
mata Bu Odah menatap Laila dan Bram,Bram tak dapat berbicara apapun.
begitu pun Laila, harum menatap Bu Wati dan menghampiri mamah nya itu.
"sudah lah mah"! aku dan Bram sudah tidak ada apa apa lagi"! kami sudah resmi berpisah"Lalu apa lagi yang akan di bicarakan"! mata Bu Odah menatap kearah jalan di mana ada mobil berhenti disana.
keluar lah lelaki yang sangat mereka kenal, yaitu tuan Andika bersama dengan Nico.
lelaki tua itu kaget saat melihat ada Bram dan Laila Disana.
"kalian ada disini juga?"keduanya mengganguk pelan.
mata tuan Andika menatap tajam kearah harum yang saat ini berperut buncit.
harum menghampiri tuan Andika dan mencium pipi lelaki tua itu,tuan Andika memegang tangan harum erat.
"rum"! boleh lelaki tua ini meminta sesuatu sama kamu nak?" harum menatap lelaki tua yang bekas mertuanya itu.
lelaki tua itu masih menyayangi nya.
"ya pah"! jika itu mudah untuk harum lakukan"pasti akan harum lakukan"! tuan Andika menatap dengan tatapan mata sayu, seakan itu tanda memohon nya kepada harum.
"rum anak mu adalah penerus keluarga kami"anak yang selalu papah rindukan"harum tersenyum menatap tuan Andika.
"papah mohon rum"! kamu mau balikan lagi dengan Bram "! atas nama anak ini rum"Bram menatap kaget dengan ucapan papah nya itu.
"pah"! harum menggenggam tangan tuan Andika.
__ADS_1
"saat ini Bram sudah punya istri pah"! dan dengan Laila dia terlihat bahagia"! sebagai sesama wanita"! aku tak mau merusak hubungan mereka"! Laila merasa terharu mendengar ucapan harum yang begitu bijaksana.
"rum"! aku yang salah"! Laila mendekati harum dan menangis pilu.
"aku yang merusak rumah tangga kalian berdua"! bahkan aku yang selalu berusaha agar mas Bram meninggalkan kamu"! Bram mengigit bibirnya sendiri.
Laila memegang tangan harum,dan menatap wajah cantik harum.
"aku rela rum jika kamu ingin kembali lagi bersama dengan mas Bram"! karena aku sadar rum"! aku hanya orang kedua diantara kalian"! harum memeluk Laila erat.
"tidak Laila"! aku tidak mau menjadi wanita yang egois"! kamu dan anak mu lebih butuh Bram"! Bram menatap harum dan mendekati harum.
"rum"! ijinkan aku memperbaiki semuanya"kita urus anak kita bersama ya"tuan Andika memegang tangan harum dan Bram.
"papah mohon ya rum"! kembali lah bersama Bram"! harum menatap Bu Wati ,Bu Wati mengganguk setuju.
Hana pun memegang tangan harum,dan berbisik pelan.
akhirnya harum mengganguk pelan,dan Bram memeluk harum erat,tiba tiba harum merasa kan mules, rupanya harum mau melahirkan.
akhirnya harum di bawa ke rumah bersalin terdekat.
Bram selalu ada di dekat harum,air mata Bram membasahi pipinya yang tampan.
"sayang maafkan aku ya"! aku tak akan menyakiti hatimu lagi "!aku janji sayang"harum menangis menahan mules dan terharu atas ucapan Bram.
sementara di luar ruangan tuan Andika sibuk mondar-mandir, hatinya amat cemas menunggu kelahiran cucu nya.
__ADS_1
tak lama kemudian pintu ruang bersalin pundi buka, seorang dokter wanita keluar dengan senyum manis.
tuan Andika langsung menghampiri dokter tersebut.
"maaf dokter gimana keadaan menantu saya?"dokter itu pun tersenyum kearah tuan Andika.
"Alhamdulillah pak ibu dan anak nya selamat"bayinya laki laki pak"! sehat dan tampan mirip bapak nya"! tuan Andika langsung masuk, yang di ikuti oleh yang lainnya.
"Alhamdulillah"! terimakasih rum kamu sudah berikan papah cucu laki laki"! akan papah wariskan semua kekayaan papah kepada nya"Bram dan harum tertawa bahagia.
tapi mereka segera terdiam manakala melihat Laila.
"Laila anak kamu tetap cucu papah"! walaupun nanti Bram akan menalak kamu"anak kamu tetap ada hak atas kekayaan papah"!nanti akan papah atur itu"! Laila mengganguk sambil tersenyum.
Laila sadar dia tak akan mendapatkan restu dari tuan Andika sampai kapanpun, karena menantu nya hanya harum yang dia anggap.
Laila pamit pulang kerumahnya,dan Bram mengejar Laila.
"tunggu Laila"! Laila menatap Bram ,lalu berhenti.
"ada apa lagi mas?" Bram menggenggam tangan Laila,dan menatap bola mata wanita itu.
ada kristal bening yang semakin jelas menetes di pipi nya yang putih.
"maafkan aku Laila"! walaupun aku masih sangat mencintai mu"! tapi semua ini mesti seperti ini jadinya"!Laila mengganguk sedih.
"aku paham mas"! ini semua bukan salah mu"aku tak akan membenci mu mas"! walau bagaimanapun kamu adalah bapak dari anak ku"! Bram mengecup kening Laila.
__ADS_1
"sekali lagi maafkan aku Laila"! Bram pergi meninggalkan Laila yang masih menangis pilu.
bersambung kk