Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
biar lah aku yang tau


__ADS_3

di sepanjang perjalanan itu , harum terdiam , hatinya Bingung mau bahagian kah , tau bersedih., tapi pada kenyataannya, saat ini hatinya sangat sakit.


vino yang melihat harum seperti itu, mencoba mencairkan suasana dengan lelucon yang dia buat.


walaupun terkesan nora, vino cuma ingin menghibur harum.


sementara itu Bram sudah bangun dari tidurnya, dan dia sangat kaget, saat melihat Laila yang ada di samping nya.


Bram segera membuka pintu kamarnya, dan mencari harum, tapi dia tak menemukan istrinya., hatinya takut dan gelisah.


di carinya ponsel nya, dan dia pun menghubungi harum, terdekat suara wanita yang dia cintai di seberang sana.


Bram bertanya dia ada dimana, harum memberi tahu kan , kalau dia bersama vino , sedang jalan jalan, sebentar lagi akan balik.


lega sudah hati Bram , mengetahui harum baik baik saja, Bram segera mandi.


Laila membuka matanya , dan mencari dimana Bram, telinga nya mendengar suara air dari kamar mandi, MMM dia sedang mandi" batin Laila,


Laila meringis kesakitan, semua tubuh nya di rasakan linu, dia mengigit bibirnya.


tak berapa lama Bram keluar dari kamar mandi, Laila menatap kearah Bram, hatinya berdebar kencang, seperti seseorang yang sedang jatuh cinta.


Laila segera bangun dan keluar dari kamar Bram, Laila masuk kamar nya dan berbaring lagi di tempat tidur.


hari ini dia tak mau keluar kamar, dan tak mau bertemu dengan Bram' lelaki itu , telah membuat rasa yang aneh didalam hatinya.


tak berapa lama terdengar suara mobil berhenti, harum dan vino pun keluar dari dalam mobil.


harum melihat Bram sedang duduk di ruang tamu, sambil memainkan hp nya., harum menghampiri suaminya dan mencium pipi Bram lembut.


" sudah bangun sayang"! Bram menatap harum, dan dia merasa malu dengan wanita itu, mata nya tak mampu untuk menatap mati indah itu.

__ADS_1


" Laila mana Bram?" harum bertanya sambil mencari Laila, tapi tak ada .


" mungkin dia ada di kamar nya sayang"! Bram menjawab sambil memakan kue kering, yang ada di atas meja.


harum bangkit dari duduknya, dan menuju kamar harum , di ketuk nya pintu kamar harum.


terdengar ada Laila menjawab , harum masuk , melihat Laila masih terbaring di tempat tidur.


harum tersenyum maklum dengan keadaan Laila, karena dia tau bagaikan Bram kalau di tempat tidur.


" kamu sudah makan Laila?" harum bertanya lembut, Laila menggeleng pelan.


" nanti saja mba"! aku masih males bangun"! Laila menutup wajahnya dengan bantal.


harum tersenyum melihat tingkah laku Laila, memang kalau di lihat usia , harum lebih tua dari pada Laila.


" Laila nanti sore kita akan kerumah orang tua kamu" Laila membuka penutup muka nya, dan terbangun dari tempat tidur.


' apa "! mba mau kerumah saya?" Laila memastikan pendengaran nya, harum mengganguk.


" kamu mesti di kota kami dulu " hingga hamil" dan setelah itu kita akan balik kesini lagi " kalau akan lahiran"! harum terdiam , memandang Laila yang hanya mendengar kan omongan dari harum.


" apa kah kita akan tinggal satu rumah?" Laila bertanya dengan ragu"! harum tersenyum lembut.


" tidak Laila" saya akan tempatkan kamu di apartemen milik kami" dan aku atau pun Bram akan selalu menemani kamu"! harum memeluk Laila hangat.


" kamu mau kan Laila?" harum menatap Laila


Laila mengganguk pasti.


sore itu Bram dan harum menuju rumah Laila , sepanjang perjalanan Laila selalu bercanda dengan harum, laila terlihat sangat akrab dengan harum.

__ADS_1


Bram tersenyum melihat lelucon yang di lontarkan oleh Laila.


akhirnya mobil itu berhenti di sebuah rumah, Laila turun dan masuk , tak berapa lama emak keluar menemui harum dah Bram.


Bram menceritakan maksudnya datang kerumahnya Laila, emak menatap Laila sedih.


" sebagai gantinya emak"! emak akan saya kasih pembantu ya" biar emak tidak cape"! si emak menatap harum , lalu memeluk erat harum


" kamu cantik sekali nak" dan hati kamu sangat baik"! harum tersenyum manis


harum memberikan amplop coklat , emak menerima nya dan beberapa kali mengucapkan terimakasih.


malam itu harum dan Laila menuju kota , sedangkan vino pamit pulang lebih dulu .


" kamu tau Laila ?" hal yang paling aku harap kan saat ini "! Laila menggeleng, mendengar pertanyaan harum.


" aku ingin cepat cepat kamu hamil" dah melahirkan anak kita"! harum tersenyum tulus.


Laila menatap kearah harum dan menggenggam tangan harum erat.


" aku akan lahir kan anak kalian"! Laila tersenyum lebar.


hari itu Bram merasa menjadi seorang raja, yang di cintai oleh dua orang wanita yang paling cantik.


tiba lah Bram di hotel mewah yang ada di kota mereka, Bram satu kamar untuk Laila.


" malam ini kamu tidur disini dulu Laila" esok kita akan ke apartemen kita"! Bram pamit karena ingin menemui papah nya.


Laila mengganguk .


setelah peninggalan harum, Laila terdiam sendiri, entah mengapa dia ingin Bram Hanya milik nya.

__ADS_1


hati Laila tak ingin berbagi hati, tapi siapa lah dia, hanya istri kontrak.


bersambung kk


__ADS_2