
harum memandang wajah nya ke cermin, terlihat pucat dan sangat layu.
"bagaimana aku bisa masuk kekantor"kalau keadaan ku seperti ini"! harum berbicara sendiri.
Bu Wati mengentuk pintu kamar harum,lalu masuk.
"kamu ke kantor tidak nak?" harum menatap Bu Wati ,lalu mengganguk pelan.
"kamu yakin dengan keadaan kamu seperti ini nak"! harum tersenyum pias.
"sudah lah mah"! aku bisa kok"! Bu Wati pun keluar kamar harum dan menyiapkan sarapan nya.
tak berapa lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumah ,pak Gatot melihat keluar,disana berhenti mobil Bray dan keluar dari mobilnya.
"pagi pak?"pak gotot mengganguk pelan.
"silahkan masuk nak Bray"! belum sempat Bray masuk kedalam,harum sudah keluar dari dalam rumah nya
"Bray aku naik mobil sendiri aja ya"! harum mencium tangan pak Gatot dan masuk kedalam mobilnya.
Bray tak banyak bicara dia pun ikut pergi ke dalam mobil dan pergi.
sementara Laila yang masih berada di rumah tuan Andika sedang menggendong anak nya nya yang kecil.
"sila"! ini adalah rumah kakek kamu"! dan mamah mau kita bisa masuk kedalam keluarga papah ya"! Laila mencium pipi sila anak nya yang bungsu.
maaf ya KK kemaren aku salah tulis anak bungsu Laila seorang perempuan.
Bram menghampiri Laila yang sedang menggendong sila.
"sayang aku ke kantor dulu ya"!kamu baik baik di rumah papah ya"! Laila mengganguk dan mencium bibir Bram mesra.
"mas"! aku mau cepat cepat nikah resmi dengan kamu "! Bram memeluk Laila.
"sabar ya sayang"! itu pasti akan terjadi.
tuan Andika yang melihat kemesraan Bram dan Laila tersenyum kecil.
sebagai seorang bapak dia bahagia melihat anak nya hidup bahagia bersama wanita yang di cintai nya.
Bram sadar kalau ada papah nya disitu, segera mengajak Laila untuk mendekati papah nya.
Bram mencium pipi papah nya.
"pah Bram berangkat dulu ya"! tuan Andika mengganguk pelan.
__ADS_1
"boleh saya bicara sana kamu Laila?" Laila mengganguk agak sukan.
karena sikap tuan Andika masih menjaga jarak dengan nya.
tuan Andika nengajak Laila untuk mengikuti nya,dan masuk lah tuan Andika ke ruangan santai.
seorang pelayan di suruh tuan Andika untuk mengendong sila.
"duduk lah "! Laila pun duduk di depan tuan Andika.
tatapan mata tuan Andika tajam menatap Laila,hal itu membuat Laila takut.
'kamu boleh bicara jujur dengan saya"! karena saya tak suka satu kebohongan"! Laila mengganguk pelan.
"sudah berapa lama kamu mengenal Bram?" apakah kamu tau kalo saat itu Bram sudah punya seorang istri?" Laila menarik nafasnya sejenak, karena dia mesti menceritakan semuanya kepada tuan Andika.
dia tau lelaki yang didepan nya ini,bukan lah orang yang suka di bohongin.
akhirnya Laila menceritakan semuanya kepada tuan Andika.
tuan Andika terlihat memerah wajah nya setelah tau semuanya dari Laila.
"jadi Putri itu anak kamu?" Laila mengganguk takut.
"Bram "! benar benar keterlaluan kamu"! Laila menatap lelaki tua didepan nya itu .
"harum tau juga"! Laila mengganguk pelan.
"bahkan harum juga setuju sewaktu mas Bram menikah sirih dengan aku"! Laila melebihi ucapan nya, karena dia melihat wajah tuan Andika terlihat mulai benci dengan harum.
"dan kenapa saat ini dia minta cerai"! saat dia tau aku hamil lagi "! mungkin karena dia tak bisa hamil?" tuan Andika menutup wajah nya dengan kedua telapak tangannya.
tuan Andika menyuruh Laila keluar dari ruang itu,tuan Andika tak bisa meneruskan percakapan nya dengan Laila, Kate dia merasa tak kuat mendengar nya.
sementara itu harum sudah di kantor nya, dan sedang menyelesaikan pekerjaannya.
"boleh saya bicara Bu harum"! harum menatap kearah luar pintu ruangan kerjanya.
disana telah berdiri Nico.
"masuk Nic"! Nico pun melangkah menuju kemeja harum.
harum menghentikan pekerjaannya dan menatap Nico yang saat ini sudah ada di depannya.
"kamu mau bicara apa?" Nico tersenyum.
__ADS_1
"ada acara keliar kota Bu"! apakah ibu mau ikut ke kantor cabang"! harum menatap Nico dan tersenyum senang.
"ya saya mau Nic"! kapan?" Nico memberikan surat nya ke tangan harum ,dan harum membacanya,lalu tersenyum.
"jadi cuma aku dan kamu aja ini"! Nico mengganguk pelan.
"karena cuma Bu harum yang belum kekantor cabang"! harum mengganguk setuju.
"aku akan panggil Bray dulu"! biar dia yang menyelesaikan tugas disini Nic"! Nico mengganguk.
"baik lah kalau begitu saya mau keruangan tuan Bram dulu"! untuk mengambil dokumen nya Bu"! harum mengganguk.
saat tau harum akan pergi berdua dengan Nico,wajah Bray terlihat sangat tak suka.
dia tak ingin harum pergi dengan Nico.
tapi dia tak punya hak untuk melarang nya.
"ok Bray kamu tolong rapihkan yang disini ya"! kemungkinan saya pulang besok"! Bray mengganguk pelan .
harum dan Nico pun berangkat keluar kota, mengunakan mobil harum.
Bram sampai di kantor nya dan membaca surat yang di tinggalkan oleh Nico,bahwa dia dan harum pergi ke kantor cabang yang ada di luar kota.
Bram terdiam dan langsung memanggil Bray.
dengan agak malas Bray menemui Bram yang sedang duduk di ruangan nya.
" kenapa kamu tak ikut kekantor cabang bersama Bu harum Bray?" Bray tersenyum kecut,tapi dia menyembunyikan perasaan kecewa nya.
"wah saya kurang tau pak"! karena Nico tak mengajak saya pak"! dia bilang "! dia hanya pergi berdua dengan Bu harum"! Bram memainkan hp nya, padahal dia sendiri hatinya resah.
"baik lah kalau begitu"! saya akan hubungi sendiri nanti Nico"! terimakasih ya Bray"! Bram tersenyum dah permisi untuk keluar.
sementara itu vino mengajak Amelia untuk ke rumahnya, bertemu dengan mamah nya dan anak nya.
"apakah mamah masih mau bertemu dengan aku koh?" vino tersenyum lebar.
"memang kenapa kamu berpikir seperti itu Lia?" aku rasa mamah tak masalah dengan kamu"! Amelia mengigit bibir nya.
"bukan kah aku yang dulu meninggalkan kamu koh"! vino tersenyum pahit jika mengingat masa itu.
"sudah lah"! aku sudah melupakan itu semua" saat ini aku cukup bahagia dengan keluarga kecil ku ini Lia"! ya walaupun tak sempurna"! amelia terdiam dengan ucapan vino.
akhirnya Amelia ikut kerumahnya vino, sepanjang perjalanan itu ,vino selalu bercerita tentang harum dan Bram , yang rumah tangga nya hancur, karena orang ke-tiga.
__ADS_1
bersambung kk