
vino merasa prihatin dengan keadaan Amelia,dan mereka saling berbicara soal kehidupan sehari-hari mereka.
terlihat Amelia begitu sangat memperhatikan semua cerita vino.
sementara itu Bray mulai berani mengajak harum berkencan walaupun hanya sebatas makan malam saja.
hal itu tak luput dari mata mata Bram yang selalu mengawasi harum.
"akhir akhir ini kenapa kepala ku terasa berat ya"! Hana menatap harum ,lalu tersenyum.
"mungkin kamu terlalu banyak masalah rum"kan baru saat ini kamu bisa tersenyum lagi"! harum terdiam dan mengingat.
"benar juga ya"! aku baru satu bulan pisah dari Bram Hana"! tapi aku sangat kangen dengan putri Hana"! Hana menatap wajah harum ,dan menggenggam tangan harum erat.
"sudah lah kamu tak perlu terlalu berpikir masalah putri"! ingat harum "! jangan jadikan putri sebagai kelemahan mu"! yang ujung ujungnya kamu nanti rujuk lagi dengan Bram"harum terdiam, kepalanya terlalu pusing untuk berpikir.
Hana Yang melihat keadaan harum seperti itu, langsung membawanya pulang.
sementara itu Bram bertemu dengan tuan Andika.
"pah"! Bram mencium pipi tuan Andika dan duduk di samping nya.
"bram mau bicara dengan papah"! tuan Andika menatap anak nya dan mengganguk pelan.
"pah"! Bram mau memperkenalkan seseorang kepada papah"! tuan Andika menatap tajam kearah Bram.
"siapa dia bram?" Bram tersenyum.
"dia istri Bram pah"! tuan Andika merasa kaget dengan ucapan Bram.
"istri mu?" maksudnya apa"! Bram menjelaskan semuanya,dan tuan Andika terlihat merah wajahnya.
"jadi sebenarnya kamu yang telah menduakan harum?" Bram mengganguk pelan,tuan Andika tak sadar menampar pipi Bram sangat kuat.
hingga dari sudut bibir Bram mengeluarkan darah.
"keterlaluan kamu Bram"! kenapa kamu berbohong dengan papah mu ini?"dan mengapa mesti harum yang menjadi korban nya"!kamu tau Bram harum sudah punya anak dari kamu"! Bram menggeleng pelan.
"itu bukan anak harum pah"! tuan Andika semakin bingung,Bram dengan agak ragu menjelaskan semuanya.
tuan Andika meremas tangan nya sendiri, hatinya sangat sakit telah di bohongi oleh harum dan Bram.
__ADS_1
" kenapa kamu bohong in papah Bram?"kenapa tidak jujur"! Bram memohon maaf kepada papah nya.
tuan Andika menangis,merasa di bohongin,tapi dia pun merasa bersalah dengan harum.
"kamu terlalu jahat Bram"! papah tak menyangka kamu bisa melakukan ini terhadap harum"! Bram terdiam.
"apakah kamu tak cinta lagi dengan dia?"Bram menatap mata papah nya.
"Bram masih mencintainya pah"! tapi harum yang tak mau menerima Bram lagi"!tuan Andika tak menjawab tapi dia memanggil Nico.
"Bram papah mau bertemu dengan Laila isteri kamu itu"! walaupun bagaimana ada cucu papah dengan dia"! Bram mengganguk setuju.
sementara itu di rumah Bu Wati dan Hana membawa harum kedokteran terdekat rumah mereka.
tak berapa lama harum pun selesai di periksa dokter , tampak wajah dokter itu tersenyum kearah Bu Wati.
"bagaimana dengan keadaan anak saya dok?"dokter itu tersenyum kembali.
dokter itu menggulurkan tangannya kepada Bu wati.
"selamat ya Bu"! Bu Wati agak Bingung dengan selamat dari dokter itu.
harum kaget begitu pun Bu Wati.
tapi Bu Wati segera tersenyum bahagia.
"Alhamdulillah"! akhirnya aku punya cucu sendiri"! harum menagis sedih, kenapa saat dia hamil tapi saat ini dia dan Bram telah pisah.
Hana memahami apa yang sedang di pikirkan oleh harum.
dia segera memeluk sahabatnya itu.
"sabar rum"! aku selalu percaya kok"! kamu pasti akan kuat dan sabar"! harum mengganguk pelan.
sementara itu Bram pergi menjemput Laila untuk bertemu dengan tuan Andika.
saat tiba di rumahnya Laila ,Bram menceritakan semuanya kepada Laila.
Laila pun tersenyum bahagia, karena akhirnya dia kan di nikahi secara resmi oleh Bram.
"ayok mas kita harus cepat bertemu dengan papah"! aku sudah tak sabar melihat reaksi papah saat bertemu dengan cucu laki laki nya ini"! Bram mencium bibir Laila dan mengganguk kecil.
__ADS_1
sementara itu tuan Andika sedang berbicara dengan Nico.
Nico sendiri merasa kaget saat tau ,tuan Andika sudah tau semua nya,dari Bram.
"kamu tau Nic"! papah juga kecewa dengan kamu'! kamu tidak jujur dengan papah"! Nico terdiam, hatinya sangat merasa bersalah dengan tuan Andika.
"papah ingin kerumahnya harum"! tapi papah juga malu "! karena mungkin saja papah nya harum tak terima dengan ke datangan papah"Nico pun tak bisa kasih saran apa apa.
dia takut kena marah lagi.
tak berapa lama mobil Bram telah sampai di rumahnya tuan Andika.
terlihat Laila sedang mengendong bayinya menuju kearah tuan Andika.
Laila mencium tangan tuan Andika,dan tuan Andika menggendong bayi nya Bram.
"dia seperti kamu kecil dulu Bram"! terlihat tuan Andika begitu bahagia bersama cucu laki-laki nya.
hingga lupa apa yang akan di bicarakan nya terhadap Laila dan Bram.
"malam ini kamu bermalam lah disini"! papah ingin bermain dengan cucu papah yang lelaki"Laila mengganguk bahagia.
Bram merasa bingung.
"pah "! apakah kamar harum yang akan di tempati oleh kami?" Bram menatap papah nya.
"Bram kamar kamu yang dulu kan ada"! pakaian kamar itu"! biarkan kamar harum seperti itu"! Bram paham, ternyata papah nya masih menginginkan harum Kembali.
sementara itu malam itu harum terus menangis, walaupun Bu Wati dan pak Gatot telah memberikan kekuatan kepada harum.
bahwa anak harum yang akan lahir itu , adalah anugerah dari Allah,dan penerus dari keluarga mereka.
"tapi pah aku tak bisa seperti ini"! anak ini pasti butuh papah nya"! Bu Wati mengganguk kecil.
tapi pak Gatot terlihat tak terima.
"tidak harum"! papah tak akan izin kan kamu Kemabli lagi kepada Bram"! cukup papah melihat kamu disakiti seperti itu"! kamu masih muda dan cantik harum"! harum terdiam,dia tau Betapa keras nya watak papah nya itu.
bersambung kk..
mana dong vote dan Klik nya
__ADS_1