
Nico seorang lelaki tampan dengan gaya yang keren
tapi sikap nya terlalu dingin dan terkesan cuek
banyak wanita yang mencoba mendekati nya, tetapi dia terlalu dingin , walaupun hanya sekedar untuk berkenalan.
tiba tiba hp Bram berbunyi , terlihat gambar harum di layar hp itu
" siapa Bram?' Nico bertanya penasaran
" isteri ku"! Bram tersenyum meledek
" ya ya.." aku paham "saat ini kau telah punya isteri"! Nico mencibir
tak lama kemudian Bram menutup ponsel,dan dia mendekati Nico
" aku mau mengantar harum "!
" kemana?" seolah Nico ingin tau
Bram tertawa melihat gaya teman nya yang sok kepo itu.
" kerumah mertua" makanya cepat lah kamu menikah " biar tau bagaimana nikmatnya"!
Bram meledek Nico , sambil menjulurkan lidahnya
Nico melotot,lalu melemparkan pulpen yang ada di tangan nya
entah mengapa pikiran Nico tertuju pada sahabat nya harum, ya Hana
tapi Nico ragu
"tak mungkin gadis itu tak punya pacar" Nico Bicara sendiri
di buka nya ponselnya,di carinya nama Hana disana,tapi Nico lagi lagi ragu untuk menelpon nya
sementara itu tuan Andika sedang asyik duduk di ruang santai
matanya menatap kearah tv
didepan nya tersedia makanan ringan dan segelas susu hangat
tak lama terdengar suara mobil milik Bram, harum berlari kecil menyambut kedatangan Bram
" apa kabar sayang?" Bram mencium bibir harum mesra
" tadi aku telah menelpon mamah" bahwa kita akan kesana"!
Bram menatap harum , yang begitu gembira menceritakan tentang mamahnya
maklum sejak menikah dengan Bram harum belum sempat kerumah mamahnya
selalu saja ada halangan , karena perkejaan Bram
" okelah cantik" kamu tunggu sebentar" aku mandi dulu ya"!
Bram mencubit pipi isterinya,lalu melangkah kekamar nya.
yang di ikuti oleh harum dari belakang
__ADS_1
kegembiraan terasa di keluarga pak Gatot , Bu Wati tersenyum memandang harum yang datang bersama suaminya
" apa kabar mamah?" harum mencium pipi mamahnya
Bu Wati pun membalas dengan pelukan sayang, Bram dah pak Gatot saling berbicara seputar perkejaan Bram dan usaha pak Gatot
sedangkan Bu Wati dan harum sibuk di dapur
" rum kapan kamu mau kasih Mama cucu " nak"?
harum tersenyum
" mah" harum sudah terlambat haid dua Minggu"! Bu Wati kaget dan berteriak kencang, Bram berlari kearah dapur mendengar teriakkan Bu Wati
" ada apa mah?"
Bram memandang Bu Wati khawatir
sementara harum tersenyum kecil.
Bu Wati mengecup kening Bram , Bram semakin bingung di buatnya
" selamat ya nak"! Bu Wati memeluk Bram
" ada apa ini mah?" Bu Wati tak menjawab pertanyaan Bram , dia malah pergi mengajak harum menemui pak Gatot
" pah " Bu Wati mencolek suaminya yang asyikk melihat tv
" ada apa mah"! pak Gatot masih asyikk melihat tv, tanpa menoleh kearah Bu wati.
"pah "kamu akan menjadi kakek"! Bu Wati berteriak di telinga pak Gatot
" Terimakasih" ya Alloh" kau telah dengar doa ku"!
harum tersenyum bahagia
Bram yang mendengar harum hamil , langsung memeluk dan mencium istrinya, tanpa sadar disitu ada kedua mertua nya
" sayang" Kenapa kamu tak bilang waktu di rumah?" Bram menatap penuh kasih,
di darat kan nya lagi sebuah kecupan di bibir harum
"maaf kan aku mas" aku hanya ingin memberikan berita bahagia ini" saat kita kumpul di rumah mamah"!
Bram memeluk harum bahagia
sepulangnya dari rumah Bu Wati , Bram memberi tau kan kepada tuan Andika, bahwa harum telah hamil.
dengan sangat bahagia ,tuan Andika pun memeluk harum
"terimakasih nak" kau telah memberikan aku seorang cucu"!
Bram memeluk tuan Andika penuh kasih
" mulai saat ini " tolong kamu jangan terlalu lelah nak" jaga kehamilan mu baik baik"!
tuan Andika pun memanggil semua pelayan nya , dan memberi tahukan berita bahagia itu.
" jadi siapa pun " yang melihat nona membawa yang berat berat" cepat ambil"aku tidak mau cucu ku kelelahan" di dalam perut ibunya"!
__ADS_1
semuanya mengangguk tanda mengerti
" dan tugas mu Mul" tiap hari sediakan buah buahan " untuk nona"!
pak Mul mengganguk
sejak harum hamil keadaan di rumah mewah itu berubah
semuanya tampak sibuk, tak terkecuali Bram.
walaupun usia kehamilan harum baru berajak satu bulan.
namun Bram selalu mengelus perut harum, menanyakan keadaan bayinya disana
tindakan Bram itu terkadang membuat harum tertawa terbahak-bahak.
" sayang" aku hamil baru satu bulan" dan dia belum tau apa apa "!
Bram mengecup bibir harum
" kamu salah" anak ku itu sangat pintar" dia tau akan kehadiran papah nya"!
harum cuma tersenyum kalau Bram Sudah bicara soal bayi nya
" dan kamu tau sayaang"! Bram menatap kearah harum nakal
harum paham dari sikap Bram
" tidak mas"! harum menutup tubuhnya dengan selimut
Bram menarik selimut harum ,dan melemparkannya jauh dari tempat tidur.
Bram mulai mencium bibir harum dengan mesra , mengigit nya pelan.
harum mendesah , menikmati setiap sentuhan Bram
seluruh tubuh harum tak luput dari ciuman Bram, harum merintih kenikmatan
Bram tak mau cukup satu kali dalam bercinta dengan harum
dia akan melakukan berulang kali, hingga pagi menjelang
harum tertidur kelelahan di dada bidang Bram, Bram pun tertidur sambil memeluk tubuh harum
malam itu terasa cepat berlalu
karena matahari mulai terlihat di ufuk timur
dan para pelayan dirumah besar itu mulai sibuk
pagi pagi Nico sudah siap siap ingin kerumahnya Bram.
karena ada yang perlu di bicarakan dengan Bram.
sekalian dia ingin mengucapkan selamat atas kehamilan harum
kita tunggu kelanjutannya ya KK
jangan lupa vote dan klik nya terimakasih
__ADS_1