
harum melihat Bram yang duduk di sofa kamar nya, tatapan mata Bram memandang kearah foto pengantin mereka yang terpasang dinding kamar mereka.
mungkin apa yang sedang di pikirkan oleh Bram, hanya Bram yang tau.
tiba tiba suara bayi mungil itu menangis,harum kaget dan segera bangun.
di gendong nya bayi itu.
Bram menatap harum tanpa berkedip, sementara harum tak memperdulikan itu.
dia sibuk mendiamkan bayi nya.
tak berapa lama seorang pelayan datang,sambil membawakan susu botol buat bayi nya.
"tolong kau gendong dulu ya"! aku mau menguncir rambut ku"! pelayan itu menggendong bayi mungil itu.
Bram menyuruh pelayan itu membawa bayi nya keluar sebentar, pelayan itu pun menurut.
Bram menarik harum kedalam pelukannya.
harum menolak nya,tapi dengan kasar Bram mencium dan ******* bibir harum yang tipis.
harum berusaha untuk mendorong tubuh Bram,tapi Bram sangat bernafsu dengan harum, sehingga perlawanan yang di berikan nya sia sia.
harum cuma bisa pasrah,saat Bram membuka baju harum dan menciumi nya seluruh tubuh nya.
meninggalkan tanda merah di beberapa bagian tubuh harum,air mata harum menetes membasahi pipinya,dia tak terima atas perlakuan Bram terhadap nya seperti ini.
dua kali Bram menggauli harum, hingga harum lemas.
Bram tersenyum puas.
"kau memang sangat memuaskan sayang"dan aku tak akan pernah bosan dengan mu sayang"! harum memalingkan wajahnya ke dinding kamar nya.
"kenapa kamu menangis sayang"! biasanya kamu tak akan mau aku bangun dari tempat tidur"! akhir akhir ini "! kau bagaikan patung harum"! harum terdiam.
"kau tak seperti dulu"! dan aku tak perduli"ingat harum "! aku tak akan pernah akan melepaskan mu"! Bram memakai pakaian nya kembali,lalu keluar kamar nya.
harum menangis tersedu-sedu,hati nya amat terluka,dia tak menyangka seperti ini kenyataan nya, kehidupan rumah tangganya.
Bram menuju parkiran mobil nya, untuk sesaat dia berhenti di disitu.
entah apa yang sedang dia pikirkan,tak berapa lama dia masuk kedalam mobilnya dan pergi.
harum yang melihat Bram dari jendela kamarnya, menggigit bibirnya sendiri,dia sadar saat ini Bram bukan lagi milik nya.
harum menarik rambut nya sendiri, menangis dan memukuli bantal.
__ADS_1
"tuhan "! apakah aku harus diam saja dengan ini semua?" harum membanting foto pernikahan nya dengan Bram.
tiba tiba pintu kamarnya di ketuk dari luar,harum cepat cepat menghapus air mata nya.
dan menyuruh pelayanan nya masuk.
"maaf nyonya"! tuan besar menyuruh nyonya kebawah"! harum menyuruh pelayanan itu untuk menemani putri tidur.
dengan sedikit berhias, harum pun turun menemui mertua nya.
melihat kedatangan harum,tuan Andika tersenyum,dan menyuruh harum untuk duduk di dekatnya.
"ada apa pah?" tuan Andika memperhatikan wajah harum,lalu kening tuan Andika mengkerut, seakan sedang berpikir.
"kamu kenapa harum?" kamu tidak perlu berbohong dengan papah"! harum tertunduk dan Mulai tersenyum kearah tuan Andika.
"aku tidak kenapa Napa pah?" mungkin aku agak kecapean aja pah"! maklum pah"kalau malam aku harus bangun memberikan asi kepada putri pah"! tuan Andika menerima penjelasan dari harum.
"harum "! papah sudah anggap kamu seperti anak papah sendiri"! dan papah tidak mau ada yang kamu sembunyikan dari papah"jika ada yang menurut kamu tidak baik dengan Bram"bicara lah dengan papah "biar papah yang akan tegur Bram"! harum tersenyum, walaupun hatinya menangis.
"ya pah"! aku dan Bram baik baik saja kok pah"tuan Andika tersenyum bahagia, mendengar ucapan harum.
sementara itu Bram sudah sampai di rumahnya Laila.
"sayang"! Laila mencium bibir Bram dengan mesra.
