
bram menatap laila tajam,dan laila membuang muka nya.
rasa benci terhadap bram mulai laila rasakan, karena dia merasa saat ini bram lebih memilih harum dari pada dirinya.
nico menarik tangan laila dan mengajak nya untuk keluar dari ruangan itu.
"berhenti nic"!kamu mau bawa aku kemana?" nico menatap laila tajam.
"aku tau laila kamu masih mencintai bram"!dan aku paham kamu ingin kembali lagi bersama nya"laila terdiam.
"tapi tidakkah kamu berpikir bahwa saat ini bram itu sudah bukan milik kamu lagi"!dia sudah menjadi milik harum"!laila menangis menahan rasa kesal.
"kenapa kebahagiaan itu tidak berpihak kepada ku nic?"kenapa?"nico menatap laila tajam.
"kau salah laila"!jika kamu bicara seperti itu"ke bahagiaan yang kamu bangun diatas derita harum?"itu bukan sebuah kebahagiaan "!tapi kamu telah menghancurkan rumah tangga orang lain " nico tersenyum kecut menatap laila.
"sedangkan aku tulus ingin menikah dengan mu"tapi kamu masih saja berharap dengan bram"!seakan aku tidak ada di hati kamu laila "!laila memegang erat tangan nico.
mata laila menatap ke mata nico dan berharap nico mau mengerti akan diri nya.
"maafkan aku laila"!saat ini aku tidak lagi berharap dengan kamu lagi"!aku sadar kalau kamu tidak akan bisa mencintai ku"!laila menangis terisak insak, mendengar ucapan nico.
bram menghampiri nico dan laila,yang sedang berdiri .
"maaf kan aku bram"!aku memilih mundur dari kehidupan laila"!aku akan mencari wanita yang mencintai ku"!bukan aku saja yang mencintai dia"laila menangis sambil meremas tangan nya.
"laila "!aku akan tanggung jawab soal anak anakku"tapi aku tidak bisa balik lagi hidup bersama dengan kamu laila"!laila semakin pilu mendengar ucapan bram .
"kalian memang jahat dengan aku"!apa salah aku hingga kalian permain kan seperti ini?"mata laila tajam menatap nico dan bram.
"kau lelaki yang pertama kali mengajari aku arti mendua"!dan saat aku mau terima "!kau perlakukan aku seperti ini"!bram terdiam tak bisa menjawab.
"laila aku minta maaf "!bram memegang tangan laila.
"cukup mas"!aku tidak mau lagi menjalankan hidup seperti ini"!aku tidak sanggup mas"!laila menangis dan berlari keluar,menuju parkiran mobil.
nico menyuruh bram untuk mengejar laila ,tapi laila sudah masuk kedalam mobil nya dan pergi menuju keluar dari rumah sakit.
bram segera mengajar laila dengan masuk juga kedalam mobil nya.
dan mengejar mobil laila yang telah melaju jauh meninggal kan bram.
sementara itu harum menelpon bram dia merasa khawatir dengan bram.
tapi tlp harum tidak di angkat oleh bram.
"kamu dimana bram?"apa yang sedang kami lakukan di sana?"kenapa aku merasa cemas ya"!harum menatap andika kecil yang tertidur pulas.
"sayang"!kamu akan selalu mamah jaga "!Jangan pernah takut ya sayang "!
__ADS_1
tiba tiba tlp berbunyi .
harum melihat ponsel nya,dan disana tertulis nama nico.
harum segera mengangkat tlp itu,dan terdengar suara nico dari seberang sana.
"Ya nic"!ada apa?"nico terdengar sangat cemas.
dan menyuruh harum dan tuan andika untuk datang ke rumah sakit.
dengan tergesa gesah harum menutup tlp dari nico dan menuju kamar tuan andika, yang berada di lantai bawah.
di ketuk nya pintu kamar tuan andika.
terdengar sahutan dari dalam kamar,tak berapa lama tuan andika membuka kan pintu kamarnya.
dan tuan andika kaget melihat harum berdiri di depan pintu kamar nya.
"ada apa harum?"harum menceritakan semua yang tadi di tlp nico.
tuan andika segera berganti pakaian dan mengajak harum untuk menuju kerumah sakit tersebut.
sepanjang perjalanan itu,harum dan tuan andika tak berbicara.
mereka terlihat sangat tegang dan cemas.
tuan andika segera menghampiri nico dan memegang pundak nico.
"ada apa dengan bram nic?"mata tuan andika terlihat amat takut.
nico terdiam,dan memegang tangan tuan andika.
harum menatap dengan perasaan tak menentu.
"papah"!papah harus kuat pah"!tuan andika langsung berteriak kencang memanggil nama bram.
dan harum memeluk papah mertua nya.
tak berapa lama dokter datang dan nico segera menghampiri dokter tersebut.
"bagaimana keadaan kak saya dok?"dokter itu menggeleng pelan.
tuan andika lemas dan hampir terjatuh, sedangkan harum berusaha kuat dengan membaca istighfar.
"keduanya sudah meninggal pak"!dan kamu tidak bisa menolong nya"!nico menangis memeluk harum dan tuan andika.
tuan andika jatuh pingsan.
nico dan dokter yang ada di situ segera membawa tuan andika ke sebuah ruangan yang ada di rumah sakit tersebut.
__ADS_1
"tolong di periksa juga keadaan papah mertua saya dok"!harum menangis pilu.
nico memegang erat tangan harum,harum menjatuhkan kepalanya di pundak nico tampa sadar.
"kamu harus kuat rum"!aku yakin kamu bisa.
harum tidak menjawab ucapan nico,air matanya menetes di pipinya yang mulus.
"Ini berat sekali nic"!apakah aku sanggup "?nico mengangguk pasti.
"kamu bisa rum "!,tak berapa lama seorang dokter keluar dari dalam kamar itu.
dan menatap kearah harum.
"maaf bu"!apakah ibu yang bernama harum?"harum mengangguk pasti.
"masih masuk bu"!pak andika ingin berbicara dengan ibu harum"!harum dan nico pun masuk kedalam ruang itu.
tampak tuan andika terbaring lemah,mata nya menatap kearah harum dan nico.
harum menangis dan menghampiri tuan andika.
"papah "!papah harus kuat dan cemas sembuh pah"andika sangat membutuhkan papah"!tuan andika terlihat meneteskan air matanya.
"harum "!mau kah kamu memenuhi permintaan papah yang terakhir nak?"harum mengangguk dengan sedih.
"Ya pah"!harum akan lakukan apa pun itu"!tuan andika tersenyum puas.
matanya menatap tajam kearah nico,dan terbatuk batuk.
dan seorang dokter menyuruh tuan andika untuk beristirahat dan menyuruh harum dan nico keluar dari ruangan itu.
tapi di parang oleh tuan andika.
dan akhirnya dokter itu mengalah.
"nico "!menikah lah dengan harum"!,papah akan wariskan semua kekayaan papah untuk harum dan anak nya"!menikah lah dengan nya"!dan jaga cucu cucu papah "!urus lah anak laila juga"!karena dia juga cucu papah"!nico mengangguk pasti,dan menatap kearah harum .
seakan meminta kepastian dari harum.
dengan perasaan yang sedih,harum mengangguk setuju.
tak berapa lama kemudian tuan andika pun menghembus kan nafas terakhirnya.
harum menangis dan berteriak kencang.
nico memeluk tubuh harum erat, dan menarik nya untuk duduk di sofa yang ada di kamar itu.
bersambung kk
__ADS_1