Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
kehilangan


__ADS_3

Bram nampak cemas , begitu pula dengan tuan Andika dan pak Gatot.


kedua lelaki tua itu saling berdoa , Bu Wati memegang tangan Hana erat.


seolah olah minta kekuatan dari Hana.


lagi lagi Bram melirik kearah pintu kaca yang tertutup rapat.


hati nya amat takut , terlihat sekali Bram tak bisa berdoa.


walaupun pak Gatot menyuruh nya berulang kali.


tak berapa lama dokter pun keluar, Bram segera menghampiri nya.


" bagaimana dengan istri saya dokter?" Bram amat gusar.


wajah dokter itu terlihat amat tegang.


" maaf pak"! anak bapak tak bisa saya selamat kan"!


Bram menangis sedih, pak Gatot memegang tangan Bram erat.


tuan Andika menghampiri dokter dengan wajah sedihnya.


" bagaimana keadaan menantu saya dokter?" dokter terdiam sesat.


" bisa saya bicara dengan suaminya saja"! Bram mengganguk lemah


dokter itu mengajak Bram berbicara di ruang dokter.


Bram mengikuti dokter dari belakang, karena khawatir, khawatir Nico pun mengikuti Bram dari belakang.


dokter itu berhenti memandang kearah Nico, seolah menyuruh Nico untuk pergi.


namun Bram melarang nya.


" biarkan dia dokter"dia saudara saya"! Bram menerangkan ke dokter, tak perlu khawatir tentang sebuah rahasia .


dokter menyuruh Bram dan Nico duduk di sofa.


dokter memandang lekat wajah Bram.


'" maaf tuan Bram"! seperti nya kata kata saya ini " akan membuat tuan Bram sangat sedih"!


Bram terdiam dan jantung nya mulai cepat, dia seperti nya tau arah BICARA dokter.


beberapa kale Bram membaca bismillah , sebelum mendengar kata kata dari dokter itu.


" seperti nya istri anda tak bisa hamil lagi"! dokter menatap tajam kearah Bram


Bram kaget , menatap tajam kearah dokter.

__ADS_1


" maksud dokter apa?" kata kan dokter"!


Bram setengah berteriak.


Nico memegang tangan Bram , agar Bram bisa menahan emosi nya.


" tenang kan diri mu Bram"! apakah kamu tak ingin mendengar kan , cerita dari dokter" !


Bram pun terdiam menurut.


" maaf pak" rahim istri bapak terpaksa saya angkat"! dokter itu terdiam , melihat reaksi dari Bram.


" apa kah tidak ada cara lain dok ?" Bram menangis.


Nico menepuk pundak Bram , agar Bram tenang.


akhirnya dokter pun menjelaskan akibat dampak nya kalau rahim harum, tidak di angkat.


dengan penyampaian yang halus akhirnya Bram mulai mengerti.


"_ yang terpenting harum co" ! aku tak mau harum kenapa Napa"! Bram terlihat amat mencintai harum


Nico tersenyum memberikan dukungan terhadap Bram.


sementara itu tuan Andika dan orang tua harum, di ijinkan oleh dokter untuk melihat harum .


harum masih tertidur pulas karena obat bius nya


bahwa harum tak bisa punya anak lagi.


Nico berjanji tak akan cerita.


bahkan Bram pun meminta dokter untuk mengunci rapat rapat masalah itu.


Bram tersenyum melihat harum sudah sadar, tapi sesaat kemudian dia melihat harum menangis pilu.


hati Bram amat sedih , dia tak tega melihat harum meratapi anaknya.


" sayang " kamu gak boleh seperti itu"! Bram memberi kan semangat kepada harum


" maaf kan aku Bram" aku tak bisa menjadi ibu yang baik"! harum menangis pilu di pelukan Bram


hari itu harum sudah boleh pulang dari rumah sakit, tuan Andika menyuruh harum untuk istirahat total.


agar dia cepat sembuh


harum terasa terhibur dan senang, karena ada Hana yang menemani harum.


" terimakasih ya nah " aku gak tau kalau kamu gak ada"!


Hana tersenyum ikhlas

__ADS_1


" kamu gak boleh bilang terimakasih aku rum" dari dulu kan kita selalu saling membantu"!


Hana mencubit hidung harum yang Bangir.


hari sudah beranjak sore , Hana pamit sama harum .


" aku pulang dulu ya rum" esok aku kesini lagi kok"! Hana menjelaskan kepada harum, karena di lihatnya , harum tak mau di tinggal kan.


tak berapa lama mobil Bram pun terdengar sudah datang.


Hana mencium kening sahabat nya dengan kasih.


" terimakasih ya nah"! Hana melambaikan tangan nya ke harum.


harum hanya tersenyum simpul


sampai di depan rumah Hana bertemu dengan Bram dan Nico.


" kamu mau kemana nah?" Bram menatap Hana


" aku mau pulang mas"! kan udh sore"! Hanna tersenyum melihat kearah Nico.


Nico jadi salah tingkah.


Bram yang menyadari itu ,segera menyuruh Nico untuk mengantarkan Hana.


" tidak usah mas Bram"! saya biasa naik ojek online kok"!


Hana menolak nya dengan halus.


tapi Bram memaksa hana, akhirnya Hana menurut


sepanjang perjalanan Hana hanya terdiam tak bisa bergerak.


jantung nya tak mau berhenti bernyanyi.


Hana pun jadi salah tingkah , dengan rasa yang dia miliki.


" kamu " akhir pertanyaan pertama mereka pun beradu.


menyadari itu Nico tertawa kecil.


" kamu dulu nah"! Nico menyuruh Hana yang pertama bicara


Hana menggeleng


" kamu aja" biarkan saya belakangan.


Nico tersenyum lucu,


bersambung ya KK

__ADS_1


di tunggu vote nya


__ADS_2