
harum pergi menuju rumah orang tuanya, dengan berlinang air mata,di jalan depan rumah tuan Andika , mobilnya harum di hadang oleh mobil Nico.
Nico turun dari mobil nya dan menghampiri mobil harum.
dia meminta kaca mobilnya di buka,tapi harum tak mau membuka kaca mobil itu .
Nico berdiri di depan mobil harum, dengan terpaksa harum turun dari mobilnya dan menghampiri Nico.
"ada apa lagi kamu Nic?" Nico menatap harum yang berlinangan air mata,hati nya ikut sedih.
"harum"! biar aku yang antar kamu ya ke rumah orang tua kamu"! harum menggeleng.
"biarkan saya sendiri Nic"! terimakasih atas perhatian kamu"! Nico tak bisa memaksa harum, karet dia tau sikap tegas harum.
sementara itu Bram memeluk putri dan menenangkan putri yang masih menangis mencari harum.
"sabar ya sayang"! nanti kita ketempat mamah ya"! putri pun terdiam.
tuan Andika menatap Bram tajam.
"Bram "! papah mau kamu lupain harum" wanita itu sudah menghianati kamu"! Bram mengganguk pelan.
sepertinya tuan Andika sudah terlalu kecewa dengan harum.
di satu sisi,harum sudah sampai di rumahnya.
dan Bu Wati merasa kaget melihat harum datang ke rumahnya, dengan keadaan seperti itu.
"kamu kenapa rum?" harum tak menjawab hanya memeluk Bu Wati dan menangis.
Bu Wati mengusap kepala harum dengan lembut.
"ada apa rum?" kamu harus cerita dengan mamah nak"! harum duduk dan Bu Wati pergi mengambil kan air putih untuk harum.
"minum lah dulu rum"! harum meminum air yang di berikan oleh Bu Wati.
"cerita lah "! harum menceritakan semuanya tentang Bram kepada ibu nya.
Bu Wati mendengar sambil meneteskan air mata nya , mendengar kan cerita dari anak nya.
"kenapa kamu tak jujur nak dengan papah mertua mu?" Bu Wati menatap tak paham.
"mamah aku tak mau hidup bersama dengan orang yang telah menghianati aku "! biarlah aku yang mengalah mah"! Bu Wati pun memeluk anak nya dengan sedih.
"kau memang anak yang kuat ya sayang" mamah akan selalu mendukung mu"harum memeluk mamah nya.
"mah tolong kasih cerita yang baik baik saja kepada papah"! aku tak mau papah jadi dendam dan benci kepada tuan Andika" Bu Wati mengganguk pelan.
kabar perpisahan harum dan Bram sampai di telinga Bray , yang saat itu di tugas kan oleh harum untuk keluar kota karena tiga kantor.
Bray pun saat pulang dari luar kota Langsung menemui harum di rumahnya.
harum menemui Bray dengan penampilan yang sangat sederhana.
__ADS_1
justru kecantikan harum sangat terlihat.
Bray menatap harum terkagum kagum, tanpa sadar Bray memuji kecantikan harum.
sehingga harum salah tingkah di buat nya.
"jangan kau ulangi memuji aku Bray"! karena aku agak risi"! Bray tersenyum melihat rona merah di pipi harum.
lalu harum menanyakan tentang urusan kantor, yang harum percaya kan kepada bray.
bray menjelaskan semuanya berjalan lancar.
"baguslah Bray"! kamu bisa aku andalkan'bray tersenyum dengan pujian harum.
"esok kita masuk kantor seperti biasa Bray" Sekarang kamu boleh pulang Bray"! mungkin kamu juga telah"! bray sebenarnya masih ingin duduk dan berbicara dengan harum.
namun sepertinya harum tak mau di ganggu oleh siapa pun,jadi Bray pun mohon pamit untuk pulang.
sementara itu Bram sedang berduaan dengan Laila.
Laila begitu bahagia mendengar Bram dan harum telah pisah rumah.
apalagi papah mertuanya sudah begitu membenci harum.
senyum bahagia mengembang di bibirnya,Bram mengendong bayi nya.
