
vino menelpon Bram,dia ingin bertemu ada sesuatu yang ingin di bicarakan.
Bram setuju dan menunjuk satu tempat untuk ketemuan.
vino menuju tempat yang di tunjuk oleh Bram.
terlihat di tempat itu seorang lelaki muda dengan kemeja putih sedang duduk menghadap arah taman.
vino menghampiri lelaki itu yang tak lain adalah Bram.
"sorry gua agak telat datang nya"! anak gua lagi rewel"! Bram tersenyum kearah vino.
"lu mau minum apa Vin?"Bram menatap vino sesaat.
vino tersenyum dengan ciri khas nya.
"biasa lah gua minta minuman yang segar aja"cuaca siang ini agak panas"! Bram memanggil seorang pelayan dan memesan minuman dua minuman dingin.
vino membakar sebatang rokok nya,dan menghisap nya dalam dalam.
"ada apa lu mau temuan Ama gua Vin?"vino menatap Bram tajam, terlihat serius mata itu.
"jawab jujur Bram"! apakah lu udh menikah sirih Ama Laila?"Bram tersenyum santai mendengar pertanyaan dari vino.
"ya Vin"! aku udh menikah dengan Laila secara sirih"! dan saat ini Laila itu isteri gua yang ke dua"! vino menatap tak percaya.
"gak percaya gua"! lu bisa serius gitu Ama dia"! padahal dulu janji lu cuma mau kawin kontrak doang"! Bram tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari vino.
"mana gua tau soal cinta Vin"! dia datang secara tiba-tiba"! dan jujur aja"! saat ini Laila telah hamil anak gua yang kedua"! vino kaget.
"lu serius Bram?" vino tak percaya,Bram mengganguk bahagia.
terlihat dari wajah Bram begitu menikmati hidup bersama dengan Laila.
hal itu membuat vino tak bisa berbicara apa apa, karena vino yakin,saat ini Bram tak mau berbicara buruk tentang Laila.
dan jika vino berbicara soal perasaan harum pun,Bram pasti tak begitu perduli.
akhirnya vino memutuskan untuk diam tak mau berbicara masalah itu.
"kapan kau akan main kerumahnya Laila Vin?"aku rasa pasti Laila senang melihat kamu"!Bram menatap vino, meminta jawaban.
"hehe"! aku pasti akan main kesana"tapi bukan untuk saat ini"! kau tau kan"! restoran ku masih butuh penanganan dari aku"! vino tersenyum menatap Bram.
"kau memang seorang wirausaha yang sangat ulet"!tak heran saat ini rumah makan mu ada dimana mana"! kedua sahabat itu pun tertawa terbahak-bahak.
sementara itu Hana datang menemui Nico di kantor nya.
kedatangan Hana tentu membuat Nico agak heran, tumben gadis judes itu datang ke tempat nya berkerja.
"tumben dan sangat mustahil kamu datang ke kantor aku Hana?" mata Nico menatap gadis itu tajam.
__ADS_1
"ada apa?"Hana tersenyum dingin.
"boleh aku meminta tolong dengan kamu?"Hana balik menatap Nico.
Nico tersenyum menatap Hana Yang berdiri di hadapan meja kerjanya.
"ayokk sini duduk"! Nico bangun menuju sofa yang ada di ruang kerjanya.
"apa yang bisa aku bantu untuk kamu Hana?"Hana duduk di depan Nico.
"aku ingin berkerja di perusahaan ini"! Nico agak kaget mendengar ucapan Hana.
Nico tersenyum agak aneh.
"kamu sedang bercanda kan ?"Hana menggeleng cepat.
"tidak Nic"! aku serius"! Nico tak langsung menjawab tapi sedang berpikir,ada apa dengan Hana.
"tak usah curiga dengan aku"! aku serius ingin berkerja di perusahaan kamu"! Nico melihat keseriusan Dimata Hana.
"tapi tak ada posisi yang bagus saat ini Hana"aku mesti cek dulu ada tidak nya posisi untuk kamu"!Hana tersenyum.
"baik lah kalau begitu"! aku tunggu berita baik nya Nic"!dan apakah saat ini kamu agak sibuk?"Nico menatap gadis itu lalu menggeleng pelan.
"aku minta antarkan ke rumahnya harum" suara Hana agak sedikit pelan.
