Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
berbagi kasih


__ADS_3

Bram telah menghubungi harum kalau dia akan pulang hari ini,harum yang tau kalau Bram akan pulang hari ini.


segera memberi tahukan mertuanya tuan Andika.


mendengar Bram akan pulang,tuan Andika segera membicarakan acara tujuh bulanan harum, mendengar hal itu harum merasa bingung dan mulai mencari alasan.


dengan wajah yang terlihat sedih harum menunduk kan kepala nya, melihat hal itu,tuan Andika menatap penuh selidik.


"ada apa dengan kamu nak?" harum terdiam dan memperlihatkan wajah sedih nya.


"maaf kan aku pah"! tuan Andika semakin penasaran.


"cerita kan lah harum"! ada apa?"tuan Andika semakin penasaran.


"aku masih trauma pah"! jika harus di adakan pesta tujuh bulanan"! suara harum pelan, hatinya sesungguhnya sangat sakit,jika harus mengingat hal itu.


mendengar ucapan dari menantu nya itu,tuan Andika mangut mangut paham, apalagi saat ini harum masih muda,pasti dia perasaan nya sangat lah sensitif.


hal itu sangat tidak bagus buat bayi nya, mengingat hal itu,tuan Andika segera menggenggam tangan harum erat.


"baiklah"! papah paham akan trauma yang kamu takutkan itu nak"! baik lah Sekarang kamu mau nya seperti apa?"harum menatap wajah mertuanya itu, terlihat ada kekhawatiran akan diri nya disana.


maaf kan aku pah" suara hati harum.


"pah kita bikin acara selamatan aja ya"! nanti kalau harum sudah lahiran"dan bayi nya selamat"baru papah ada kan pesta ya"! tuan Andika setuju.


harum bernafas lega,saat mendengar mertuanya setuju.


"pah" harum mau kerumahnya mamah"karena harum belum kasih tau sama mamah akan hal ini"! tuan andika menatap harum


"kau boleh pergi harum"! tapi biar Nico yang antarkan kamu kesana ya"! karena papah cuma percaya dengan dia"! untuk menjaga kamu dan bayi kamu"! harum menatap haru papah mertuanya itu.


harum pun mengganguk setuju.

__ADS_1


harum pamit untuk bersiap siap, sementara tuan Andika menghubungi Nico.


sementara itu Bram dan Laila baru bangun dari tidur nya,Laila memeluk Bram erat, seakan tak ingin di lepas kan.


"Laila"kau tidak kasihan"! Laila menatap Bram bingung.


"maksudnya apa mas?" Bram tersenyum manis,dan mengigit bibir seksi Laila.


"perut mu itu sayang" kasihan anak kita kejepit Ama kamu dan aku"! Laila cemberut manja.


"ayokk sana kamu mandi dulu Laila"! hari ini kita akan pulang"! Laila malas untuk bangun dari tempat tidur nya.


Bram menatap Laila yang malas bangun itu.


"kenapa Laila?"Laila terdiam dan tak mau bicara.


"kamu belum mau pulang yah?" Bram memeluk tubuh Laila yang polos itu.


"apa sayang?" Bram mengusap perut Laila penuh kasih.


"aku kangen sama ibu"! suara Laila agak serak.


"lalu"! Bram masih asyik mengusap perut Laila.


"ya mas"! kapan kita akan kesana?" aku udh kangen sama ibu"!Bram tersenyum dan mengigit telinga Laila hingga menjerit kegelian.


"dua hari dari sekarang ya"! Laila menatap Bram tak percaya.


"kamu serius mas?" Bram mengganguk pasti.


Laila mencium bibir Bram dan Bram membalasnya, akhirnya pertarungan pun terjadi lagi,Laila dan Bram menuntaskan hasrat mereka terlebih dahulu sebelum mandi.


sementara itu harum terlihat gelisah,hati yang tak tenang, dan entah perasaan apa yang saat ini dia alami.

__ADS_1


ini bukan pertama kali Bram pergi meninggalkan nya, bahkan dia pun sering menyuruh Bram untuk bermalam menemani Laila.


tapi rasa ini tak seperti biasa nya,Nico yang melihat harum gelisah seperti itu mencoba bertanya,tapi harum tak mau menjelaskan perasaan nya.


"harum aku mengenal mu sudah cukup lama"kenapa kau tak mau cerita dengan ku"apakah kamu tak anggap aku sahabat atau saudara mu"! Nico menatap tajam kearah harum.


harum mengigit bibir nya yang tipis,dia malu kalau mau cerita dengan Nico atau orang tuanya.


karena sampai saat ini pun orang tua harum tak tau akan masalah Bram yang kawin kontrak.


"ada apa harum?" katakan lah"! Nico menghentikan mobilnya dan menatap harum tajam.


"aku merasa seperti bingung dengan perasaan ku Nic"! Nico menatap harum tajam ,dan dia berpikir, apakah ini perasaan seorang wanita itu lebih peka.


"kamu curiga dengan Bram harum"! harum terdiam menatap Nico.


"kau lelaki pasti tau Nic"! aku tak mau berpikir buruk tentang mas Bram"! selama ini perasaan itu tak hadir di hati aku Nic"! harum menangis sedih.


Nico tak bisa berbicara apa apa tentang itu.


"jujurlah sama aku Nic"! bagaimana menurut kamu tentang hubungan mas Bram dan Laila?"apakah seperti biasa atau?" harum tak bisa meneruskan kalimatnya.


Nico paham dengan perasaan harum, karena dia tau kalau Laila, punya perasaan lebih terhadap Bram.


"aku tidak tau harum"! tapi aku akan cari tau untuk kamu"! harum menatap Nico teduh.


"terimakasih ya Nic"! Nico mengganguk pelan.


perjalanan pun di lanjutkan kerumahnya orang tua harum.


tapi Nico sedang berpikir,apa kah yang di pikirkan oleh harum itu , memang sedang terjadi di antara Laila dan Bram.


bersambung kk...saya tunggu vote dan klik ya ya

__ADS_1


__ADS_2