
harum turun dari mobilnya ,dan menuju kedalam rumahnya,dia melihat di sofa depan tak ada papah mertuanya.
biasanya tuan Andika selalu duduk disitu sambil bermain dengan putri.
harum terus melangkah keatas menuju kamar nya,saat harum akan buka pintu kamarnya,dia mencium minyak wangi lain,harum yakin kalau Bram ada didalam kamarnya.
dengan malas harum membuka pintu kamarnya,benar saja,Bram sedang duduk bersantai di sofa dekat jendela kamarnya.
harum tak banyak tanya,dia langsung menaruh tasnya,dan ingin pergi menemui Putri.
tapi langkah nya terhenti oleh suara Bram yang memanggil namanya.
"aku mau bicara dengan kamu harum"! harum terdiam, akhirnya dia memanggil harum tak ada kata sayang.
harum menoleh dan masih dalam posisi berdiri.
"kamu mau bicara apa?"Bram menatap harum tajam
"kamu masih tak mau sejalan dengan aku walaupun d kantor rum?" harum tersenyum dingin.
"besok hari pertama aku masuk kekantor"dan aku harap kita jalani tugas kita masing-masing"! Bram menarik tangan harum agar duduk di dekatnya.
harum segera pindah tempat duduk di sofa sebelah nya.
"rum"! kita masih dalam ikatan suami istri"dan kamu harus ingat itu rum"! harum tertawa lucu mendengar ucapan Bram.
"ya benar"! saat ini kita masih berstatus suami istri"! tapi itu semua karena papah" bukan karena kamu"! Bram menatap harum dalam,dia tak melihat sinar kehangatan disana.
dan dia pun tak melihat rasa cinta didalam mata harum
"kau telah berubah rum"! tak lagi sama seperti dulu"! Bram menarik nafas nya.
harum tak menggubris perkataan Bram,dia sibuk dengan chat Hana dan Bray.
Bram merasa tak di hargai, dia pun menarik hp dari tangan harum.
dan melihat dengan siapa harum sedang chat.
Bram mengkerut kan kening nya,saat melihat foto Bray.
"siapa lelaki ini rum?" harum tersenyum .
"dia Bray"! wakil ku"! paman Hana"! kenapa?"Bram terlihat tak suka.
"ingat rum wakil kamu aku yang akan Carikan"bukan dia"!harum tertawa cekikikan melihat Bram cemburu.
"cukup Bram"! aku tak mau kamu atur lagi"sudah hampir satu tahun rumah tangga kita tak ada rasa"! lalu sekarang apa maksud nya kamu melarang aku ?"Bram terdiam dengan ucapan harum.
"aku sudah tak mau perduli dengan kamu Bram'! dan aku harap hal yang sama kamu lakukan untuk aku"! harum meninggalkan Bram yang masih tertenguh mendengar ucapan harum.
tak berapa lama ponsel di tangan Bram berbunyi,Bram melihat HP nya.
disana ada gambar Laila.
Bram segera menjawab telpon itu.
"halo sayang"! ada apa?" Laila menyuruh Bram segera pulang, karena dia akan melahirkan, perutnya sudah mulai sakit.
__ADS_1
dengan cepat Bram pergi meninggalkan kamar harum,dan pergi menuju rumah Laila.
sepanjang perjalanan di otak Bram selalu teringat dengan ucapan harum.
sampai lah Bram di rumah nya Laila,disana dia mendapatkan penjaga rumah nya yang sedang menunggu nya datang.
"maaf pak"! nyonya sudah di bawa ke rumah bersalin pak"! Bram minta di antara kan .
sementara itu Laila yang sedang melahirkan bayinya, berusaha menunggu Bram datang.
dia ingin Bram ada disampingnya.
tapi dokter tak membolehkan itu, akhirnya Laila lahir tanpa Bram di sisinya.
Bram segera berlari kearah kamar Laila,dan dia melihat Laila yang sedang berbaring.
Laila tersenyum melihat kedatangan Bram.
"i love you sayangku"! Bram mencium kening Laila mesra.
"anak kita perempuan lagi mas"! Bram mengecup bibir Laila mesra.
"terimakasih sayang"! kamu telah kasih aku anak"! Laila mengganguk bahagia.
"mas"! apakah akan seperti ini terus hubungan kita?"Laila menatap Bram tajam.
