
harum menggulangi perkataan nya hingga dua kali,tak berapa lama Bram masuk dan mengajak Nico.
"Nic " atur semua seakan akan harum yang melahirkan "! harum menatap Laila ,dan Laila mengganguk setuju.
satu ruangan sudah di siapa kan,dan dokter pun telah di atur semua oleh Nico.
agar seolah olah harum yang melahirkan.
tak berapa lama kelurga harum datang,tak ketinggalan Hana pun ada disana.
Bu Wati menatap putri kecil yang tertidur di samping harum.
dengan penuh kasih sayang Bu Wati mencium pipi bayi itu.
"kau cantik sekali sayang"! mirip dengan mamah mu"! harum tersenyum bahagia.
pak Gatot papah nya harum pun mendekati cucu nya, dan memberikan satu ciuman juga di pipi bayi mungil itu.
Hana menatap kearah harum dan tersenyum bahagia.
"akhirnya aku punya keponakan juga ya"harum tersenyum.
"kau tau rum"aku telah mempunyai satu nama untuk anak mu"! Nico menarik tangan Hana dan membawa nya keluar ruangan.
Hana menarik tangan nya dan menatap Nico bingung.
"kenapa kau menarik tangan ku Nic?" Hana menatap tak suka,apa lagi hati nya sudah berusaha untuk tidak memperdulikan keberadaan Nico lagi.
Nico menatap dingin kearah Hana.
"kau tau kenapa aku tarik kesini?"Hana terdiam,tak mau terlalu akrab lagi dengan lelaki itu, mungkin saat ini lelaki yang ada di depan nya sedang mencintai wanita lain.
"sudah lah Nic"! aku tak mau tau"aku mau masuk kesana lagi"! kalau kamu keberatan akan adanya aku"! aku bisa kok langsung pulang"! perkataan Hana membuat Nico salah tingkah, kenapa dengan gadis ini.
"tunggu dulu"! aku tak bermaksud seperti itu"Nico meraih tangan Hana , namun gadis itu menepis tangan Nico dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
Nico segera mengejar Hana, yang dia kira pergi ke tempat harum, tapi salah,hana langsung pergi meninggalkan rumah sakit bersalin itu.
hati nya Hana sudah tak mau lagi mengenal Nico.
harum yang melihat Nico datang cuma sendiri, segera bertanya kemana Hana.
di tanya seperti itu Nico tak bisa menjawab.
tak berapa lama kemudian tuan Andika datang,di temani seorang gadis, yang tak lain Hana.
tuan Andika langsung menjelaskan,dia bertemu Hana di depan rumah sakit,saat tuan Andika bingung kamar mana harum.
Nico menatap kearah Hana, namun gadis itu membuang mukanya,tak mau menatap wajah Nico.
__ADS_1
tuan Andika menanyakan keberadaan Bram, dengan cepat Nico bicara kalau Nico sedang keluar sebentar urusan kantor.
padahal harum tau, Nico sedang bersama Laila di ruangan sebelah.
sementara itu Bram sedang duduk di samping Laila dan menggenggam tangan Laila.
"mas"! apakah bisa aku menikah dengan mu secara sirih?"Bram menatap Laila tajam.
"maaf mas"! tadi aku sudah berbicara dengan mba harum"! dan dia setuju"! asalkan anak aku untuk nya"! Bram menatap tak percaya dengan ucapan Laila itu.
"aku tak berbohong mas"! silahkan nanti mas tanya sama dia"! wajah Laila cemberut.
dengan gemas Bram mencium bibir Laila mesra.
"baiklah aku akan nikahi kamu secara sirih"dan itu kita lakukan di rumah kamu ya"!Laila mengganguk bahagia.
"akan aku berikan kamu anak yang banyak mas"! agar kamu tak merasa kesepian"Bram mencium kening Laila mesra.
Bram lupa kalau di kamar samping ada harum yang mengharapkan ke datang nya.
"kapan aku bisa pulang sayang?" Laila merajuk manja.
Bram tersenyum menatap kearah Laila.
