
harum tak bisa bohong, kalau hatinya sakit dan dia benci dengan Bram dan Laila.
kenapa mereka menyala gunakan kepercayaan nya,dan dia anggap apa hati aku ini,harum menutup wajah nya dengan bantal.
sementara Bram pergi keluar dari kamarnya,Bram ingin ke ruang kerjanya, banyak yang harus dia periksa urusan kantor nya.
tiba tiba hp nya berbunyi, dengan berlahan Bram melihat di layar hp nya siapa yang memanggil nya.
jelas disana tertulis Laila.
Bram menjawab telpon dari Laila.
"ya Laila"ada apa?" Bram mencari tempat yang nyaman untuk menjawab telpon dari Laila.
"mas"! besok aku mau minta anterin ke dokter ya"! perut aku sudah agak keras"! suara Laila terdengar seperti menahan sakit.
"kau tak apa apa kan Laila?" suara Bram cemas.
"sakit sekali mas"! perut aku"suara Laila putus putus,Bram amat cemas dan takut terjadi sesuatu dengan Laila.
"ya sudah aku kesana sekarang Laila"! Bram menutup telepon nya,dan segera kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian.
didalam kamar nya Bram melihat harum sedang membaca buku.
"kau mau ikut tidak?" Bram langsung membuka pakaian tidur nya.
harum menoleh kearah Bram dan menatap bingung.
"memang nya kamu mau kemana Bram?" harum masih asyik membaca.
"Laila kesakitan perutnya"! mendengar nama Laila harum segera berdiri dan berganti pakaian.
"aku ikut Bram"! semoga tak terjadi apa apa dengan nya"! Bram mengandeng harum menuruni tangga.
tuan Andika yang melihat mereka mau pergi, segera menghadang mereka.
"kalian berdua mau kemana?" harum tersenyum kepada papah mertuanya.
"pah "! aku mau cek kehamilan aku dulu ya"karena udh agak nakal pah" perut aku mulai sakit"! tuan Andika terlihat mulai cemas.
"apa perlu papah ikut kalian?" Bram tersenyum dan menepuk pundak papah nya.
"papah disini dulu ya"! nanti kalau ada apa apa "! Bram pasti kabarin kok"! tuan Andika mangut mangut, walaupun hatinya tak mau di tinggalkan.
Bram membawa mobilnya dengan kecepatan agak tinggi, hatinya amat cemas dengan Laila.
sementara itu Laila yang mulai merasakan kesakitan luar biasa , keringat mulai membasahi kening nya.
dan dia menjerit kesakitan.
tangan Laila memencet no Bram ,tapi no itu tidak aktif.
"aduh mas"! kamu dimana?" sakitt" tak berapa lama terdengar pintu di ketuk dari luar.
__ADS_1
Laila menjerit meminta tolong.
dengan cepat Bram masuk dan melihat Laila sedang terduduk di lantai, wajah nya terlihat pucat.
"sayang"! Bram segera membopong tubuh Laila kedalam mobilnya.
harum merasa kaget Bram memanggil Laila dengan sebutan sayang.
tapi harum membuang rasa itu jauh jauh, karena saat ini Laila sedang kesakitan.
harum duduk di kursi belakang, sementara Laila duduk di samping Bram.
Laila terus terusan kesakitan, sebelah tangan Bram menggenggam tangan Laila erat.
mata nya Bram fokus kedepan.
"mas sakit sekali"! Laila merengek kesakitan.
"sayang "! tahan ya"! mungkin anak kita akan lahir"! tatapan mata Bram kepada Laila sangat berbeda dengan tatapan mata yang dahulu.
hati harum semakin yakin, kalau Bram telah mencintai Laila.
harum mengigit bibir nya, ini adalah kesakitan yang luar biasa.
dimana suami yang kita cintai,jelas mencintai wanita lain.
tak berapa lama mobil Bram masuk ke rumah sakit bersalin,dan Laila dengan cepat di tangani oleh dokter untuk di bawa keruangan bersalin.
harum duduk di kursi yang telah tersedia di sana.
hati dan pikiran harum sedang bertengkar, antara menerima dan tidak.
"sayang maaf ya aku agak mencueki kamu"Bram menatap harum yang sedang duduk di hadapan nya.
harum tersenyum pahit,dan memasang wajah biasa biasa saja.
