
harum terbangun dari tidurnya,dia terdiam mengingat, akhirnya dia tersenyum.
dia ingat ini ada di kamar hotel, dengan cepat dia mandi dan segera menelepon Nico.
tapi hp Nico tidak aktif.
"kemana lagi ini orang"! harum segera berdandan dan langsung menuju kamar Nico, yang letaknya berdampingan dengan kamar nya.
di ketuk nya kamar Nico berulang kali,tak berapa lama terdengar suara ,harum penasaran dengan Nico.
segera membuka pintu kamar Nico, terlihat Nico masih tergeletak tidur di tempat tidur.
harum yang melihat Nico masih tertidur segera membangun kan Nico.
"Nic bangun"! sudah siang"! Nico menarik tangan harum hingga harum terjatuh di pelukannya.
harum yang kaget segera berusaha berontak,tapi Nico memeluk nya erat,mata Nico masih tertutup.
"Nic "! lepaskan"! harum memukul dada Nico,tak lama kemudian Nico sadar dan melepaskan pelukannya.
dia pun kaget melihat harum ada di atas tubuh nya.
"kau sedang apa rum?" harum terlihat sangat kesal,tapi harum sadar mungkin Nico sedang mengigau.
"tadi aku bangun kan kamu"! tapi kamu malah tarik aku"! Nico meminta maaf kepada harum.
"ya sudah "! aku menunggu mu di luar ya Nic"harum meninggalkan Nico yang masih di atas tempat tidur nya.
harum mengigit bibir nya, mengingat kejadian tadi,bau tubuh Nico membuatnya rindu akan Bram.
tapi dia sadar saat ini Bram bukan lagi suaminya,dia telah menghianati nya.
lama harum berada di ruang lobi hotel menunggu Nico,tak berapa lama baru Nico datang.
" kamu sudah sarapan rum?" harum menggeleng.
"kenapa?" nanti kamu sakit rum"! sore kita baru balik ya"! aku harus merapikan urusan disini dulu"!harum mengganguk pelan.
Nico melirik wajah cantik harum,ada rasa yang berbeda di hati Nico,tapi kali ini Nico membiarkan rasa itu ada.
karena dia tau,saat ini harum sendiri.
sementara itu Bram yang ada di kantor nya,merasa khawatir dengan keadaan harum disana,rasa cemburunya ada,tapi dia tak mau itu ada.
"harum bukan apa apa aku lagi"! biarkan saja lah dia mau pergi dengan siapapun"! aku tak perduli"! Bram berbicara sendiri.
tapi perasaan nya tak bisa bohong.
__ADS_1
karena kesal Bram pun membanting map yang ada di atas meja kerja nya.
lalu memanggil Bray,tak berapa lama Bray pun masuk ke ruangan nya.
"aku mau setiap ada acara ke luar kota" harus ada izin aku terlebih dahulu"! Bray tersenyum,dia tau apa maksud dari marah nya Bram itu.
"maaf tuan"! aku tak menggatur acara itu"itu semua Nico yang tau"! Bram terdiam ,dia jadi malu sendiri.
karena sikap nya seperti orang bodoh.
sementara itu Laila sedang sibuk merapikan pakaian nya.
"kita akan pulang ke rumah kita sendiri ya sila"biar nanti papah kamu menyusul" pengasuh sila membantu merapikan pakaian sila.
"kau rapihkan juga pakaian putri"! pengasuh itu kaget.
"apakah non putri juga mau di ajak nyonya?"Laila mengganguk pasti.
"ya"! dia anak aku"! tak banyak bicara pengasuh itu menuju kamar putri dan merapikan pakaian putri.
pengasuh putri yang ada disitu kaget.
"kau mau apa dengan pakaian non putri Inah?"Inah menoleh ke pengasuh putri.
"tadi aku di suruh merapikan pakaian non putri oleh nyonya"! pengasuh putri bengong.
