Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
aku yang memilih mu


__ADS_3

harum menunggu Nico pergi kekantor cabang, sementara itu harum sendiri sibuk mencari-cari pakai ibu hamil.


masuk lah dia di sebuah butik di kota itu.


mata harum menatap berkeliling,mencari pakaian yang dia mau.


tiba tiba pundak nya ada yang menepuk nya,harum menoleh, telah berdiri di depan nya seorang lelaki tampan tersenyum menatap kearah nya.


harum menatap nya tak mengerti.


"kamu lupa dengan saya harum?" harum tersenyum dan tak menjawab pertanyaan lelaki itu.


"ya "! maaf kamu siapa?" lelaki itu langsung mengeluarkan sebuah Bros berbentuk bunga mawar dan ada nama harum disana.


"ya ampun"! kamu aries"! ya kan"! lelaki uty tersenyum manis.


harum menatap lelaki itu tajam sekali, sudah lama mereka tak bertemu, waktu itu aries dan harum adalah sama sama satu sekolah,saat mereka masih duduk di bangku SMA.


dan aries meneruskan kuliah nya di kota nya, karena papah nya di pindah tugas kan.


"mana istri kamu ries?" aries tersenyum ,lalu mengangkat bahunya.


"masih sendiri aku rum"! harum tersenyum dan menaikkan alis matanya, hingga terlihat lucu dan sangat manis.


"serius"! kamu makin cantik aja ya"! harum langsung menutup wajahnya.


"dari dulu sampai saat ini kamu masih aja gombalin aku"! aries mengigit bibirnya dan mengalihkan perhatian nya kepada sekitarnya.


"suami kamu mana rum?" kan kamu udh bersuami"! harum tersenyum pahit,dan mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain.

__ADS_1


hal itu semakin membuat aries penasaran.


tiba tiba hp harum berdering,harum melihat Nico menanyakan keberadaan harum dimana.


"ok aku akan segera ke penginapan"! harum pamit kepada aries.


"tunggu rum"! aku boleh minta no TLP kamu?"tersenyum dan memberikan no TLP nya.


"ok "! makasih ya cantik"! harum mengganguk dan pamit pergi.


aries menatap ke pergian harum .


"ada apa dengan kamu harum?" kenapa mata mu seperti sedih begitu"! aries meninggalkan tempat itu .


sementara itu tuan Andika marah marah karena tau, putri telah di bawa pergi oleh Laila.


tuan Andika menelpon Bram dan meminta Bram untuk menjemput putri.


tak berapa lama Bram sudah sampai di rumahnya Laila.


Bram melihat mobil Laila ada di halaman rumahnya.


dengan cepat Bram turun dari mobilnya,dan menemui Laila yang sedang mengajak main putri dah sila.


melihat kedatangan Bram,Laila tersenyum manis.


Bram mencium kening Laila hangat.


"kamu Terlihat panik mas"! Bram duduk di samping Laila ,dan meminum es yang ada di gelas.

__ADS_1


Bram menatap putri yang asyik bermain bersama Adek nya.


"sayang"! tadi papah TLP aku"! dia meminta aku mengantarkan putri kerumah nya"Laila tersenyum, rencananya berhasil.


"tidak mas"! aku tak akan memberikan putri"untuk kamu bawa ke rumahnya papah lagi"! Bram membelai rambut Laila.


"sayang"! kamu tau"! papah akan melakukan apa saja untuk mendapatkan putri"! Laila menaikkan alisnya.


"bagus dong kalau gitu mas"! aku cuma minta hak aku saja kok"! Bram maksud dari ucapan Laila itu.


"mas kamu bilang saja sama papah "! aku tak mau mengembalikan anak ku"! walaupun dengan cara apapun"! kecuali"! papah mau merestui pernikahan kita secara resmi"Bram terdiam dengan ucapan Laila.


"mas'! anak kita sudah dua loh"! masa aku masih aja jadi istri sirih kamu"! emang nya kamu bahagia seperti ini?" Bram mengusap kepala Laila dan mengecup bibir Laila.


"ya sudah aku bicara ya sama papah"! Laila mengganguk pelan.


Laila tersenyum, karena rencananya akan segera tersampaikan.


sementara itu vino merasa kasihan dengan nasib Amelia,tapi dia tak bisa menentang ke mauan mamah nya.


mungkin mamah nya vino sudah terlalu sakit dengan Amelia.


"Vin"! mamah mohon nak"! jangan lagi kau dekati Amelia"! mamah tak akan melarang kamu nak"! untuk berhubungan dengan wanita mana pun"! asalkan jangan dengan dia"! vino terdiam tak bisa berbicara, karena hatinya masih ada rasa sayang dengan Amelia.


"kau harus ingat ya Vin"! perempuan yang sudah bisa meninggalkan suaminya"! dia akan selalu seperti itu"jika esok hari kamu ada masalah"! dia kan pergi meninggalkan kamu"!vino membenarkan ucapan mamah nya itu.


"ya mamah vino mengerti"! mamah nya memeluk vino penuh kasih.


"kmu tau Vin"! mamah cuma ingin kamu bahagia itu saja"! vino menangis di pangkuan mamah nya.

__ADS_1


"kamu tak akan bahagia bersama Amelia Vin"tapi kamu tak usah takut nak"! tuhan telah siap kan untuk kamu jodoh yang baik"vino mengganguk pelan.


bersambung kk


__ADS_2