Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
susu di balas tuba


__ADS_3

harum memalingkan wajahnya kearah bayi yang sedang tidur di sisi nya,Bram mendekati harum hendak mencium kening nya.


"Bram"! aku mohon"! biarkan aku sendiri"suara harum terdengar sangat pelan.


Bram menatap harum dengan heran.


"ada apa lagi sayang?" sejak tadi aku heran sama kamu"! kenapa marah dan bersikap aneh seperti itu dengan ku"! harum mencoba mengigit bibirnya,agar dia tidak berbicara kasar dan terkesan bodoh di hadapan Bram.


"Bram "! saat ini yang aku tau"! kau bukan lagi milik ku"!dan aku tak tau"separuh lagi hatimu dengan siapa?"Bram tertunduk diam, bibirnya tak bisa berbicara , menjawab ucapan dari harum.


"besok aku mau pulang ke rumah mamah"Bram menatap harum.


"jika kau kerumah mamah sayang"papah pasti aku menuduh kita ada masalah"harum terdiam.


"aku mohon sayang"! tetap lah kamu ada di rumah papah ya"! kasihan papah"! Bram memegang tangan harum erat.


harum menarik nafas nya dalam.


dia tak mau menyakiti hati papah mertuanya yang terlalu baik terhadap nya.


"baik lah"! Bram terlihat senang.


"terimakasih sayang"! lagi lagi Bram ingin mencium harum,tapi harum menolak nya.


Bram memohon pamit dengan harum, dengan alasan ada urusan sebentar.


harum tak menjawab nya,tapi Bram meninggalkan harum sendiri di kamar bersalin itu.


Bram menemui Laila, yang memang telah menunggu nya.


"kau lama sekali mas"! aku sudah bosan disini"! Bram mencium mesra bibir Laila.


"maafkan aku sayang"! Laila tersenyum mesra.


"sayang"! aku ingin pulang"! aku sudah tidak betah disini"! Bram tersenyum.


"baiklah sayang"! aku akan urus dulu ya biaya nya"agar kita bisa pulang"! Laila mengganguk manja.


Bram pergi meninggalkan kamar bersalin Laila, sementara itu harum menemui suster jaga,dan meminta izin untuk pulang.


"baik lah Bu"! saya akan urus dulu biaya yang mesti ibu bayar"! harum mengganguk pelan.


"cantik"! semua ini aku lakukan untuk kamu dan kakek kamu"! biarlah aku yang menjalani penderita ini"! harum mencium bayi mungil itu.

__ADS_1


tak berapa lama Bram masuk kedalam kamar Laila dan mengajak Laila untuk meninggalkan kamar bersalin itu.


"akhirnya kita bisa pulang sayang"! Bram mengecup bibir Laila gemes.


"besok kita ke rumah orang tua mu sayang"Laila menatap Bram tak percaya.


"benar kah itu mas?" Bram mengganguk pasti.


"terimakasih ya mas"aku seneng banget"udh lama gak melihat emak dan Adek aku mas"Bram menggenggam tangan Laila erat.


"maaf kan aku ya sayang"! Laila mengganguk bahagia.


tak berapa lama harum pun keluar dari kamar bersalin nya,dia sudah di bolehkah pulang.


dengan menggendong bayi nya,harum meninggalkan ruang itu.


dia tau kalau saat ini Bram pasti sedang bersama dengan Laila.


di pesan nya taksi, dengan tujuan rumah mamah nya.


sementara itu Nico mendatangi rumah Hana.


rumah itu sangat besar dan rapih.


"siapa kamu?" Abang nya Hana menatap curiga kepada Nico.


Nico pun memperkenalkan dirinya,bahwa dia teman Hana.


"ok Tunggu sebentar ya"! gw panggil Ade gw dulu"! Abang nya Hana pun pergi,tak berapa lama Hana pun keluar dari dalam rumah nya.


tatapan mata Hana dingin kearah Nico, tatapan mata tak bersahabat.


"boleh saya bicara sebentar?" Hana menyuruh Nico duduk di bangku depan rumah nya.


"ada apa lagi kamu datang kesini?" suara Hana terkesan sinis.


"saya mau minta maaf sama kamu Hana"suara Nico pelan.


"kamu mau minta maaf?" dalam soal apa?"Nico terdiam,dia juga bingung mau bicara dari mana.


karena sikap Hana begitu dingin terhadap nya.


"kami tak usah minta maaf dengan aku Nic"seharusnya kamu malu dengan sahabat ku"! apa yang sudah kamu lakukan terhadap sahabat ku?" suara Hana tajam.

__ADS_1


"maksudnya apa anah?" Hana menatap curiga.


"Nic"! kamu lupa ya?" aku ini sahabat harum"permainan apa yang sedang kalian lakukan terhadap sahabat ku"! apa kah kau buta?" kau tak lihat betapa kesedihan terlihat di bola mata sahabat ku"! Nico terdiam mendengar ucapan Hana.


"aku tak tau apa apa Hana"! Nico berbohong.


Hana tertawa sinis.


"ok lah"! kalau kamu tak tau apa apa"! tunggu aku tau sendiri ya"! ingat tuan Nico yang terhormat"! aku adalah seorang sarjana hukum"! aku tau seseorang berbohong dan tidak"! Nico terdiam.


sementara itu Bram sudah sampai di rumahnya Laila.


"sayang malam ini kamu disini ya?" Laila menatap Bram.


"tidak Laila"! aku mesti ke rumah sakit"untuk menemani harum"! tidak enak sayang"dia sudah curiga dengan hubungan kita"Laila tertunduk sedih.


Bram mencubit hidung Laila gemes.


"sayang"! besok kan kita akan ke rumahnya emak kamu"!Laila mengganguk bahagia


"baik lah sayang"! hati hati ya"! Bram pun meninggalkan Laila sendiri di rumah nya.


Laila menatap Bram dari kaca jendela ruang tamu nya.


sementara itu harum telah sampai di rumahnya mamah nya.


Bu Wati yang tau itu adalah harum, segera keluar dan menggendong bayi nya harum.


pak Gatot mengandeng harum untuk duduk di ruang tamu.


"pak"! bawa harum ke kamar nya saja pak"kasihan dia"! pak Gatot pun mengandeng harum untuk menuju kamarnya.


harum pun tiduran di tempat tidur nya, hatinya terasa nyaman di kamar nya itu.


"suami kamu mana sayang?" Bu Wati mengelus rambut harum.


harum tersenyum pura pura bahagia.


"aku diam diam kesini mah"! biar Bram mencari aku disana mah"! pak Gatot tertawa terbahak-bahak,di kira dia bercanda.


"kamu nakal rum"! kasihan nak Bram"pasti dia panik mencari kamu"! pak Gatot tertawa terus.


berbeda dengan Bu Wati, yang menatap harum penuh tanda tanya.

__ADS_1


bersambung kk


__ADS_2