
Laila cemberut memandang kearah Nico, tetapi Nico Seolah tak perduli dengan marahnya Laila., mereka seperti sepasang kekasih di mata harum., Laila membuang muka nya kearah jendela.
" kamu tau gak ?" orang hamil itu di larang marah atau pun ngambek"! Laila menatap kesal kearah Nico, lalu matanya menyipit.
' lalu aku mesti gimana ?" menghadapi kamu yang super nyebelin itu "! ketus Laila kerah Nico, Nico terbahak-bahak melihat Laila marah dan terlihat merah semua pipi Laila menahan emosi.
harum mencubit tangan Nico , agar berhenti menggoda Laila.
tak berapa lama mobil berhenti di depan villa yang amat besar, pas berhadapan dengan pantai, Laila turun dari mobilnya, dengan menahan mual., Bram tau itu segera memberikan Laila saputangan nya, harum terdiam saat melihat itu., Laila mengambil nya dan mengelap bibirnya dengan saputangan itu.
" kamu masuk lah " dan beristirahat lah "! biar barang barang mu nanti aku yg bawa"! Bram menyuruh Laila masuk kamar nya.
Laila sendiri bingung, kamar dia yang mana.
" kamar aku yang mana mba?" Laila bertanya kepada harum , yang sedang sibuk merapikan barang bawaannya.
" kamu tinggal pilih saja "! harum tersenyum manis kearah Laila, Laila tampak senang mendengar ucapan harum , dia segera masuk villa itu , dan memilih kamar paling depan untuk nya.
" seperti nya kamar ini cocok untuk aku " kan aku bisa langsung melihat Bram " kalau sedang di pantai sana "! Laila bicara seorang diri .
saat Bram ingin membawa tas milik Laila , Nico sudah terlebih dahulu mengambil nya.
" biar aku yg bawa Bram "! Nico tersenyum kearah Bram , yang tampak terdiam dengan sikap Nico.
" tumben kamu perhatian seperti itu Nic?" Bram berjalan di belakang Nico.
" cuma menolong saja kok'! lagi pula kan dia lagi hamil "! Nico berbohong dengan perasaan nya , padahal Bram sudah tau bagaimana hati Nico terhadap Laila.
harum merapikan semua barang barang di dapur, harum memang gak suka sesuatu berantakan.
" sudah lah sayang" kamu pasti lelah "! Bram mencium bahu harum, hal itu membuat harum mendesah lirih.
" kamu istirahat saja dulu Bram "! biar aku merapikan ini dulu "! harum menata makanan kedalam kulkas.
__ADS_1
Bram membopong tubuh harum , harum menjerit kaget , tapi sesaat kemudian harum melingkar kan tangan nya di leher Bram.
mereka berdua masuk dalam kamarnya.
Laila yang melihat nya , mengigit bibirnya nya , hatinya sakit .
tapi dia tak bisa marah atau pun benci.
karena dia hanya istri kontrak Bram , Laila membuka kulkas, mengambil air putih., dan meminumnya.
" kamu cemburu?" tiba tiba Nico sudah ada di belakang Laila sambil memakan buah apel, Laila menatap lelaki manis itu tajam.
" gak"! Laila berbohong, Nico tersenyum sinis.
" tak perlu kamu berbohong Laila"! mata mu dan ucapan kamu gak sama ya"! Laila tertunduk dengan ucapan Nico yang tajam.
" kamu wajar mencintai dia "! karena dia tampan dan juga sukses"! Nico terdiam , di lihatnya wajah Laila , wanita itu terdiam.
Laila berjalan menuju sofa di depan, Nico mengikutinya , duduk di depan Laila.
Nico tertawa kecil.
" kau adalah wanita yang kesekian" yang mencintai Bram "! sebelum nya banyak wanita yang seperti kamu "! Nico menatap sinis kearah Laila.
" aku sadar siapa aku "! dan aku tak akan lancang mencintai dia"! Laila mulai terisak., Nico menatap sendu.
' dan kamu tau "! aku lakukan ini semua demi uang "! hanya uang"! teriak Laila parau , menahan tangisnya.
Nico terdiam bibir nya tersenyum kecut .
" apakah wanita hanya bisa menangis saat kesal ?" dan menutupi kebohongan hati nya "! lagi lagi Nico membuat Laila kesal.
" aku heran ya sama kamu "! kenapa kamu terlalu ikut campur urusan aku "! Laila bangun dan pergi meninggalkan Nico yang masih terduduk di sofa.
__ADS_1
" menagis lah bila itu perlu"! aku hanya ingin mengingatkan kamu saja Laila"! Bram itu milik harum"! sementara ada aku yang mulai menginginkan kamu"! batin Nico berbicara lirih .
sementara itu harum dan Bram sedang bergelut didalam kamar nya, desah kenikmatan terdengar jelas kekamar Laila.
bagaikan di iris hati Laila sakit nya.
" kau sedang menikmati nya Bram "! suara lirih Laila didalam kamar nya.
" aku benci dengan rasa ku ini "! aku benci"! Laila berteriak keras" hal itu membuat Nico berlari masuk kedalam kamarnya Laila .
dan melihat wanita itu sedang memukuli lantai di kamar nya.
dengan perasaan sayang , Nico menarik tubuh Laila kedalam pelukannya.
Laila kaget , tapi tak bisa menolak pelukan dari Nico, dia menatap mata Nico.
disana ada sesuatu hal yang sangat indah.
tapi dia tak tau, apa kah itu .
" ayokk kita kepantai"! Nico membopong tubuh Laila keluar dari kamarnya, dan membawanya ke pantai.
Laila tau maksud dari Nico, agar Laila tak mendengar suara mereka berdua .
Laila terduduk di pasir yang putih .
hatinya amat sakit, tapi dia mesti kuat.
Nico mengajak Laila bercanda dan bercerita tentang yang lain .
agar Laila bisa tertawa.
bersambung kk
__ADS_1
l