Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
bab(5)


__ADS_3

Bram menatap harum,entah mengapa perasaan nya jadi sakit,dia tidak terima melihat harum tertidur di pundak Nico.


Laila menatap Bram lalu mencubit tangan Bram dengan kuat.


"aku tau ya mas "! apa yang sedang kamu pikirkan"! dan aku cemburu"! Bram terdiam dan menahan sakit di tangan nya.


Nico melirik kearah bram,Nico tau kalau Bram pasti punya rasa cemburu, terlihat dari tatapan mata Bram yang selalu menatap kearah mereka berdua.


dan berapa lama hujan pun berhenti,dan benar ada beberapa orang lelaki yang mengangkat pohon tumbang itu.


Bram dan cs kembali melanjutkan perjalanan nya ke kantor cabang.


"maaf Bram"! ada baik nya kita langsung ke hotel saja"! kasihan harum seperti nya dia tidak enak badan Bram"! Bram menatap kearah harum yang masih tertidur itu.


"baik lah"! Laila menatap Nico penuh rasa kesal.


mobil pun berhenti di hotel yang telah di pesan oleh mereka.


Nico membangun kan harum , karena mesti turun dari mobil.


"kita sudah dimana Nic?" Nico tersenyum manis.


" kita ada di hotel rum"! biar besok pagi kita selesaikan semua nya"! lagi pula kan acara nya besok pagi"! harum mengganguk pelan.


"biar aku yg bawakan barang barang kamu rum"! harum mengganguk pelan.


Nico mengantarkan harum sampai depan kamar hotel nya.


"terimakasih ya Nic"! aku istirahat dulu ya"badan aku pegel semua"! Nico mengganguk,dia paham kalau pada saat ini pasti badan nya harum pada sakit.


sementara itu Bram dan Laila telah masuk kedalam kamar hotel.

__ADS_1


" mas "! Bram menatap Laila.


"ada apa sayang?"Laila bergelayut manja di tangan Bram.


"kapan kamu mau nikahin aku secara resmi mas?"aku telah bosan masih memegang status istri sirih kamu"! Bram menatap Laila dan mencium bibir nya mesra.


"sayang aku tak akan ingkar dengan ucapan ku"! tapi kamu sabar ya sayang"! Laila mengganguk pelan.


"tapi jangan terlalu lama mas"! aku takut mas"Bram menatap Laila lalu mengganguk pasti


"aku tak akan membiarkan kamu menunggu lama sayang"! Bram membopong tubuh Laila keatas tempat tidur nya,dan malam itu mereka melakukan tugas mereka.


pagi pagi sekali harum bangun,dia ingat semalam dia tak makan,pas habis sholat subuh, perutnya langsung berbunyi minta di isi.


saat harum keluar dari kamarnya,tiba tiba dia melihat Nico yang sedang berdiri di halaman hotel.


"harum"! harum tersenyum manis kearah Nico.


"aku lapar banget Nic"! sepertinya bayi ku juga lapar"! Nico tersenyum lebar, mendengar lelucon harum.


"ayokk aku temani ya kamu sarapan"! harum mengganguk pelan.


"rum"! harum menatap Nico,dan tersenyum manis.


Nico menatap harum tertenguh.


"kamu cantik banget harum"! dengan wajah polos kamu yang Tampa polesan make up"harum mencubit Nico.


"kamu gak usah merayu'wanita yang sedang hamil ya"! Nico meringis.


"kenapa coba"! emang kamu cantik rum"andaikan"! harum melotot kearah Nico,hal itu semakin membuat harum terlihat manis.

__ADS_1


Nico dan harum tak sadar kalau Bram memperhatikan mereka berdua.


"rupanya kamu semakin berusaha untuk mendekati harum Nic"! Bram berbicara sendiri.


"dan aku tak akan rela Nic melepaskan harum untuk kamu"! apalagi saat ini ada anak aku di rahim harum"!Bram memukul tembok di samping nya.


sementara itu tuan Andika terbangun dari tidurnya dan mengambil hp nya,dia segera menelpon Bram.


Laila terbangun dari tidurnya karena bunyi suara hp Bram.


"mas "! dimana kamu?" laila bangun dari tidur dan menuju kearah luar kamar hotel.


matanya mencari Bram.


dan dia melihat Bram sedang berdiri di taman.


"sedang apa dia disitu?" laila menghampiri Bram, sedang kan Bram tidak sadar akan kedatangan Laila.


mata laila melihat harum dan Nico sedang duduk berdua di taman itu.


"MMM"! rupanya dia masih saja perhatikan tingkah laku harum"! Laila berbicara sendiri.


"rupanya kamu disini mas"! Bram kaget saat tau ada Laila di samping nya.


"kamu sedang apa disini mas?" Bram tersenyum.


"sayang"! kamu sudah bangun"!


Laila tersenyum pahit.


"kamu tidak jawab pertanyaan aku mas"! Bram menarik tangan Laila untuk menjauh dari tempat itu.

__ADS_1


bersambung kk


__ADS_2