bilang ke pak amil ( Amil adalah penghulu).
ibu Laila mengganguk pasti
"emak udh ngomong Laila"! tinggal kasih uang nya aja" dan buat acara selamatan nya"Laila tersenyum dan menatap kearah Bram.
"mas uang nya mana yang buat nikah dan acara masak masak kita"! Bram tersenyum dan mengambil tas kantor nya.
Bram membuka tas itu dan menyerahkan beberapa tumpuk uang ratusan ribu kepada Laila.
ibu nya Laila melotot melihat uang sebanyak itu.
"Mak ini uang buat penghulu dan Acra aku selamat' ya" dan sisa nya itu buat kita memperbaiki rumah emak"! ibu Laila tersenyum bahagia dan menatap kearah Bram dengan tatapan senang.
__ADS_1
"terimakasih nak Bram"! ya Allah akhirnya" Mak bisa membangun rumah ini " jadi lebih baik lagi nak"! Laila memeluk ibunya dengan senyum penuh arti.
"tenang Mak"! saya akan menjamin semua kebutuhan emak dan Adek nya Laila"mata ibu nya Laila melotot tak percaya.
hati nya sangat bersyukur,dia bisa punya mantu orang kaya.
walaupun posisi Laila isteri kedua, tapi kehidupan Laila akan jauh lebih baik.
"Laila ajak nak Bram istirahat sana"! emak mau kerumahnya pak penghulu dulu"Laila mengganguk bahagia.
"sayang"! mas kawin aku apa?" Laila manja tiduran pangkuan Bram.
"apa ya?" Bram pura pura lupa,Laila menatap Bram dengan cemberut.
"andaikan aku kasih yang spesial"! apa yang akan kamu kasih buat aku?" Laila tersenyum penuh arti.
"aku akan kasih mas apapun itu"! Bram tersenyum senang, kedua nya saling berciuman dan saling menggigit.
Bram lupa dengan harum dan bayi nya.
sementara itu Hana datang kerumahnya tuan Andika, karena di TLP oleh harum.
di luar Hana bertemu dengan Nico yang sedang memberi makan ikan ikan di kolam.
"kenapa kamu masih bersikap seperti ini?"kan aku udh minta maaf sama kamu Hana"Hana tersenyum dan menatap sinis kearah Nico.
"sikap ku tak akan berubah sama kamu"sebelum sahabat ku kembali lagi seperti dulu"! selesai berbicara Hana meninggalkan Nico yang mematung di samping kolam ikan.
Hana mengentuk pintu kamar harum, dengan cepat harum menyuruh Hana masuk.
keduanya saling berpelukan.
"ada apa lagi rum?" kemana lagi suami setia mu itu"! harum kaget dengan kata kata hana yang tajam itu.
harum menceritakan kalau Bram sedang pergi keluar kota,Hana cuma tersebut kecut, mendengar cerita harum.
"sejak kapan kamu belajar bohong rum"lagi lagi harum kaget dengan ucapan Hana,dia bingung sendiri, apakah Hana sudah tau semua nya.
tapi tau dari mana,batin harum jadi gelisah.
__ADS_1
"rum "! aku tak bodoh"! aku tau saat ini rumah tangga kamu seperti tidak baik"! harum pura pura tersenyum manis.
"kamu sok tau juga ya"! apa ini efek putus cinta ya?' harum menggoda hana,agar Hana tak terlalu fokus dengan Bram.
"putri mana rum?" harum memberi tahukan kalau putri sedang bersama pengasuh nya.
"wiuh enak dong"! jadi bisa santai ya mamah muda ini"! harum tersenyum manis.
walaupun hatinya menangis.
harum banyak terhibur karena kedatangan Hana,tak terasa hari sudah mangrib.
Hana pun pamit pulang,harum mengucapkan terimakasih kepada Hana.
"dengar ya rum"! bohong itu tidak enak"selesai berbicara Hana pun meninggalkan harum di dalam kamar nya.
harum mengambil HP nya,dia ingin menelpon Bram ,dan ingin tau dia ada dimana.
tapi hati kecil nya melarang nya.
"tuhan apa yang mesti aku lakukan"! harum mengusap wajah nya dengan tapak tangan nya.
tiba tiba dia teringat akan vino, sahabat Bram yang jiga tau di mana dulu Bram menikah kontrak dengan Laila.
akhirnya nomer vino tersambung dengan harum, tersebut suara hallo disana.
"hallo juga mas vino"! vino agak lupa dengan suara harum.
akhirnya harum pun menjelaskan siapa dia,vino pun meminta maaf, karena sudah lupa.
"mas"! bisa kita bertemu?" vino pun mengiyakan.
akhirnya mereka janjian di rumahnya vino saja,takut ada yang mengikuti,itu tak akan baik nantinya.
harum meminta antar dengan Nico, karena kalau sendiri papah mertuanya tak akan mengijinkan.
sepanjang perjalanan harum terdiam tak banyak bicara,dan Nico pun tak mau menggangu harum.
sampai lah mereka di rumah nya vino.
__ADS_1
"kita turun disini Nic"! rumah vino masuk gang itu"! harum menuju gang kecil yang ada di depan nya.
bersambung kk