
akhirnya Bram dan Nico ikut ke rumah sakit, tetapi sampai di jalan ,harum di TLP oleh Bu Wati.
"ya mah"! aku sudah jalan ke rumah sakit mah"! terdengar suara Bu Wati menangis.
"sabar ya mah"! sebentar lagi harum sampai rumah sakit"! terlihat air mata harum membasahi pipinya yang mulus.
Bram memberikan harum sapu tangan nya.
harum menerima nya dan menghapus air matanya.
"jangan ke rumah sakit rum"! mamah sudah di rumah"! suara Bu Wati patah patah.
"kok mamah di rumah sih?" terus papah sama siapa mah?" terdengar Bu Wati menangis sesungukan.
"cepat lah rumah rum"! Bu Wati menutup telponnya,harum menyuruh supir nya agar lebih cepat lagi.
Bram menggenggam tangan harum erat,dan tanpa sadar harum pun membalas genggaman tangan Bram.
Nico yang melihat itu merasakan kecewa dan sakit hati nya.
tapi dia tak bisa berbuat apa-apa, mungkin harum tidak sadar , tangan siapa yang sedang dia genggam.
akhirnya mobil itu telah sampai di depan rumah harum,tapi disana banyak sekali orang,dan ada bendera kuning.
harum tak tahan lagi ,dia pun jatuh pingsan.
Bram membopong tubuh harum masuk kedalam rumahnya.
Hana dan Bu Wati yang melihat harum pingsan semakin panik di buatnya.
apalagi saat ini harum sedang keadaan hamil besar.
"Bram tolong harum"! dia sedang hamil anak mu Bram"! Hana terlihat begitu panik.
Nico pun mencoba menenangkan Bu Wati.
Bu Wati menagis di samping harum, memanggil nama harum,agar harum segera sadar dari pingsan nya.
tapi para tamu berdatangan dari rekan kerja pak Gatot ,terpaksa Bu Wati menemui mereka,dan menyuruh Bram untuk menjaga harum.
__ADS_1
Hana Yang tau posisinya, segera mengajak Nico untuk keluar kamar itu.
sesampainya di luar Nico menatap hana kesal.
"kenapa kamu suruh aku keluar Hana?" Hana tersenyum simpul.
"kenapa?" apa kamu tidak sadar Nic"! kamu ada di antara mereka"! Nico terdiam.
"kamu mencintai harum?" Nico tak menjawab.
"tak perlu kamu jawab Nic"! aku tau"! Nico terdiam,Hana adalah gadis yang pintar,tak mungkin tak tau.
"Nico "! harum itu sedang hamil anak nya Bram"! apakah kamu tega membiarkan anak itu jauh dari bapak nya"!Nico tersenyum pahit.
"tapi harum tak mau balik lagi sama Bram"Hana tersenyum.
"tak ada wanita yang mau jadi janda"! dan memberikan anak nya mempunyai bapak tiri"jadi aku rasa kamu paham Nic"! Nico menatap hana kesal.
"terserah kamu"! Nico meninggalkan Hana ,dia pergi menuju arah Bu Wati.
Hana tersenyum melihat Nico .
"aku tak akan biarkan kamu mendekati harum Nic"! bukan karena aku mencintaimu"tapi aku harap harum mau kembali lagi sama Bram"Hana berbicara sendiri.
harum sangat terkejut saat tau yang ada di depannya itu Bram.
"kenapa kamu ada dikamar ku Bram?"Bram tersenyum dan memberikan harum air putih dingin.
"mamah yang menyuruh aku untuk menemani kamu"! harum buru buru mau turun dari tempat tidur.
tapi Bram mencegah nya.
tapi harum memaksa,dan harum hampir terjadi, untungnya Bram dengan cepat menarik tangan harum.
sehingga harum menubruk Bram,dan bibir mereka pun bertemu,Bram langsung mengecup bibir harum.
harum berusaha untuk melepaskan tubuh nya dan ciuman Bram,tapi Bram begitu kuat memeluk tubuh harum.
dan Bram tetap mengigit bibir harum.
__ADS_1
harum pun memejamkan matanya, hatinya amat merindukan belaian Bram, lelaki yang begitu masih di cintai nya.
Bram terus menciumi harum ,dan tiba tiba pintu kamarnya terbuka dan Bu Wati melihat pemandangan itu.
dengan cepat harum mendorong Bram,tapi Bu Wati terlihat memasang wajah biasa.
"harum kamu dan Bram mau ikut tidak di acara pemakaman papah"! Bram mengganguk senang,harum juga.
"kalau begitu ayokk kita jalan"! Bu Wati dan harum satu mobil dengan Bram.
sementara Nico dan Hana.
sepanjang perjalanan kearah makam,Bu Wati Melihat harum selalu tersipu malu , sedang kan Bram selalu mencuri perhatian kepada harum.
acara pemakaman pun telah selesai,Bram mengantarkan kembali harum dan Bu Wati.
sementara Hana pamit pulang.
Hana menghampiri Nico yang sedang duduk di teras depan rumahnya harum.
"hai lelaki penuh sandiwara"! apakah kamu mau mengantar aku pulang?"Nico menatap hana ,dan bangkit dari duduknya.
" aku sandiwara!" gak salah?" Hana tersenyum mengejek.
"gak"! kamu kan tukang pura pura"! lagi lagi Nico cuma bisa cemberut dan masuk kedalam mobilnya, mengantarkan Hana pulang.
sementara itu Bu Wati duduk berhadapan dengan Bram dan harum.
"Bram"! Bram menatap kearah Bu Wati.
"kemaren mamah sudah USG anak kamu"dan anak kamu ini laki laki Bram"! Bram terkejut dan kegirangan.
harum menatap Bram yang begitu bahagia, mendapatkan berita anak nya laki laki.
"tapi Bram"! Bram menatap lagi wajah Bu Wati.
"tapi apa mah?" katakan"! Bu Wati menatap harum, memastikan wajah anak nya itu,dan Bu Wati melihat sinar cinta begitu kuat di mata anak nya itu.
"apakah kamu tak ingin balikan lagi sama harum?" Bram terkejut mendengar pertanyaan Bu Wati.
__ADS_1
"Jujur mamah"! Bram ingin sekali"! harum menunduk.
bersambung kk