
Bram membakar rokok nya sebelum berbicara,agar terlihat santai.
"saya tau apa yang akan kamu bicarakan tuan"! Bram menatap bray, dan tebakan nya tak salah, kalau Bray adalah orang yang pintar.
"apakah kamu mencintai harum?" dengan begitu saja kata kata itu terlontar dari bibir Bram.
Bray tersenyum mendengar ucapan Bram.
"aku rasa setiap lelaki yang melihat harum"pasti akan jatuh cinta dan menyukai nya"! dia cantik dan pintar" serta lembut"Bram menatap bray tak berkedip.
"kau belum menjawab pertanyaan ku Bray?"Bray tertawa lagi.
"apakah harus saya jawab tuan?" Bram terdiam,dia tau pertanyaan nya itu adalah bersifat pribadi.
"jika kau tak keberatan"! aku ingin tau Bray"Bray menatap Bram dengan santai.
"sejujurnya ya"! aku ingin kan harum bisa mencintai aku"! tapi aku tak tau"! karena hatinya masih sulit untuk di raba"! Bram tertunduk.
"kenapa tuan bertanya hal itu kepada saya?"apakah tua masih mencintai Bu harum?"Bram tak menjawab.
"terimakasih Bray kamu sudah mau aku ajak bicara disini"! akhirnya Bray pamit dan keluar dari ruangan Bram.
setelah kepergian Bray,Bram terdiam dan dia melihat jarinya yang masih mengunakan cincin kawin, yang disitu tertulis nama harum.
"aku tau rum"! kamu tak akan mau kembali lagi bersama ku"! tapi aku masih tetap ingin kan kamu"! Bram membiarkan cincin kawin itu tetap di jarinya.
siang itu Nico menelpon Hana untuk ikut makan bareng dengan harum dan Bray,Hana pun setuju, kebetulan saat ini Hana tak terlalu sibuk.
akhirnya mereka berempat pun makan siang di tempat yang sudah mereka pesan.
Hana tersenyum bahagia melihat harum Sudah bisa melupakan masalah nya dengan Bram.
mereka berempat saling tertawa dan saling berceloteh tentang makanan dan tempat hiburan yang akan nanti mereka kunjungi.
Bray merasa semakin hari rasa di hatinya semakin besar terhadap harum.
__ADS_1
tetapi sikap harum kepadanya masih biasa biasa saja.
Sementara itu Bram sedang berduaan dengan Laila.
"mas"! ini sudah satu bulan kamu pisah dengan mba harum"! kapan kamu akan bawa aku menemui papah ?" dan kamu bicara jujur dengan papah tentang aku?" Laila menatap Bram tajam.
Bram memeluk Laila dan mengecup leher mulu Laila hingga berwarna merah.
"sayang"! aku juga ingin nya cepat"! tapi jujur ya sayang"! saat ini tuh papah seperti tak ingin bicara dengan aku"!Lala menatap Bram dan melihat kejujuran di mata Bram.
"kenapa begitu mas?" bukan kah papah benci nya terhadap harum"! Kenapa papah tidak mau bicara juga dengan kamu?"Bram menarik nafasnya.
"mungkin papah merasa kecewa sayang"kan harum begitu di sayang dengan papah "!Laila terdiam.
"mas"! aku mau mobil"! aku juga ingin membawa mobil sendiri"! jadi jika aku ingin sesuatu aku tak perlu minta antara kamu"!Bram membuka kancing depan Laila.
dan mulai menciumi tubuh Laila.
"ya sayang"! nanti kita beli mobil yang kamu mau ok"! Laila tersenyum bahagia.
sementara itu vino yang sedang asyik membaca buku novel kesukaan nya,di kaget kan dengan suara ketukan pintu dari luar ruangan nya.
"ya siapa?" tak berapa lama masuk seorang wanita cantik dengan wajah hampir mirip dengan artis cina.
vino terbengong menatap kearah wanita itu.
"apakah Koko"! suara wanita itu begitu di kenal oleh vino.
"kau Amelia?" wanita cantik itu mengganguk pelan.
"ya Koko"! aku Amelia"! vino bangun dan menyuruh Amelia untuk duduk.
"dari mana kamu tau aku disini Lia?" mata vino tak lepas dari wajah cantik Amelia.
Amelia tertawa renyah.
__ADS_1
"apakah kamu lupa koh"! rumah makan ini kan rumah makan pertama kali"! aku dan koko yang buat"! vino tersenyum malu.
entah mengapa vino masih saja tak bisa santai jika berhadapan dengan mantan istrinya itu.
"kamu sedang apa di Indonesia Lia?" apakah kamu akan kembali menetap disini lagi?"Amelia tersenyum kecil,tak langsung menjawab pertanyaan dari vino.
"tidak koh"! aku belum tau"! apakah mau kembali ke Indonesia atau ke Cina lagi" vino mangut mangut.
"aku lapar koh"! vino tersadar,dan langsung memanggil pelayan nya untuk menyiapkan makan untuk Amelia.
"kamu dengan siapa disini?" Amelia terdiam, terlihat kesedihan di raut wajah cantiknya.
"kenapa Lia?" ada apa dengan kamu?" Amelia tak menjawab dia memakan hidangan nya yang sudah datang itu.
"kamu tak perlu malu dengan aku Lia" cerita lah"! biar aku tau"! Amelia menatap vino ,dan dia yakin kalau vino masih begitu mencintai nya.
"koh"! kenapa kamu belum juga menikah?" vino tertawa dengan pertanyaan Amelia.
"hehe aku udh pernah nikah sirih Lia"!tapi gagal"! Amelia tertawa pelan.
"kenapa gitu koh?" vino tak aku menjawab nya.
"aku punya anak Lia"! Amelia kaget dengan ucapan vino tadi.
Amelia menghentikan makan nya,dan menatap vino tajam.
"kokoh punya anak?" vino mengganguk pelan.
"kamu sudah sempurna koh"! dan aku turut bahagia koh"! Amelia terlihat menangis.
"bagaimana dengan kamu Lia?" Amelia meminum jus tomat kesukaan nya itu.
"aku gagal dengan pernikahan ku yang kedua koh"! karena aku tak bisa memberikan nya anak"! vino menatap sedih kearah Amelia.
"dia ingin kan seorang anak yang bisa menjadi penerus nya"! Amelia menangis sedih.
__ADS_1
bersambung ya kk