
hana langsung bangun dan meminta buntalan nya kepada bray.
dengan penuh tanda tanya bray memberikan buntalan itu.
"memang ada apa dengan buntalan itu hana?"hana tak menjawab pertanyaan dari bray.
untuk sesaat bray menatap buntalan itu,hati nya sangat penasaran untuk membuka nya.
"paman"!tolong tutup dan kunci ruangan ini"!bray tidak banyak bicara dia langsung menutup pintu ruang di mana hana sedang di rawat di satu rumah sakit di daerah itu.
dengan perasaan setengah takut,hana membuka bungkusan itu,berlahan lahan hana membuka kain hitam itu.
dan buntalan itu masih di bungkus lagi dengan kain berwarna putih.
bray yang penasaran pun mendekati hana,karena ingin tau apa isi dari bungkus itu.
dan hana pun membuka kain putih itu dengan berlahan lahan.
akhirnya terlihat lah dua buah kendi kecil yang terbuat dari tanah merah.
kalau di lihat bentuk kendi itu sama dengan kendi yang buat menaruh ari ari bayi yang baru di lahirkan.
hama menatap bray seakan dia ingin membuka tutup kendi itu,ada apa di dalam kendi itu.
"buka saja nah "!jika kamu penasaran "!hana mengangguk pelan.
dan hana pun membuka tutup kendi itu
dan isi dari dalam kendi itu terlihat jelas oleh hana.
hana menatap bray dengan tak percaya.
begitu pun bray.
"kamu sebenarnya dari mana si nah?"kok bisa dapat barang ginian segala?" hana terdiam dia mulai mencoba mengingat nya.
__ADS_1
pasti kamu penasaran ya dengan isi yang ada di dalam kendi itu.
isi didalam kendi itu adalah bunga kering dan beberapa potongan ubi rampek yang biasa di buat untuk sesaji di tempat yang di keramat kan.
"kamu menemukan kami dimana paman?" hana balibertanya.
belum bray menjawab tiba tiba pintu ruangan itu di ketuk dari luar
dengan cepat hana menyembunyikan kendi kendi itu di bawah selimut .
seorang perawat masuk dan tersenyum kearah hana.
"maaf mba"!saya periksa dulu ya"!hana mengangguk pelan.
"maaf suster bagaimanadengan keadaan saudara saya ?"suster itu menatap hana dan tersenyum.
"tenang saja ya mba"!saudara nya baik baik saja kok"dan kalau mba mau keluar juga sudah boleh"hana tersenyum.
"terimakasih suster."!suster itu pun tersenyum ramah.
setelah suster itu pergi hana menyuruh bray untuk membereskan biaya rumah sakit,sementara hana membawa kendi kendi itu menuju ruangan bram.
"kamu mau kemana hana?" hana terlihat kaget.
"aku mau ke ruangan bram"!kita akan pulang saat ini juga"!bray sedang mengurus biayanya "!vino tersenyum menatap hana.
tanpa banyak bicara lagi hana menarik tangan vino untuk ke kamar bram.
di lihat nya bram sedang duduk di pinggir tempat tidur, dan bram tersenyum melihat kedatangan hana.
"bram kita mesti pulang hati ini"!aku khawatir dengan keadaan harum"!bram mengangguk setuju.
akhirnya mereka pun menuju karuang parkiran, di mana disana ada mobil vino dan bray.
vino menatap hana sesaat,sepertinya dia inginkan hana duduk bersama nya didalam mobil itu.
__ADS_1
tapi hana menolak nya,karena banyak hal yang ingin dia bicara kan bersama dengan bram.
akhirnya vino mengerti dan vino membawa mobil nya seorang diri.
sementara bram dan hana baik mobil bray.
bram menatap buntalan yang di bawa hana.
"buntalan itu?" hana mengangguk pelan.
"aku sudah membuka nya tadi mas"!bram menatap ingin tau isi didalam nya.
"isi didalam nya hanya kembang mas"!dan aku gak paham akan hal ini mas"!bram terdiam.
seakan bram mencoba mengingat ucapan dari pak tua itu.
"coba hana ambilkan satu bunga itu untuk aku makan"!hana menatap tak percaya dengan ucapan bram.
tapi hana tetap memberikan satu bunga kering ke tangan bram.
dengan cepat bram memakan bunga itu,hana yang melihat nya merasa bingung.
tak lama kemudian bram merasakan ngantuk yang sangat luar biasa.
lalu bram pun tertidur.
didalam tidurnya itu bram melihat siapa yang menyeburkan nya kedalam jurang itu.
dan seorang lelaki tak berdosa di kasih pakaian bram tapi wajah lelaki itu di hancur kan .
bram pun melihat yang melakukan itu semua adalah nico.
setelah melihat semua kejadian itu,bram pun terbangun, dia menyuruh bray untuk mencari warung ,agar dia bisa santai sejenak.
hana menatap bram ingin tau.
__ADS_1
tapi bram terdiam tak berbicara.
bersambung kk