Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
bab(1)


__ADS_3

harum menangis meninggalkan Bram di ruangan nya,Nico yang melihat harum menangis langsung mengejar harum,dan menarik tangan harum.


sehingga harum pun terjatuh di pelukan Nico.


Bram yang mengejar harum hingga pintu ruangan nya,mesti melihat pemandangan itu.


pemandangan antara Nico dan harum,harum menatap Nico dan mendorong tubuh Nico dari tubuh nya.


"kamu kenapa rum?" apa yang telah di lakukan Bram terhadap mu?" harum menggeleng pelan,dia menghapus air matanya dan melangkah pergi meninggalkan Nico.


Bray yang melihat harum masuk ruangan nya, dengan wajah yang masih sedih , segera menghampiri nya.


"maaf Bu"! ada apa lagi dengan anda"! harum menggeleng pelan.


"aku tidak apa apa Bray"! terimakasih atas perhatian nya"! Bray pun tersenyum pahit,dia tau harum tak mungkin cerita dengan nya.


Nico menatap Bram yang sedang berdiri di depan pintu ruangannya.


dengan tenang Nico menghampiri Bram.


"sejak kapan kamu dah harum ada hubungan?" suara Bram terdengar sangat dingin.


Nico tersenyum datar.


"aku dan harum tak ada hubungan apa apa Bram"! walaupun sejujurnya aku ingin kan dia"Bram menatap tajam kearah Nico.


" ya kan harum bukan lagi apa apa kamu lagi"jadi wajar lah jika aku ada rasa dengan nya"! Bram tersenyum pahit.

__ADS_1


"Nic"! dia itu sedang mengandung anak gue"mata Nico menyipit,dan tersenyum.


"gue juga tau"! tapi gue yakin papah belum tau akan hal ini"! Bram menggeleng pelan.


"kenapa lu gak kasih tau papah?" apa lu gak berani'?" Bram terdiam,dia memainkan pulpen nya keatas meja.


"gue yakin kalau papah tau harum hamil"papah akan datang ke rumahnya harum"! Bram menggeleng pelan.


"papah tak akan datang ke rumahnya harum Nic"! Nico menatap tajam kearah Bram.


"kenapa begitu?" ada apa?" Bram tersenyum getir.


"karena papah merasa malu dan papah juga tau sifat papah nya harum"! pak Gatot itu"Nico mangut mangut paham.


"jadi kamu dan papah tak akan menemui harum walaupun tau harum itu sedang hamil?"Bram menggeleng juga.


"mungkin rasa sakit hatinya terhadap kamu terlalu dalam Bram"! Bram tersenyum pahit.


"dia tidak mau di dua kan dengan Laila Nic"Nico tersenyum.


"wajar Bram"! saat ini kan harum tau bahwa dia bisa melahirkan dan memberikan lu anak"pasti lah dia gak mau di madu"Nico meninggalkan Bram yang sedang bingung.


tuan Andika menelpon Laila ,meminta Laila mengantar kan putri ke rumah tuan Andika.


namun dengan tegas Laila menolak nya.


hal itu membuat tuan Andika merasa gregetan dengan Laila.

__ADS_1


tapi rasa kangen nya dengan putri membuat nya ingin pergi menemui Laila.


tuan Andika menelpon Nico,agar mengantarkan tuan Andika ke rumah nya Laila.


dengan cepat Nico menjemput tuan Andika untuk kerumah nya Laila.


di sepanjang jalan tuan Andika terlihat sangat gelisah, karena dia tau apa yang akan di ucapkan oleh Laila.


Nico memperhatikan gerak gerik tuan Andika dari kaca spion mobil.


"papah"! Nico memanggil tuan Andika.


"ada apa Nic?" sepertinya ada yang ingin kamu bicara kan"! Nico tersenyum.


"kenapa papah terlihat gelisah seperti itu.


"aku sebenarnya tak mau datang ke rumahnya Laila Nic"! tapi aku begitu kangen sama putri"dia cucu ku Nic"! Nico tersenyum.


"benar pah"! tapi Laila sangat ke terlaluan pah "! hingga menyuruh papah datang ke rumahnya"! tuan Andika tersenyum pahit.


"ya mau gimana lagi Nic"! mungkin Bram takut dengan Laila nic'! sehingga Laila bersikap seperti ini"! Nico merasa kasihan dengan tuan Andika.


tapi dia pun tak ingin memberi tahukan tuan Andika,tentang ke hamilan harum.


karena Nico ingin kan harum menjadi istrinya.


bersambung kk

__ADS_1


__ADS_2