"emang mau kemana?" Inah pun menggeleng.
"putri kesini sayang"! putri menghampiri Laila.
"putri ikut mamah ya"! kita tinggal di rumah mamah ya"! putri yang masih polos itu mengganguk pelan.
"dan kamu umi"! cepat bawa pakaian putri kedalam mobil aku"! kedua pengasuh itu pun mengganguk setuju.
Laila mengajak putri berjalan keluar menuju ke mobilnya.
sampai di luar Laila bertemu dengan pelayanan tua yang mengurus rumah tuan Andika.
" nyonya mau kemana?" Laila menatap tajam kearah pelayan tua itu.
",aku mau pulang pak"! dan putri akan aku bawa"! pelayan tua itu kaget,lalu menahan Laila.
"tunggu dulu nyonya"! tuan Andika belum bangun"! nanti beliau marah"! Laila tak perduli.
"lepas kan putri pak tua"! aku bisa saja nanti memecat mu"! karena kamu sudah kurang ajar dengan ku"! pelayan tua itu terdiam menatap kearah Laila.
"kau cukup bilang sama tuan Andika"! aku bawa anak ku"! selesai berbicara Laila pergi mendorong pelayan tua itu.
__ADS_1
"cepat kalian berdua masuk"! kedua pengasuh itu pun masuk kedalam mobilnya Laila.
dengan cepat Laila pergi meninggalkan rumah tuan Andika.
hatinya tersenyum puas.
"tak lama lagi tua Bangka itu pasti akan datang ke rumah aku"! karena kehilangan cucu kesayangan nya"!Laila berbicara didalam hati.
"kalian berdua harus menurut apa perintah aku"! karena yang memberikan gajih kalian itu aku"! bukan tuan Andika atau Bram"! ini anak aku"! tau kalian"! Laila menatap pengasuh nya lewat kaca spion.
keduanya mengganguk pasti.
"bagus"! jadi siapapun tak ada yang boleh dekat atau berbicara dengan kedua anak ku"tanpa perintah dari aku"! kedua nya mengganguk.
sementara itu Nico mengajak harum untuk makan siang di sebuah restoran mewah di kota itu.
tapi harum menolak nya.
"aku mau makan di pinggiran aja Nic"! karena aku bosan dengan makanan mahal"! Nico menatap harum dan mengganguk.
berhenti lah mobil mewah Nico di sebuah warung makan sederhana.
harum tersenyum dan turun, Nico menatap harum penuh rasa yang berbeda.
tiba tiba harum merasa kan pusing yang amat sangat, sehingga harum jatuh pingsan.
Nico panik dan bingung, akhirnya harum di bawa kesebuah klinik yang ada di sekitar situ.
wajah Nico terlihat sangat cemas,menanti bidan yang sedang memeriksa harum.
tak berapa lama bidan itu pun keluar dan tersenyum kearah Nico.
"selamat ya pak"! bapak akan menjadi seorang bapak"! Nico kaget mendengar itu,tali dia buru buru tersenyum.
"maaf Bu"! sudah berapa bulan kehamilan nya?"Bu bidan tersenyum.
"ini pasti anak pertama ya pak?" Nico mengganguk pelan.
"baru menginjak dua bulan pak"! Alhamdulillah kandungan nya sehat"! Nico terdiam, berati ini anak Bram.
Nico menghampiri harum yang masih terbaring di atas tempat tidur, matanya menatap kearah Nico yang berdiri disampingnya.
harum seperti nya merasa sedih, Nico menggenggam tangan harum dan menatap mata harum lekat.
"kamu adalah wanita yang hebat rum"! aku bangga dengan kamu"! harum menangis,dan Nico memeluk harum erat.
entah mengapa Nico begitu ingin melindungi harum, menjaganya bahkan menjauhkan harum dari Bram.
__ADS_1
di tunggu klik dan vote nya ya kk
bersambung