"mas"! kapan Yulia akan kita kenal kan kepada papah ?" dia juga kan cucu nya"! Bram mengecup bibir Laila kecil.
"sayang"! sudah pasti aku akan bawa kamu dan anak kita"! untuk bertemu sama papa" tapi tidak untuk saat ini sayang"! nanti yang ada aku akan di marahi sama papa" Laila mengganguk pelan.
malam itu harum menatap foto dinding kamar nya, dimana disitu ada foto Bram dan dia saat pacaran dulu.
harum bangun dan merobek foto itu.
tiba tiba pintu kamarnya terketuk dari luar.
"ya mah"! harum membuka pintu kamarnya.
dan melihat mamah nya berdiri di depan pintu kamarnya.
",ada Nico nak"! harum terlihat malas bertemu dengan Nico.
"sayang"! bersikap lah dewasa"! yang salah itu Bram bukan Nico nak"! harum pun menggguk pelan.
"suruh Tunggu mah"!aku mau sisir rambut dulu"! harum pun menyisir rambut nya dan merapikan pakaian tidur nya.
dengan agak malas harum menemui Nico yang duduk di ruang tamu ,Nico sedang berbicara dengan papah nya yaitu pak Gatot.
melihat ke datangan harum,pak Gatot meninggalkan mereka berdua.
Nico menatap harum , wanita itu begitu sangat menarik, walaupun hanya berbalut pakaian tidur yang sangat sederhana.
"ada apa Nic?" ada kabar tentang putri kah untuk aku?" Nico menggeleng pelan.
__ADS_1
"tidur rum"! aku hanya ingin tau keadaan kamu"! harum tersenyum dingin.
"aku baik baik saja Nic"! aku kangen dengan putri Nic"! sudah dua hari aku tak melihatnya putri"! air mata harum membasahi pipinya yang mulus.
"nanti aku akan bawa putri menemui kamu ya"! harum menatap Nico tak percaya.
"benar kah itu"! Nico mengganguk pelan.
"tapi kamu sabar ya"! harum mengganguk seneng.
mereka berdua pun berbicara tentang masalah kantor, karena Nico tau untuk saat ini, harum tak mau berbicara soal pribadi.
hari pun telah berganti pagi,dimana Bray telah datang untuk menjemput harum kekantor.
Bray turun dan memencet bel rumah.
terdengar suara Bu Wati menjawab tunggu.
tak berapa lama pintu terbuka,Bray tersenyum melihat Bu Wati.
"tunggu dulu ya nak'! biasa harum tuh lama kalau berdandan"!tak berapa lama harum pun keluar dari dalam rumah nya.
Bray menatap harum dengan terpana.
harum tersenyum melihat bray menatapnya seperti itu.
"ayok kita berangkat bray"! mereka berdua pun pamit kepada Bu Wati.
Bu Wati merasa lega melihat harum bisa tersenyum dan lupa akan kesedihan nya.
"nanti kamu mau makan siang dimana rum?"harum menatap Bray, lalu menggeleng pelan.
"makan siang bareng ya nanti"! harum tak menjawab.
akhirnya mobil nya telah sampai di kantor,harum turun dari mobil Nico.
dan menuju ke dalam kantor nya.
saat akan masuk ruangan,harum berpapasan dengan bram.
Bram menatap harum,tapi harum pura pura tak melihat Bram,dan masuk kedalam ruangan nya.
Bram menatap bray yang saat itu baru saja tiba.
"boleh saya bicara dengan kamu"! Bram menatap bray.
"tentu saja tuan"! Bram mengajak Bray mengikuti nya kedalam ruangan nya.
"silahkan duduk"! Bram menyuruh Bray duduk di sofa, yang ada di ruangan nya itu.
"terimakasih"!tuan mau bicara apa?" Bram tersenyum dan duduk di samping Bray.
"aku mau bicara soal harum"! Bray terdiam,dia paham apa yang akan di bicarakan Bram terhadap nya.
__ADS_1
bersambung kk