Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
berbagi kasih(2)


__ADS_3

Nico menghentikan mobilnya didepan rumah harum, rumah itu terlihat masih sama.


bersih dan sangat terawat.


harum mengucapkan salam,dan memanggil mamahnya.


tak berapa lama terdengar suara sahutan dari dalam rumah,dan harum kenal betul dengan suara itu,itu suara Bu Wati,mamah nya harum.


pintu pun terbuka dengan lebar,harum langsung memeluk mamah nya.


Bu Wati kaget saat menerima pelukan dari harum,dan Bu Wati pun memeluk putri semata wayangnya itu dengan erat.


"mana suami mu harum?" apa dia tidak ikut kesini?" harum tersenyum dan menjelaskan kepada mamah nya, kalau Bram sedang ada di luar kota.


mamah nya harum paham, kalau Bram menantu nya itu adalah pewaris perusahaan terbesar dari tuan Andika.


"mamah "papah mana?" harum mencari pak Gatot papah nya.


"sama dengan suami mu"! papah mu juga lagi tidak di rumah harum"! harum tau betul kalau papah itu memang suka keluar kota.


"berapa bulan usia kehamilan mu ini rum?"Bu Wati menatap kearah harum,harum tersenyum.


"sudah mau tujuh bulan mah"! mata harum melirik kearah Nico.


"Alhamdulillah "! akhirnya aku akan punya cucu"! wajah Bu Wati begitu bahagia.


harum mengigit bibir nya,ya Alloh sudah begitu banyak orang yang aku sayang dan hormati aku bohong,harum sudah ingin menangis,tapi Nico menggeleng pelan.


"mungkin nanti kami akan ada kan selamat'an aja mah"! Bu Wati heran mendengar ucapan harum.


"kenapa hanya selamat saja rum?" mamah mau nya cucu mamah itu di rayakan rum"harum tersenyum,dan menjelaskan kepada mamah nya, seperti dia menjelaskan kepada mertuanya.


"ya mamah paham nak"! bermalam lah disini rum"! Bu Wati menatap nya penuh harap.


"mah "! maafkan harum" tapi hari ini mas Bram akan pulang mah"!tak lama kemudian harum mohon pamit sama mamah nya.


sementara itu Bram sudah sampai di rumahnya Laila.

__ADS_1


Laila bergelayut manja di tangan Bram.


"mas "! hati hati ya"! Bram mengganguk pelan,dan mencium bibir Laila kecil.


"kamu juga ya"! hati hati "! ingat jangan keluar ya"! kalau mau apa apa tlp aja "! biar nanti bibi yang antar kan buat kamu"! Laila tersenyum bahagia.


Bram meninggalkan Laila,dia membawa mobilnya menuju rumah nya.


hatinya mulai rindu dengan harum.


sementara itu harum dan Nico sudah sampai di rumahnya,Nico langsung pamit untuk pulang, karena dia mesti menyelesaikan tugas kantor nya.


harum masuk kedalam kamar nya,dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur nya.


pikiran bay masih tak tenang , walaupun dia sudah mencoba untuk mengusir perasaan itu.


harum pun tertidur didalam keresahan hati nya, mungkin kelelahan.


Bram pun telah sampai di rumahnya,papah nya tuan Andika telah berdiri di depan rumah nya.


seperti biasa senyum yang khas selalu tampak di bibir tuan Andika.


"bagaimana urusan kamu dengan klien kamu Bram?"tuan Andika menatap tajam kearah Bram.


"Alhamdulillah lancar pah"! Bram mohon pamit mau melihat harum.


tuan Andika pun mengiyakan.


Bram melihat harum yang sedang tertidur pulas,di dekati nya harum yang sedang tertidur itu.


"sayang"! aku kangen kamu"! Bram mencium kening harum dengan lembut.


hal itu membangun kan harum, berlahan lahan harum membuka matanya.


dia melihat Bram yang sedang duduk di depan nya.


"Bram"! harum langsung bangun dan memeluk suaminya itu.

__ADS_1


"sayang"! Bram mencium bibir harum mesra.


"aku kangen kamu Bram"! harum membalas mencium bibir Bram.


mereka berdua saling berciuman mesra dan Bram membuka satu persatu baju harum.


harum menikmati setiap sentuhan Bram.


tapi saat Bram membuka bajunya.


mata harum melihat ada tanda merah tiga buah di dada Bram,entah mengapa harum tak terima.


harum memakai kembali bajunya,hal ini membuat Bram bingung.


"ada apa sayang?" kenapa dengan mu?"harum terdiam,entah mengapa dia sakit hati sekali dengan Laila.


"sayang aku kangen kamu"! Bram terus menciumi leher harum.


"Bram "! aku tak ingin"! harum bangun dan pergi ke kamar mandi,dia menutup pintu kamar mandi nya.


Bram heran , biasanya pintu kamar mandi tak pernah di tutup oleh harum.


Bram akhirnya memakai kembali bajunya dan duduk di depan tv.


sementara itu harum sendiri menangis sedih di dalam kamar mandi.


"aku rasa kau sengaja'Bram"dan kau juga Laila"kenapa kau tega lakukan itu pada ku"aku tak akan marah kau berbuat apa dengan Bram"!asal tak kau tinggalkan tanda itu"harum berbicara sendiri.


Bram mengentuk pintu kamar mandi, karena harum mandi nya terlalu lama.


"sayang"! kau sedang apa didalam?" tak berapa lama pintu terbuka,dan harum meninggalkan Bram yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.


"sayang"! kau mau makan apa sekarang?" Bram memeluk tubuh harum dari belakang.


"sepertinya aku tak ingin makan Bram"kalau kamu lapar "! kamu boleh makan sama papah ya"!Bram heran dengan sikap dingin harum.


"kau tak mau makan"! nanti kamu sakit sayang"! Bram menatap harum yang sedang asyik melihat lihat hp nya.

__ADS_1


bersambung kk


__ADS_2