"baik lah"! aku akan antarkan kamu"! akhirnya Nico dan Hana keluar dari ruangan itu dan menuju kearah parkiran.
"apakah kamu tak mau mempunyai seorang istri Nic?" Nico menatap hana yang tak menatap nya.
"kenapa bertanya seperti itu?" terdengar Nico tak suka.
"ya aku cuma ingin tau saja"! lagi pula kamu sudah cukup sukses dan kaya"! jadi tak mungkin tak ada cwe yang mau dengan kamu"! Nico tertawa terbahak-bahak.
"aku belum bisa mencintai wanita Hana"sekarang gantian Hana Yang tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Nico.
"atau mungkin kamu memang tak suka dengan wanita"! merah muka Nico di bilang seperti itu oleh Hana.
di hentikan nya mobil nya dan di tatapnya wajah Hana.
tapi gadis itu hanya tersenyum sinis.
"maksudnya kamu apa Hana?"Hana menaikkan alisnya.
"mungkin kamu suka sesama jenis gitu"! enteng sekali perkataan hana,tapi ucapan Hana membuat Nico naik darah.
"kamu perlu bukti ya?" Hana menatap tajam kearah Nico.
"apa "! memang kamu mau buktikan apa ke aku?"Nico tak banyak kata,dia langsung memajukan wajahnya dan ******* habis bibir Hana, sehingga gadis itu sulit untuk bernafas.
Nico menghentikan perbuatannya dan menatap kearah Hana Yang merah padam di buat nya.
__ADS_1
"aku bisa melakukan lebih dari itu Hana"! aku normal"! Hana menampar pipi Nico keras.
"seperti ini perlakuan mu terhadap gadis yang buka apa apa mu"! apa seperti ini pula kamu dengan selingkuhannya Bram"! Nico terkejut dengan ucapan Hana.
"apa kau bilang Hana?" Hana menatap tajam kearah Nico.
"jangan pikir aku tak tau permainan kalian" aku tau Nic"! cuma aku tak mau sahabat ku terluka"! Nico tak percaya ternyata gadis ini telah tau banyak.
"dan aku tak ada minat untuk berkerja dengan perusahaan kamu"! aku cuma ingin tau apa Bram di sana atau tidak"! ternyata tidak"! Nico menatap tak percaya.
sampai sebegitu nya penyelidikan Hana tentang Bram.
"aku akan bongkar nanti kebejatan bram"yang telah menduakan sahabat aku"! Tunggu saja"selesai berbicara Hana turun dari mobil Nico,dan pergi.
"sial"! apa sih mau nya gadis itu"! sungguh licik"! Nico menjalankan mobilnya menuju rumah Laila, Nico sudah di beri tahukan tentang alamat rumahnya Laila yang baru oleh Bram.
sementara itu harum sedang mengajak main putri,saat ini putri sudah berusia enam bulan.
pertumbuhan putri sangat sehat.
dan hal itu membuat harum senang dan bahagia.
karena hanya putri lah harum bisa tersenyum dan tertawa.
lupa akan Bram yang telah jauh dari hatinya.
"Bu"! harum memanggil pengasuh putri.
tak berapa lama datang lah seorang wanita masih muda.
"ajak putri ke tempat tidur nya ya"! dia seperti nya mulai mengantuk"! pengasuh itu mengganguk dan menggendong putri ,pergi menuju kamar nya putri.
tiba tiba telpon berbunyi,harum melihat nama di HP ya,nama Laila.
harum agak malas menerima telpon dari Laila.
"hallo"! terdengar suara Laila dari sebarang sana.
"ya"! ada apa Laila?" harum berbicara agak enggan.
"mba harum"! aku mau kasih tau kabar gembira mba"! Laila menjelaskan kalau dia telah hamil tiga bulan.
harum tak bisa melanjutkan percakapan itu, hatinya amat sakit., mendengar Laila telah hamil lagi.
dan berarti benar,Laila telah menikah sirih dengan Bram.
harum menangis pilu dia membanting foto pernikahan nya dengan Bram dan hatinya terasa amat perih.
"apakah aku harus bertahan disini hanya karena bapak mertua ku?" sedangkan tiap saat hati ku sakit"! harum berbicara sendiri.
bersambung ya KK.. jangan lupa ya klik dan vote nya dan komentar nya
__ADS_1