Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
kenangan


__ADS_3

Nico seorang lelaki tampan dengan gaya yang keren


tapi sikap nya terlalu dingin dan terkesan cuek


banyak wanita yang mencoba mendekati nya, tetapi dia terlalu dingin , walaupun hanya sekedar untuk berkenalan.


tiba tiba hp Bram berbunyi , terlihat gambar harum di layar hp itu


" siapa Bram?' Nico bertanya penasaran


" isteri ku"! Bram tersenyum meledek


" ya ya.." aku paham "saat ini kau telah punya isteri"! Nico mencibir


tak lama kemudian Bram menutup ponsel,dan dia mendekati Nico


" aku mau mengantar harum "!


" kemana?" seolah Nico ingin tau


Bram tertawa melihat gaya teman nya yang sok kepo itu.


" kerumah mertua" makanya cepat lah kamu menikah " biar tau bagaimana nikmatnya"!


Bram meledek Nico , sambil menjulurkan lidahnya


Nico melotot,lalu melemparkan pulpen yang ada di tangan nya


entah mengapa pikiran Nico tertuju pada sahabat nya harum, ya Hana


tapi Nico ragu


"tak mungkin gadis itu tak punya pacar" Nico Bicara sendiri


di buka nya ponselnya,di carinya nama Hana disana,tapi Nico lagi lagi ragu untuk menelpon nya


sementara itu tuan Andika sedang asyik duduk di ruang santai


matanya menatap kearah tv


didepan nya tersedia makanan ringan dan segelas susu hangat


tak lama terdengar suara mobil milik Bram, harum berlari kecil menyambut kedatangan Bram


" apa kabar sayang?" Bram mencium bibir harum mesra


" tadi aku telah menelpon mamah" bahwa kita akan kesana"!


Bram menatap harum , yang begitu gembira menceritakan tentang mamahnya


maklum sejak menikah dengan Bram harum belum sempat kerumah mamahnya


selalu saja ada halangan , karena perkejaan Bram


" okelah cantik" kamu tunggu sebentar" aku mandi dulu ya"!


Bram mencubit pipi isterinya,lalu melangkah kekamar nya.


yang di ikuti oleh harum dari belakang

__ADS_1


kegembiraan terasa di keluarga pak Gatot , Bu Wati tersenyum memandang harum yang datang bersama suaminya


" apa kabar mamah?" harum mencium pipi mamahnya


Bu Wati pun membalas dengan pelukan sayang, Bram dah pak Gatot saling berbicara seputar perkejaan Bram dan usaha pak Gatot


sedangkan Bu Wati dan harum sibuk di dapur


" rum kapan kamu mau kasih Mama cucu " nak"?


harum tersenyum


" mah" harum sudah terlambat haid dua Minggu"! Bu Wati kaget dan berteriak kencang, Bram berlari kearah dapur mendengar teriakkan Bu Wati


" ada apa mah?"


Bram memandang Bu Wati khawatir


sementara harum tersenyum kecil.


Bu Wati mengecup kening Bram , Bram semakin bingung di buatnya


" selamat ya nak"! Bu Wati memeluk Bram


" ada apa ini mah?" Bu Wati tak menjawab pertanyaan Bram , dia malah pergi mengajak harum menemui pak Gatot


" pah " Bu Wati mencolek suaminya yang asyikk melihat tv


" ada apa mah"! pak Gatot masih asyikk melihat tv, tanpa menoleh kearah Bu wati.


"pah "kamu akan menjadi kakek"! Bu Wati berteriak di telinga pak Gatot


" Terimakasih" ya Alloh" kau telah dengar doa ku"!


harum tersenyum bahagia


Bram yang mendengar harum hamil , langsung memeluk dan mencium istrinya, tanpa sadar disitu ada kedua mertua nya


" sayang" Kenapa kamu tak bilang waktu di rumah?" Bram menatap penuh kasih,


di darat kan nya lagi sebuah kecupan di bibir harum


"maaf kan aku mas" aku hanya ingin memberikan berita bahagia ini" saat kita kumpul di rumah mamah"!


Bram memeluk harum bahagia


sepulangnya dari rumah Bu Wati , Bram memberi tau kan kepada tuan Andika, bahwa harum telah hamil.


dengan sangat bahagia ,tuan Andika pun memeluk harum


"terimakasih nak" kau telah memberikan aku seorang cucu"!


Bram memeluk tuan Andika penuh kasih


" mulai saat ini " tolong kamu jangan terlalu lelah nak" jaga kehamilan mu baik baik"!


tuan Andika pun memanggil semua pelayan nya , dan memberi tahukan berita bahagia itu.


" jadi siapa pun " yang melihat nona membawa yang berat berat" cepat ambil"aku tidak mau cucu ku kelelahan" di dalam perut ibunya"!

__ADS_1


semuanya mengangguk tanda mengerti


" dan tugas mu Mul" tiap hari sediakan buah buahan " untuk nona"!


pak Mul mengganguk


sejak harum hamil keadaan di rumah mewah itu berubah


semuanya tampak sibuk, tak terkecuali Bram.


walaupun usia kehamilan harum baru berajak satu bulan.


namun Bram selalu mengelus perut harum, menanyakan keadaan bayinya disana


tindakan Bram itu terkadang membuat harum tertawa terbahak-bahak.


" sayang" aku hamil baru satu bulan" dan dia belum tau apa apa "!


Bram mengecup bibir harum


" kamu salah" anak ku itu sangat pintar" dia tau akan kehadiran papah nya"!


harum cuma tersenyum kalau Bram Sudah bicara soal bayi nya


" dan kamu tau sayaang"! Bram menatap kearah harum nakal


harum paham dari sikap Bram


" tidak mas"! harum menutup tubuhnya dengan selimut


Bram menarik selimut harum ,dan melemparkannya jauh dari tempat tidur.


Bram mulai mencium bibir harum dengan mesra , mengigit nya pelan.


harum mendesah , menikmati setiap sentuhan Bram


seluruh tubuh harum tak luput dari ciuman Bram, harum merintih kenikmatan


Bram tak mau cukup satu kali dalam bercinta dengan harum


dia akan melakukan berulang kali, hingga pagi menjelang


harum tertidur kelelahan di dada bidang Bram, Bram pun tertidur sambil memeluk tubuh harum


malam itu terasa cepat berlalu


karena matahari mulai terlihat di ufuk timur


dan para pelayan dirumah besar itu mulai sibuk


pagi pagi Nico sudah siap siap ingin kerumahnya Bram.


karena ada yang perlu di bicarakan dengan Bram.


sekalian dia ingin mengucapkan selamat atas kehamilan harum


kita tunggu kelanjutannya ya KK


jangan lupa vote dan klik nya terimakasih

__ADS_1


__ADS_2