"sayang"! aku tak akan membiarkan kamu jadi orang kedua terus"!tapi aku tak bisa berbuat lebih saat ini"!kamu tau sayang"! papah ku masih hidup"! dia tak akan terima jika aku cerai dari harum"! Laila tertunduk sedih.
Bram mencium pipi Laila penuh cinta.
"mas"! aku minta kita beli villa ya"! biar kalau kita pulang ke kampung tempat emak"kita tak perlu menginap di rumah emak"! karena kita sudah punya villa sendiri"!Bram mengganguk setuju.
"terimakasih ya mas"! Laila tersenyum licik
"ya sayang"! aku akan menghubungi Nico dulu ya sayang"! biar Nico yang akan urus masalah pembayaran rumah'bersalin ini"Laila mengganguk manja.
hari itu hari pertama harum kerja di perusahaan tuan Andika,dan dia sebagai pemilik perusahaan tersebut juga.
Bray datang menjemput harum di rumah tuan Andika.
pas saat itu tuan Andika sedang sarapan pagi bersama cucu kesayangan nya putri.
"papah "! kenal kan ini Bray"! Bray salaman dengan tuan Andika.
tuan Andika menatap tajam kearah Bray.
"kamu ingat satu hal ya"! harum itu sudah punya suami"! dan tugas kamu lakukan dengan baik"ingat"! tuan Andika berkata sangat tegas.
Bray tersenyum dan mengangguk kan kepala nya mengerti.
harum mencium pipi papah mertuanya dan putri kesayangannya itu.
lalu pergi meninggalkan mereka.
didalam mobil harum meminta maaf atas sikap papah mertuanya nya.
"sudah lah nyonya"! saya paham dengan sikap papah mertua nyonya seperti itu"karena dia sayang dan tak mau nyonya meninggalkan putra nya"!harum mengganguk pelan.
__ADS_1
Bray melirik harum yang terlihat sangat cantik hari itu, nyonya harum,siapa yang tak akan jatuh cinta dengan dia, pikir Bray.
tapi dia segera membuang perasaan itu.
mengingat harum masih berstatus istri orang.
mereka pun telah sampai di kantor,Bray membuka kan pintu untuk harum,dan mereka berdua melangkah masuk gedung itu.
di pintu masuk ruangan kantor harum, berpapasan dengan Nico yang sedang membawa map yang perlu di tanda tangani oleh Bram.
tapi ruangan Bram masih kosong.
harum berhenti tepat di depan ruangan Bram , karena melihat Bram Belum datang.
"apakah Bram tidak masuk Nic?"Nico tersenyum.
"semalam Bram tidur di rumah sakit nyonya"harum menatap dingin kearah Nico.
"siapa yang sakit?" Nico menggeleng cepat.
"bukan sakit nyonya"! tapi Laila telah melahirkan"! dan anak nya perempuan"harum menarik nafasnya, terasa sakit di hatinya.
Bram kau masih saja mengutamakan Laila.
"itu map apa Nic?" harum menatap map yang di tangan Nico.
"ini surat surat yang harus di tanda tangani oleh Bram nyonya"! harum meminta map itu.
'biar aku lihat Nic"! aku yang akan tanda tangani surat surat itu"! Nico tak bisa menolak nya.
harum membawa map itu kedalam ruangan nya.
disitu harum melihat semua jumlah pengeluaran dan pemasukan perusahaan.
dan harum menanda tangani surat surat itu.
ada satu surat yang harum ambil dari map itu.
surat pencairan uang berjumlah tiga miliar.
harum menyuruh Bray memanggil Nico.
dan Nico pun masuk kedalam ruang harum.
"ada ala nyonya?" harum menatap tajam kearah Nico.
"Nic"! berkerja lah dengan ku"! Nico agak Bingung dengan perkataan harum.
"maksudnya apa nyonya?" harum tertawa.
"kamu berkerja lah dengan aku Nic"! walaupun saat ini kamu berkerja dengan bram."! Nico paham maksud harum.
Nico tertawa menatap harum.
dia tidak menyangka kalau harum bisa selicik itu,dan Bram amat salah jika selama ini mengganggap harum,tak bisa apa apa.
bersambung kk..saya harap komentar dan vote serta klik nya semakin banyak ya..
__ADS_1