"tunggu sayang"! aku belum bicara kepada dokter nya"! jadi kamu sabar dulu ya sayang"laila mengganguk pelan
sementara itu
tak berapa lama kemudian, Bram pun sudah ada di kamar harum.
harum melihat kearah Bram semakin sedih, karena di leher Bram bertambah lagi satu kecupan.
harum tau tanda itu baru saja di buat oleh Laila.
Bram tersenyum kearah harum,tapi harum hanya terdiam,dia bingung harus kah marah.
atau bagaimana?" di satu sisi dia sudah setuju kalau Bram menikahi sirih Laila.
tapi kenapa mesti ada tanda itu.
Bu Wati yang melihat anak nya murung, langsung menghampiri harum.
"ada apa harum?" kenapa kamu murung sayang"! harum mencoba untuk tersenyum.
walaupun senyuman itu hanya seperti guratan kekecewaan .
"tidak mah "! aku cuma tak sabar ingin pulang"harum berbohong lagi.
Bram mendekati harum,dan mencium kening harum, tapi harum hanya diam saja.
__ADS_1
Bram menatap kearah harum,ada air mata di mata indah itu.
"kamu kenapa sayang?" harum terdiam tak menjawab.
Hana mendekati sahabat nya,Hana seperti nya tau apa yang terjadi dengan sahabat nya itu.
"harum"! harum menatap Hana,dan air mata itu tak bisa lagi di tahan.
Hana segera mengusap air mata itu agar tak terlihat Bu Wati dan pak Gatot, orang tua harum.
kedua orang tua harum mohon pamit, begitu pun tuan Andika.
tinggal lah Hana dan Nico.
Hana menggenggam tangan harum erat.
"mas Bram "! maaf kan aku"! Bram menatap kearah Hana .
"ada apa Hana?" Hana menatap kearah harum dan Nico.
"ada ala dengan kalian?" apa yang kalian sembunyi kan dari aku"! Bram dan Nico bingung dengan pertanyaan Hana.
Hana tertawa sinis,hal itu tak bisa di pahami oleh Bram dan Nico.
"baik lah kalian tidak mau kasih tau aku"jangan sampai hal buruk yang kalian simpan"! aku tau dan lihat"! selesai berbicara Hana mencium pipi harum.
"harum"! aku pamit ya"! aku gak kuat dengan ke bohong yang kalian ciptakan"! jika kamu sudah siap jujur sama aku rum"! aku akan datang sama kamu"! selesai berbicara Hana meninggalkan harum yang masih menangis.
Nico segera mengejar Hana,dia ingin tau apa yang Hana sudah ketahui.
"tunggu Hana"! dengan kata tajam Hana menatap kearah Nico yang berdiri sejajar dengan nya.
"apa maksud dari omongan kamu tadi?" Nico menatap tak sabar.
"sebagai sahabat dari masih kecil"! dan aku telah anggap harum adalah kakak aku"aku tau apa yang sedang terjadi dengan harum saat ini"!ada yang tak wajar di rumah tangga Nya"tapi aku tak tau apa itu"! Nico menatap tajam kearah Hana,dan dia salut dengan gadis itu, yang mempunyai naluri yang tajam.
"kamu dan mas Bram tak mau bicara jujur dengan aku"! ok aku tak memaksa"tapi jika aku melihat dan tau bahwa sahabat ku tersakiti"! aku tak akan main main lagi " terutama kamu"! selesai berbicara Hana pergi meninggalkan Nico yang masih berdiri bengong.
dia tidak menyangka kalau Hana bisa setegas itu.
sementara itu Bram menatap kearah harum yang mulai bangun dan duduk.
"kamu mengizinkan aku menikah dengan Laila secara sirih sayang?" harum mengganguk pelan.
"kau serius?" harum mengganguk pelan lagi.
sayang aku ingin kamu bicara"! bukan seperti ini"! harum menatap Bram tajam, tatapan penuh kebencian.
"Bram "! aku pernah berjanji sama kamu tak akan pernah tinggal kan kamu"! dan aku tak akan ingkar janji.
__ADS_1
bersambung kk