
Laila menyiapkan makan malam untuk Bram.
setelah rapih berpakaian Bram pun menuju tempat makan,disana Laila telah menunggu nya.
"ada kabar baik apa mas dari papah?" Bram menggeleng pelan,di dalam hatinya Bram berpikir kok Laila tau ya dia ke rumahnya papah nya.
"MMM kirain ada berita apa gitu dari papah"bukan kah papah kemaren menyuruh mas untuk datang ke rumahnya"! Bram tersenyum, ternyata itu.
"biasa sayang"! papah cuma berbicara masalah perkejaan"! Bram berbohong.
"OOO "! cuma perkejaan aja mas"! padahal papah bisa berbicara dengan Nico ya mas"kalau cuma masalah perkejaan"! Bram sadar kalau Laila bukan orang yang bodoh untuk di bohongin.
Laila menatap tajam kearah Bram dan tersenyum,seakan tau apa yang sedang di pikirkan oleh Bram.
"oo iya mas"! besok ibu dan Adek aku akan datang kesini mas"! kemungkinan akan menginap disini untuk beberapa hari"gak apa apa kan mas"! Bram tersenyum dan mengangguk setuju.
"terimakasih ya mas"! Laila mencium kening Bram mesra.
malam itu Bram tidak langsung tidur,tapi dia sibuk di ruang kerjanya.
sedangkan Laila langsung tertidur pulas.
Bram masih teringat ucapan papah nya, yang menyuruh nya untuk balikan lagi dengan harum
"tidak semudah itu pah"! aku balikkan lagi dengan harum"! dan aku pernah di tolak nya"dan aku tidak mau mesti mengemis kepada harum untuk hal itu"! Bram menatap cincin kawin dari harum.
__ADS_1
sementara itu
pagi pagi sekali harum sudah siap siap akan berangkat ke kantor.
baru saja harum akan melangkah,tiba tiba Bu Wati menghampiri nya.
"rum"! hari ini kamu gak usah berangkat dulu ya"! karena mamah mau jemput sepupu jauh mamah sayang"! harum kaget.
"sepupu jauh"! kok aku gak tau ya"! kalau mamah punya sepupu jauh"! Bu Wati tersenyum.
"sayang dia itu masih saudara dari nenek mu rum"! dan mamah sendiri sudah lama tak berjumpa"! terakhir berjumpa itu waktu kamu berumur lima tahun"! sekarang sudah dua puluh lima tahun"! waduh lama kan"! harum mengganguk pelan.
"apa perlu harum antar mah?" bu Wati menggeleng pelan.
"ya sudah"! mamah mau jemput dulu ya sayang"! harum mengganguk pelan.
setelah Bu Wati pergi harum segera menelpon Hana, untuk menemani nya di rumahnya.
maklum kini kehamilan harum sudah memasuki bulan ke depan lebih, sudah sering kontraksi.
jadi harum harus selalu ada yang menemani.
sementara itu Bram menatap Laila yang sudah berdandan cantik sekali.
"sayang kamu mau kemana?" Laila tersenyum manis.
__ADS_1
"aku mau jemput ibu aku mas"! kan pagi ini ibu aku datang kesini"! Bram mangut mangut.
"salam ya sayang sama ibu kamu"! bilang maaf ya "! aku gak bisa ikut jemput"! karena aku lagi sibuk banget sayang"! Laila mengganguk bahagia.
"ya sayang"! kamu hati hati ya"! Bram mencium kening Laila mesra.
sementara itu Bu Wati telah tiba di stasiun,dan menelpon sepupu jauh nya itu.
tak berapa lama pundak Bu Wati ada yang mencolek nya.
saat Bu wati menoleh, seorang ibu berpakaian mewah Sudah ada di belakang nya.
"ya ampun teteh"! Bu Wati langsung memeluk wanita itu erat.
"ya Wati"! ya ampun maaf ya teteh gak tau sewaktu suami kamu meninggalkan kemaren"Bu Wati tersenyum dan mengangguk pelan.
"ya teh"! ini siapa teh?" Bu Wati menuju kearah pemuda tampan yang berdiri di samping ibu itu.
"ini anak teteh yang bungsu Wati"! ya sudah teteh ke rumahnya kamu aja dulu ya"biar nanti saat di rumah Wati "! teteh baru tlp Laila"Bu wati mengganguk senang.
"maaf teh "! memang si Laila itu tinggal dimana?" karena terakhir kali kita ketemu"teteh masih hamil Laila ya?" Bu Laila pun mengganguk pelan.
"Laila tinggal di daerah sini Wati"! Alhamdulillah suami nya baik banget"pokoknya mah teteh Alhamdulillah banget"! suami Laila itu baik banget buat teteh sama Adek nya"! Bu Wati tersenyum bahagia, mendengar cerita ibunya Laila.
bersambung kk
__ADS_1