
lelaki tua itu menatap hana dengan tatapan mata sangat sejuk.
"kamu siapa nak?"hana tersenyum dan meperkenal kan diri nya.
lelaki tua itu mangut mangut.
"saudara kamu saat ini sudah sehat "!dan bapak rasa sudah bisa kamu ajak pulang "!hana menatap senang, tapi berbeda dengan wanita tadi yang terlihat amat kecewa.
sepertinya bapak tua itu paham dengan tatapan mata wanita muda itu.
"ini anak saya santi"!dia gadis yang sangat pemalu"si bapak menatap santi lalu mengangguk pelan.
santi pun mengangguk kan kepalanya nya.
hana tersenyum bersahabat ,walaupun santi tidak membalas senyum hana.
"maaf pak"!apakah saya boleh melihat saudara saya?"lelaki tua itu mengangguk pelan.
dan bangun dari duduk nya ,lalu mengajak hana untuk mengikuti nya.
hana mengikuti lelaki tua itu,akhirnya lelaki tua itu berhenti di kamar paling belakang.
pak tua itu membuka pintu kamar itu, dan terlihat bram sedang berbaring di atas bale bambu.
"assalamualaikum nak"!bram kaget melihat pak tua itu telah berdiri di dalam kamar nya.
"waalaikumsalam pak"!bram bangun dari tidur nya dan duduk di pinggir bale.
__ADS_1
"apakah ini saudara mu nak?"bram menatap kearah pintu, dan melihat hana masuk kedalam kamar nya.
bram terkejut melihat kalau itu adalah hana.
"hana"!bram memeluk hana erat,air matanya menetes di pipinya.
"alhamdulillah mas"!akhirnya aku bisa menemukan mu mas"!bram mengangguk pelan ,dia tak bisa berbicara hanya air mata saja yang bisa menjelaskan nya.
"pak ini saudara saya pak"!bram memberi tahu kan.
dan bapak tua itu mengangguk paham.
"cepat lah kamu berpakaian nak "!sebelum matahari terbenam"!kamu harus keluar dari kampung ini"bram mengangguk paham.
berapa lama bram dan hana pamit,pak tua itu menyuruh putrinya santi untuk mengantarkan mereka.
"ingat pesan bapak ya nak"!jangan melihat kebelakang saat kau sudah meninggal kampung kami "!bram mengangguk kecil.
"pak"!bagaimana bila esok saya ingin bertamu dengan bapak?"lelaki tua itu tersenyum lembut.
"jika allah ijinkan nak"!kita akan bertamu kembali"bram pun di suruh cepat pergi oleh pak tua itu.
perjalanan sangat terasa cepat,karena tiba tiba saja bram dan hana telah sampai di pinggir hutan.
santi menyerah kan buntalan yang tadi santi bawa.
"ini buat kamu bram dari bapak"!hati hati lah kamu"selesai berbicara bram di suruh pergi oleh hana,dan tidak boleh menoleh kebelakang.
__ADS_1
sebenarnya hati bram ingin menoleh kebelakang, tapi hana mencegah nya.
"jangan mas"!kita harus patuh pada aturan nya"!akhirnya bram mengangguk pelan
tak berapa bram dan hana merasa kelelahan yang amat sangat, sehingga tubuhnya tidak bisa untuk di gerakan sedikit pun..mereka berdua lemas,dan terjatuh ke tanah.
sebelum bram menutup mata nya.
'hana"!jangan tinggal kan aku ya"!aku takut " hana mengangguk pelan.
akhirnya kedua nya tidak sadarkan diri,dan saat hana membuka mata nya,dia melihat wajah bray ada di dekat wajah nya.
bray tersenyum dan membisikkan sesuatu.
"alhamdulillah nah"!kamu berhasil menemukan bram"!hana langsung bangun dan duduk teringat akan bram.
tapi bray segera mencegah nya untuk bangun.
"tenang nah"!bram sudah di tangani oleh ahli nya.
"memang bram kenapa?" hana merasa penasaran.
"bram hanya mengalami luka luka yg cukup parah"tapi dokter sudah menangani nya nantinya tiba ajah teri gay buntalan yang di berikan oleh santai.
"paman apakah kau melihat buntalan yang di bungkus kain batik hitam?"bray mengangguk pelan.
"memang ada apa nah?"tadi nya mau aku buang nah"hana langsung bangkit dan menatap bray.
__ADS_1
"mana paman?"
bersambung kk