Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
tersakiti (2)


__ADS_3

Laila merasa bahagia karena dia dapat menikmati kemesraan bersama Bram, walaupun hanya satu malam.


dia duduk di depan teras, matahari senja memancarkan keindahan nya,ada rasa bahagia dan sedih didalam hati Laila.


entah sampai kapan dia mesti seperti ini, karena hati itu teramat sulit untuk di dustai.


Bram terbangun dan mencari Laila yang ternyata ada di teras depan, dengan pelan pelan Bram memeluk Laila dari belakang.


Laila yang tau itu Bram , menyandarkan kepalanya ke dada Bram yang bidang.


akh.. andaikan dia itu suami aku" pasti aku bahagia sekali"! hati Laila berbicara sendiri.


Bram tersenyum melihat ke manjaan yang di tampilkan oleh Laila,ya memang dalam hal ini Bram tak pernah perhatian dengan Laila.


karena dia tak mau menyakiti hati harum, yang sudah ikhlas membagi suaminya untuk wanita lain.


mengingat akan hal itu, Bram merasa sangat berdosa, dia ada di antara wanita yang baik dan penuh kasih sayang.


hal itu di sadari oleh Bram,dan hati lelaki mana yang tak tergoda dengan Laila.


" Laila" Bram memanggil nama Laila dengan lembut,Laila yang sedang melamun kaget.


" kau melamun?" Bram menatap wanita cantik di depan nya dengan gaya lucu nya.


melihat hal itu Laila tertawa cekikikan.


"ada apa mas?" Laila menghentikan tawa saat ingat tadi Bram memanggil nya.


Bram tersenyum.


"aku mau tanya tentang kelanjutan kamu?" setelah melahirkan anak kita"! apa yang akan kamu lakukan?" Laila kaget mendengar Bram berbicara soal anak kita.


kata kata itu sangat manis ,Laila menatap Bram terharu.


"kamu akan seperti apa Laila?" Laila terdiam tak bisa jawab.


"bukan aku tak tau perasaan Nico terhadap kamu Laila"! dia mencintai mu"! suara Bram pelan.


Laila menatap Bram tajam, kenapa nada bicara nya berubah,ada apa dengan dia.,Laila mendekati wajahnya kewajah Bram.

__ADS_1


"aku tak pernah berpikir tentang lelaki lain mas"! Laila menatap penuh arti,Bram menatap balik mata Laila.


"kau masih ingin dengan ku?" suara Bram pelan,Laila mengganguk pelan.


Bram menarik tangan Laila agar wanita itu ada di dalam pelukan nya.


"tapi aku tak bisa selalu ada di dekat mu Laila"! bahkan aku tak bisa adil dengan mu"suara Bram serak, seakan menahan sedih.


"aku tau itu mas"! tapi aku tak mempersoalkan itu semua"! karena aku tau mas"kau bukan hanya milik aku"! Laila pun menahan tangisnya.


perasaan kedua insan itu semakin bergejolak hebat,Bram mencium mesra bibir Laila,dan mereka saling berciuman panjang.


sementara itu harum merasa gelisah dan entah mengapa ada perasaan cemburu didalam hati nya.


walaupun dia mencoba untuk mengusir perasaan itu, tetap saja rasa itu ada.


apalagi dia tau saat ini Bram suaminya sedang bersama Laila.


air mata harum menetes membasahi pipinya.


"aku harus sabar"! hal itu tak akan lama"setelah bayi itu lahir"! Bram dan Laila sudah tidak ada ikatan lagi"! harum mencoba menenangkan hati nya.


tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.


"ya sebentar"! aku akan turun"! selesai berbicara harum segera menyuci muka nya,agar tak terlihat habis menangis.


di lihat wajah nya di cermin,harum menambah bibir merah warna coklat muda,agar tak terlihat pucat dan tak lupa perut'palsu nya.


harum pun keluar dari kamarnya menuju ruang makan, dimana mertua nya telah menunggunya.


tuan Andika tersenyum menatap kearah harum,harum mencium pipi mertuanya tanda hormat.


"duduk lah disini sayang"! bagaimana keadaan bayi mu itu?" tuan Andika menatap kearah perut harum yang buncit.


harum tersenyum.


"Alhamdulillah baik pah"! harum melanjutkan makan nya,dia tak mau banyak bicara dengan mertua nya,takut salah bicara.


sementara itu Hana mencoba menghubungi Nico,dan tersambung.

__ADS_1


dengan agak malas Nico menjawab telpon dari Hana.


"hai Nico"! suara Hana dari sana


"ya anah"! apa kabar nya kamu"! Nico berbasa basi,agar terlihat tidak kaku.


"apa kabarnya kamu disana Nic?" Sudah lama ya kita tak bertemu"! suara Hana bersemangat, sementara Nico sendiri sedang sibuk memikirkan Laila.


"aku agak sibuk saat ini nah"! jadi maaf ya" aku belum bisa main ke rumahnya kamu" terdengar suara Hana yang tertawa di paksa.


"ya aku paham kok"! ya kapan kapan kan pasti ada waktu ya"!Hana berharap.


"ya nah "! insyaallah ada kok"! udh dulu ya " aku mau rapat dulu"! maaf ya nah "! Nico mengakhiri pembicaraan nya dengan Hana.


Nico menghempaskan tubuhnya ke kasur, pikiran tak tenang saat ini, karena selalu tertuju kepada Laila.


"oh tuhan kenapa aku terlalu drama seperti ini"dia bukan wanita pertama yang aku suka"tetapi kenapa hati aku seperti ini"! Nico memukul tembok yang ada di samping nya.


sementara itu Bram membuat kan susu hamil untuk Laila.


"ini susu nya Laila"! Laila dengan malas bangun dari tempat tidur nya,tanda merah menghiasi leher Laila dan pipinya yang mulus.


"besok pagi kita pulang ke Jakarta Laila"Bram menatap wanita itu lembut.


Laila mengganguk lemah,ada rasa malas terlihat di wajah Laila.


Bram mencium kening Laila


"kita akan merayakan tujuh bulanan untuk anak kita di tempat kamu "! Laila kaget mendengar ucapan Bram.


"benarkah itu mas?" Laila merangkul Bram manja,Bram balas memeluk Laila .


"ya sayang"! Bram mengecup bibir Laila mesra.


Laila menatap Bram sesaat,ada yang berubah dari sikap dan kata kata Bram,apa kah Bram saat ini telah menyukai nya.


"ada apa kamu memandang aku seperti itu?"Laila menggeleng malu.


"mas"! apakah kamu akan mengajak mba harum juga?" Bram menggeleng pelan.

__ADS_1


"ada saat nya kita pergi berdua saja"mendengar itu Laila bahagia, ternyata Bram sudah mulai memperhatikan perasaan nya.


bersambung kk


__ADS_2