Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
telah hilang rasa itu


__ADS_3

harum melihat cincin perkawinan mereka di jari manisnya, cincin bermata berlian itu sangat indah.


dan harum tak menyangka kalau pernikahan nya akan seperti ini, hancur dengan adanya orang ketiga.


kini usia putri telah menginjak hampir satu tahun, kurang satu Minggu.


tapi Bram mungkin tak ingat.


dan hubungan antara harum dan Bram pun semakin dingin.


sementara itu Laila sendiri sudah akan melahirkan.


Bram semakin sering tak pulang kerumahnya,dia lebih banyak berada di rumah nya Laila.


dan bila di tanya dengan tuan Andika, jawaban Bram selalu sama sibuk di kantor karena sedang ada klien baru yang mau kerja sama dengan perusahaan nya.


memang saat ini Bram sudah menjadi Seorang pengusaha yang hebat.


hal itu semakin membuat Laila tak akan mau menjauh dari Bram, dengan segala cara nya Laila mengingkat Bram agar lupa dengan harum dan anak nya.


tuan Andika tak pernah merasa curiga akan Bram, karena harum selalu menutupi tingkah laku Bram, semua dia lakukan hanya tak mau mertua nya jatuh sakit dan meninggal.


walaupun dia sendiri merasakan sakit sekian bulan.


hari itu harum berdandan dengan rapih ,dia tak lagi mau berdiam diri di rumah nya, dengan dandanan yang anggun harum keluar kamar nya, menuju ke mobilnya.


Nico yang melihat harum berubah tercegah kaget.


"kau mau kemana harum?"harum menoleh kearah Nico dan tersenyum manis.


"aku mau kekantor Nic"! apakah kamu mau ikut?"Nico terlihat masih kebingungan dengan sikap harum.


tapi dia ikut saja naik kedalam mobilnya harum,dan harum yang membawa mobilnya sendiri.


"kamu mau apa ke kantor rum?"harum tersenyum kearah Nico.


"oh ia"! aku lupa kasih tau kamu ya Nic"! semalam papah Andika yang menyuruh aku"dan meminta aku mengambil sebagian saham perusahaan menjadi milik aku"Nico kaget mendengar ucapan harum.


Nico berpikir, berarti saham itu sebagai bukan lagi atas nama Bram,tapi harum.


"kau silahkan kasih tau aku dimana ruang kerja aku"! karena mulai saat ini aku akan selalu masuk tiap harinya"! Nico mengganguk pelan.


ini akan gawat buat Bram, karena secara tidak langsung setiap urusan perusahaan,Bram harus memberi tahukan lebih dahulu kepada harum.


sampai lah mereka di PT Andika karya, yang begitu besar,harum melangkah di dampingi oleh Nico.

__ADS_1


Nico mengajak harum untuk keruangan Bram , karena ruang Bram saat ini lebih bagus di bandingkan ruangan yang lain.


Nico mengentuk pintu ruang itu, terdiam suara Bram menyuruh nya masuk.


Nico masuk sementara harum masih di luar ruangan karena sedang menelpon pengasuh anak nya.


"ada apa u Nic?" mata Bram menatap Nico yang terlihat pucat.


"kita harus siapkan ruangan besar dari lagi Bram"!Bram menatap bingung.


"untuk siapa Nic?" apakah papah mau kekantor lagi"! Nico menggeleng pelan.


tiba tiba masuk harum dengan penampilan yang sangat anggun.


"aku yang akan tempati ruang itu tuan Bram"! Bram kaget melihat harum ada di kantor nya.


"kau mau apa kesini sayang?" Bram tersenyum manis kearah harum.


"maaf tuan Bram "! panggil saya dengan sebutan nona harum"! tatapan mata harum dingin kearah Bram.


"kita sama sama punya saham di perusahaan ini"! Bram kaget mendengar ucapan harum.


"saham?" saham yang mana?"harum tersenyum dingin.


"saham papah Andika"! kini telah berubah menjadi saham milik ku"! dan aku membawa tanda bukti pengalihan nama itu"! Bram terdiam,dan menatap kearah Nico.


Bram mendekati harum yang sedang asyik membuka komputer yang ada di meja kerja Bram.


saat langkah Bram tinggal satu langkah lagi.


"tuan Bram"! aku harap anda paham dengan status saya disini"! Bram terdiam dan menatap kearah harum.


"aku dan kamu sama sama orang yang punya saham"! tolong hargai saya"!Bram mengganguk pelan.


"terimakasih"! saya akan kembali lagi besok"! semoga ruangan saya sudah siap saya tempati"! selesai berbicara harum meninggalkan Bram sendiri.


setelah kepergian harum dari ruangan nya,Bram terduduk sambil membakar rokok nya.


dia tak mengerti mengapa papah nya memberikan separuh saham milik perusahaan itu kepada harum.


sementara itu di perjalanan harum menelpon Hana,dan mereka janjian untuk ketemuan.


sampai lah harum di tempat yang di tunjuk oleh mereka berdua.


Hana Belum datang, berarti harum datang lebih cepat.

__ADS_1


selang beberapa menit datang lah Hana dengan seorang lelaki tampan.


"hai harum"! Hana mencium pipi harum dan harum membalas nya.


Hana memperkenalkan seorang lelaki itu, yang ternyata adalah saudara dari ibunya,alias paman dari Hana.


"paman ini harum"! harum menjabat tangan paman nya Hana , lelaki itu tersenyum manis kearah harum.


"Hana banyak cerita tentang kamu harum"harum menatap Hana,dan Hana terlihat pura pura tak melihat nya.


"pasti dia selalu lebay ya paman"! harum mengikuti cara Hana memanggil lelaki itu.


"maaf harum"! apakah bisa kamu panggil nama aku saja"!harum tersenyum dan Hana mencubit pinggang harum, sehingga harum berteriak kencang.


"maaf Bray"! Hana tadi mencubit aku"! harum melotot kearah Hana.


"ok aku minta maaf"! harum tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu Hana.


"btw "! kamu ajak aku ketemuan mau ngomong apa rum?"harum menepuk keningnya,dia hampir lupa tujuan awalnya ingin bertemu Hana.


lalu harum menceritakan semuanya dan harum meminta supaya Hana mau menjadi wakilnya.


tapi Hana menolak nya karena saat ini dia sudah nyaman menjadi seorang pengacara, menolong orang orang yang kesulitan dalam hukum.


lalu Hana menyuruh Bray paman nya untuk menjadi wakil CEO buat harum.


Bray tersenyum,dan harum setuju.


"kapan saya mesti berkerja Bu harum"! Bray terlihat menggoda harum.


harum tersenyum geli melihat Bray yang wajah nya mirip pangeran Arab itu.


"besok kamu boleh langsung berkerja Bray"Bray mengganguk setuju.


dan harum pun mohon pamit karena dia sudah kangen dengan anak semata wayangnya itu.


sementara Bram yang sudah pulang lebih awal mencari harum di kamar nya.


tapi kamar harum kosong,dia bertanya kepada pengasuh anak nya.


dan pengasuh itu bilang,harum belum pulang.


tak berapa lama terdengar suara mobil berhenti didepan rumahnya.


Bram yakin itu suara mobil harum,dan Bram menuju keluar rumah nya.

__ADS_1


bersambung kk


__ADS_2