
sepanjang perjalanan itu, Bram memperhatikan sikap Laila ,yang terlihat lebih pendiam dari biasanya.
"ada apa dengan kamu Laila?" katakan saja "! saya akan coba mengerti"! Bram memandang Laila tajam.
" aku cuma kangen aja Ama emak mas"! Laila menutup perasaan nya, dia tak mau Bram tau kalau dia begitu mengharapkan perhatian yang lebih dari Bram.
" kamu sudah akan tujuh bulanan Laila" dan harum ingin anak itu di bikin acara meriah syukuran"!Laila menatap Bram, yang tersenyum kearah nya.
"Jangan tersenyum dengan ku Bram" aku tak kuat"! batin Laila.
" bagaimana caranya mas?" sedangkan aku kan bukan menantu dari tuan Andika"! Bram tersenyum,lalu di ceritakan lah segalanya rencana harum dan Nico yang mengatur nya.
Laila paham , dan menatap setuju'
tiba tiba hujan turun dengan derasnya, Bram memutuskan untuk pulang ke villa, karena cuaca tak memungkinkan untuk nya mengajak Laila berjalan jalan.
sementara itu harum dan Nico telah sampai di rumah keluarga tuan Andika.
tuan Andika yang tau harum pulang bukan dengan Bram merasa kesal.
" bagiamana si Bram itu "! papah kan sudah bilang untuk menjaga kamu" bagaimana kalau terjadi apa apa dengan cucu papah"!tuan Andika tampak panik.
__ADS_1
harum tersenyum manis, dia tau bagaimana mertua nya itu , yang begitu menginginkan seorang cucu dari nya.
" sudah berapa bulan kehamilan mu nak?" tuan Andika menatap perut'harum yang sudah terlihat membuncit.
" sudah lima bulan pah"! harum tersenyum pahit, karena kenyataannya dia tak hamil, perutnya itu hanyalah bahan ,agar terlihat hamil.
" semoga cucu papah lahir dengan selamat nak"! papah sangat berharap"! harum mengganguk pelan, hatinya amat sakit, karena dia mesti berbohong kepada orang yang begitu menyayangi nya.
Nico yang tau perasaan harum, segera mencolek harum, agar segera pergi meninggalkan tuan Andika .
harum segera pamit kepada mertuanya, untuk kekamar nya.
Nico menemani tuan Andika mengobrol di depan, seorang pelayan datang membawakan kopi hangat, berserta kue kering.
" dua hari pah"! Nico memakan kue kering dengan santai.
" aku berharap anak itu lahir dengan selamat"! karena aku sangat mengharap seorang penerus"! tuan Andika terlihat sangat serius, wajahnya terlihat di kerut kan.
" percaya lah pah " cucu mu akan lahir dengan selamat"! Nico tersenyum kearah tuan Andika.
mereka berdua saling bercerita tentang obrolan kedepannya, kelanjutan dari perusahaan yang di pegang oleh Bram.
__ADS_1
sementara itu di kamar nya harum terdiam di depan cermin, dia menatap perut palsu nya, hatinya sakit.
" maaf kan aku pah "! semua ini aku lakukan " untuk papah juga"! harum menangis pilu, seadanya papah mertua nya tau di telah berbohong, tak terbayangkan apa yang akan dilakukan oleh tuan Andika.
membayangkan sebegitu saja ,harum merasa tak sanggup.
harum mengambil ponselnya, dia ingin menghubungi Bram, tapi tak jadi, karena takut mengganggu Bram dan Laila di sana.
akhirnya harum membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur nya, mencoba memejamkan matanya, walaupun bayangan Bram selalu ada di matanya.
" tuhan " jadikan lah aku wanita yang kuat dan ikhlas"! harum menangis.
sementara itu Hana sedang menghubungi Nico , tapi tak tersambung.
" sedang apa dia"! sudah beberapa hari ini aku tak tau kabarnya"! Hana merasa kan rindu akan Nico.
sementara itu Nico yang tau ada tlp dari Hana merasa bingung, di satu sisi dia pernah bicara ingin selalu ada buat Hana.
tapi kini hatinya, begitu ingin hidup bersama Laila.
bersambung kk.
__ADS_1
di tunggu komentar nya dan klik nya serta vote ya