"ya "aku paham kok Bram"! cuma kata itu yang keluar dari bibir harum.
"kamu mau minum gak sayang?" Bram berusaha meraih tangan harum, namun harum melepaskan tangan Bram , dengan alasan ingin kekamar kecil.
harum meninggalkan Bram sendiri di depan kamar bersalin itu.
di dalam kamar mandi rumah sakit itu,harum menangis sejadi jadinya, ternyata perasaan nya selama ini itu benar.
Bram ada main dengan Laila,dan hati Bram saat ini telah terbagi.
Bram mengentuk pintu kamar mandi itu,dan harum cepat cepat menghapus air mata nya.
tak berapa lama pintu kamar mandi terbuka, harum pun keluar.
"kenapa kamu menyusul aku Bram?" bukan nya kamu harus nya menunggu dokter yang sedang memeriksa Laila"! Bram menarik tangan harum dan mengajak nya keruang bersalin.
"Laila sudah melahirkan sayang"! dan anak nya perempuan"! dia cantik"! Bram terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
"apa"! Alhamdulillah"! aku ingin melihat nya Bram"!Bram mengajak harum masuk keruangan itu,disana Laila sedang berbaring,di samping nya tertidur seorang bayi wanita yang cantik.
Laila tersenyum kearah harum,harum pun mendekati Laila dan mencium kening Laila.
"selamat ya Laila"! anak kamu sudah lahir"harum menatap bayi perempuan itu.
"mas boleh aku berbicara berdua?" Laila menatap wajah bram, meminta persetujuan.
Bram pun mengganguk setuju.
kini tinggal Laila dan harum berdua.
harum tak tau apa yang akan di bicarakan oleh Laila kepada nya.
"mba"! ini akan menjadi anak mu"! tapi ada satu syarat nya"!harum menatap Laila tajam .
"kau minta syarat apa Laila"! harum meremas jari tangan nya,dia sudah tau apa yang akan di katakan oleh Laila.
tapi dia ingin mendengar nya sendiri dari mulut Laila.
Laila menatap wajah harum dan menarik nafasnya dalam dalam.
"biarkan mas Bram menikahi ku secara sirih"dan aku rela menjadi istri kedua dari mas Bram mba"! hal itu lah yang sudah harum duga.
"kau tak salah Laila"! kau kan cuma menjadi istri kontrak dari Bram"! dan kami siap membayar mu dengan harga yang kamu mau"harum menatap tak berkedip kearah Laila.
Laila menggeleng pelan.
"tidak mba"! aku tak mau bayaran itu"aku mencintai mas Bram "! seperti mba mencintai dia"! harum melotot tak terima mendengar kenyataan ini.
"kau memang wanita nakal Laila"! ternyata seperti ini sifat asli mu"! Laila menangis tersedu-sedu mendengar ucapan dari harum.
"maaf kan aku mba"! tapi aku rasa sah saja aku meminta syarat itu sama kamu mba"kau punya segalanya"mertua yang begitu menyayangi mu"dan seorang anak "serta suami yang selalu ada untuk kamu"! lalu kenapa aku tak boleh meminta sedikit kebahagiaan dari kamu mba"! suara Laila terdengar sangat memelas.
"kau jahat Laila"! kau menusuk rasa kepercayaan ku"! kau pukul aku dengan cara kelemahan ku"! dan kau bersama mas Bram membohongi ku"; harum menahan air matanya agar tak tumpah.
mungkin karena suara ribut antara Laila dan harum,bayi itu menagis.
keduanya pun berhenti,Laila menyuruh harum untuk mengangkat bayi itu.
"gendong lah dia mba"! dia itu anak mu"! hati harum luluh saat dia menyentuh bayi mungil itu.
dia tak mau berpisah dengan bayi itu, perasaan keibuan nya lahir lagi.
di cium nya wajah bayi mungil itu,harum pun mendekati Laila yang sedang merasakan kesakitan karena mendapat jahitan di bagian ***********.
"Laila"! aku setuju kamu menikah' sirih dengan Bram"! Laila menatap harum tak percaya.
"apa mba?" bisa aku dengar ulang "! Laila menatap tak percaya dengan kata kata harum.
bersambung kk..
di tunggu dong klik dan vote nya
__ADS_1