
Bram tak menghiraukan ucapan dari Laila,Bram menarik tangan Laila untuk menjauh dari tempat itu.
"cukup mas"! Laila menghempaskan tangan Bram dari tangan nya.
"kau ada apa mas?" jangan jangan kamu ingin kembali lagi dengan mba harum mas"! mata Laila tajam menatap Bram.
Bram tersenyum.
"kamu jangan terlalu berlebih-lebihan Laila"aku gak suka cara kamu menuduh aku"Laila tersenyum kecut.
"kau bisa berbicara saat ini seperti itu mas"walaupun sejujurnya kamu memang masih mencintai mba harum"! Bram terdiam,dia mengakui perasaan Laila yang begitu tajam.
"ingat mas"! aku akan mengalah dan pergi dari kehidupan kamu"! dan aku tak meminta apapun dari kamu"! tapi jangan pernah kamu datang lagi didalam kehidupan ku"! Laila pergi meninggalkan Bram yang terdiam di situ.
siang itu pertemuan dengan klien nya pun berjalan lancar,Nico dan harum tampak duduk berdampingan.
sementara Bram dan Laila duduk saling berdiam diri.
harum meminta Nico untuk cepat pulang, karena Bu Wati menggambarkan kalau keadaan bapak nya,pak Gatot sedang sakit.
"aku khawatir sekali Nic"! papah punya penyakit jantung Nic"! Nico menggenggam tangan harum memberi kan semangat.
"selesai ini kita langsung pulang rum"harum mengganguk pelan.
sementara itu di rumah sakit pak Gatot menatap lekat wajah Bu Wati isteri nya.
"mah"! dengar kan permintaan ku yang terakhir ya"! Bu Wati menggeleng pelan,air matanya berlinang membasahi pipinya.
"Jangan bicara seperti itu pah"! aku mohon pah"! aku belum sanggup kamu tinggal sendirian"! pak Gatot tersenyum ,wajah nya terlihat semakin pucat.
__ADS_1
"mah kamu tidak boleh seperti itu mah"karena waktu bagaimana kamu harus bisa menjadi contoh baik"! untuk anak kita harum"Bu Wati semakin keras tangisan nya.
"mah"! jangan biarkan harum kembali lagi sama Bram"! papah terlanjur sakit hati sama dia mah"!Bu Wati mengganguk pelan.
air mata Bu Wati berlinang membasahi pipinya yang mulai keriput.
"mah "! aku mengantuk"! aku mau tidur dulu ya"!Bu Wati mengganguk.
sementara itu acara di kantor cabang pun sudah selesai,harum mendekati Bram yang masih duduk bersama Laila.
"Bram"! sepertinya aku harus pulang lebih dulu"! Bram menatap harum yang tumben mau bicara menghampiri nya.
"ada apa memang rum?"Bram seperti ingin tau.
"papah ku lagi sakit"! saat ini ada di rumah sakit"! Bram kaget mendengar pak Gatot ada di rumah sakit.
"kalau begitu kita sama sama ya kerumah sakit nya"! harum menatap Bram sesaat.
"gak apa apa rum"! lagi pula aku ingin melihat nya"! boleh kan"! Bram memaksa.
akhirnya harum pun mengizinkan nya.
maka mereka pun pergi ke bandara siang itu juga.
didalam perjalanan pulang harum menelpon Bu Wati, menanyakan keadaan papah nya.
terdengar Bu Wati menagis disana,dan meminta harum kelas pulang.
"ya mah "! harum menagis sedih.
__ADS_1
Bram yang memperhatikan harum , Laila menatap Bram .
"mas"! Bram menatap kearah Laila.
"ada apa?" laila tersenyum datar.
"tadi aku sudah wa ibu ku dan Adek ku"kemungkinan aku tidak ikut ke rumah sakit ya"! mata Bram menangkap air mata di ujung mata Laila.
"kenapa kamu tidak ikut Laila?" Laila menggeleng pelan.
"tidak mas"! kamu saja yang pergi"! Bram menggenggam tangan Laila,tapi Laila tak merespon nya.
sementara itu dokter yang memeriksa pak Gatot menyatakan,kalau pak Gatot sudah meninggal dunia.
Bu Wati menagis dan menjerit,Hana Yang ada di rumah sakit mencoba menenangkan Bu Wati.
"sabar Tante"! ikhlas kan om Tante"! air mata Hana pun menetes.
"Hana"! Tante masih belum bisa terima "Hana mengusap tangan Bu Wati lembut.
"Hana percaya Tante wanita yang kuat"Bu Wati menagis di pundak Hana, yang memang sudah di anggap anak sendiri oleh Bu Wati dan pak Gatot.
bram dan harum serta Nico sudah masuk didalam mobil yang akan menuju rumah sakit.
Laila melambaikan tangan nya,Bram melihat Laila yang mengusap air matanya di pipinya.
"oh tuhan "! aku telah menyakiti wanita yang baik lagi"! harum melihat Bram yang terlihat gelisah.
"sebaiknya kamu tidak usah ikut Bram"kasihan Laila"! Bram tersenyum dan menggeleng.
__ADS_1
"sudah lah rum"! aku sangat ingin melihat papah mu dan meminta maaf kepada nya"harum terdiam tak bisa melarang Bram lagi.
bersambung kk