"kamu sudah mandi sayang"! Laila mengganguk manja.
"tentu sayang"! ayokk kita berangkat"Laila mencium bibir Bram manja.
Bram membopong tubuh Laila menuju mobilnya.
Laila sangat bahagia karena Bram begitu memanjakan nya,Bram menatap Laila penuh cinta.
seakan Laila lah yang ada di dalam hatinya,tak ada harum disana.
sepanjang perjalanan Bram dan Laila selalu di penuhi tertawa dan ciuman mesra.
tiba tiba tlp berbunyi,Bram melihat,tlp dari Nico.
"hallo Bram" lagi dimana?"suara Nico dari seberang sana.
"Nic"! gua lagi sama Laila nie"! ada apa Nic?"Nico kaget mendengar Bram sedang bersama Laila.
"emang mau kemana ?" apakah harum tau Bram"! terdengar suara tawa Bram dari seberang sana.
"tentu saja gak lah"! dan gua minta u temenin dulu ya harum"! dan jika papah nanyain gua"bilang aja ada urusan kantor yang gak bisa di tinggalkan"! Nico merasa bersalah dengan harum.
__ADS_1
"Bram "! gua gak berani' bohong terus Ama harum"! gua gak tega"! terdengar suara Bram yang memohon.
"berapa lama disana?" Nico mulai bingung.
"paling dua hari Nic"! Bram begitu bahagia terdengar.
"baik lah Bram"! cepat lah pulang"! gua gak bisa melihat harum terus menerus"!Bram sedikit meledek Nico.
"awas ya Nic" u jangan macam-macam ya"Nico menarik nafasnya dalam.
"sudah lah"! gua mau ke rumah papah"hati hati u di jalan"! Bram mengucapkan terimakasih kepada Nico, yang mau menjaga harum untuk nya.
Bu Wati menelpon harum menanyai keadaan putri cucunya,harum menjawab dengan pura pura mengantuk, sehingga percakapan itu cuma sebentar.
tak berapa lama terdengar suara mobil Nico,dan tuan Andika menatap Nico heran.
"tumben kau datang siang siang Begini Nic?"Nico mencium pipi tua tuan Andika,dan duduk di depan tuan Andika.
"maaf pah"! tadi Bram tlp Nico"! dia bilang hari ini dia langsung pergi ke luar kota pah"tuan Andika merasa heran dengan penjelasan dari Nico.
"kenapa tidak bicara dengan papah?"dan dia tidak sadar apa ?" kalau saat ini harum baru saja habis melahirkan anak mereka"kenapa bukan kamu yang urus semuanya"! Nico tersenyum palsu.
"pah "! ini urusan besar pah"! Nico tidak bisa mewakili nya"!tuan Andika penuh selidik menatap kearah Nico.
hal itu membuat Nico salah tingkah.
"aku harap kau tak berbohong dengan papah Nic"! Nico terdiam, hatinya kecut.
"temui lah harum dan bilang lah dengan nya Nic"! agar hatinya tenang"! Nico mengganguk dan pergi meninggalkan tuan Andika yang masih tak percaya dengan penjelasan Nico.
harum membuka pintu kamarnya,dan melihat Nico berdiri di depan pintu nya.
harum menatap tak bereaksi.
"aku sudah tau Nic"! dan aku tak mau tau"suara harum terdengar sangat pelan.
dan itu seperti tamparan yang sangat keras untuk Nico,dia telah menyakiti hati seorang wanita yang begitu lembut dan sabar seperti harum.
"kamu boleh benci aku rum"! aku memang tak pantas kamu percayai"!harum diam tak menanggapi ucapan dari Nico.
"aku tak mau menyalahkan siapa pun"karena aku hanya bisa pasrah saat ini"! rumah tangga ku"! di ambang kehancuran"! suara harum seperti geledek untuk Nico.
Nico terjatuh dan menangis mendengar ucapan harum .
"pergi lah Nic"! tinggal kan aku"! dan aku mohon"! tak usah kasih aku kabar apapun tentang Bram'! agar kamu tau Nic"aku bertahan disini hanya untuk papah"suara harum sangat tegas.
harum menutup pintunya dari dalam.dia terjatuh di depan pintu kamarnya, hatinya hancur dan sakit.
__ADS_1
rumah tangga nya telah hancur, cinta yang tulus dari nya,telah di nodai.
bersambung kk