
Nico masuk kedalam halaman rumahnya Laila,Nico turun dan membukakan pintu mobil nya ,agar tuan Andika turun
mata tuan Andika menatap kearah Laila yang telah berdiri sambil menggendong anak nya sila.
Laila mencium tangan tuan Andika dan menyuruh nya masuk kedalam rumahnya.
"bi tolong panggil putri ya"! pengasuh itu pun mengganguk pelan.
tak berapa lama lagi putri pun keluar dengan pengasuh tadi.
melihat yang datang adalah tuan Andika, putri langsung berlari memeluk kakeknya.
"kakek putri kangen"! tuan Andika menangis sambil memeluk putri.
"kakek juga kangen sayang"! putri menggelapkan air mata tuan Andika yang menetes di pipinya.
" kakek mau ajak putri pulang ke rumah kakek"! tuan Andika menatap putri cucunya.
"maaf pah"! putri akan tinggal bersama aku di sini"! tuan Andika menatap Laila tajam.
"apa maksud mu Laila?" dengan putri tinggal bersama mu"! Laila tersenyum licik.
"ya pah"! putri tidak saya ijinkan tinggal di rumah papah lagi"! tuan Andika menatap tak percaya dengan ucapan Laila yang berani itu.
"kau sadar dengan ucapan mu itu Laila?' Laila mengganguk pelan
"putri adalah anak ku pah"! aku berhak atas putri"! tuan Andika terdiam dengan ucapan tegas dari Laila.
tuan Andika menatap kearah putri cucu yang paling dia sayangi.
__ADS_1
Bram yang di TLP oleh Nico telah tiba di rumahnya Laila.
"papah"! Bram mencium pipi tuan Andika.
"Bram "! aku mau cucu ku putri malam ini juga ada di rumah ku"! dengan cara apapun" selesai berbicara tuan Andika meninggalkan rumah Laila.
Laila tersenyum bahagia, karena rencananya berhasil.
Bram mengganguk pelan,tuan Andika pulang di antara kan oleh Nico,dari kaca spion Nico menatap wajah kesal tuan Andika.
"pah"! tuan Andika menatap Nico sesaat lalu kembali menatap sisi jendela.
"apakah papah akan menikahi Laila dengan Bram?" tuan Andika tak menjawab, hatinya ragu.
karena dia yakin Laila bukan lah perempuan yang baik untuk Bram.
"maaf pah"! Nico cuma ingin tau saja"! tuan Andika mengganguk pelan.
"tapi pah"! Bram terlihat bahagia bersama Laila"! buktinya dia telah mempunyai anak dua dari Laila"!tuan Andika teringat sesuatu.
"Nic"! dari mana Laila berasal?" pasti kamu tau"! tuan Andika menatap tajam Nico dari kaca spion nya.
"dari satu perkampungan pah"! Nico menceritakan semuanya,dan tuan Andika terdiam sambil berpikir.
"ada apa pah?" tuan Andika menggeleng pelan.
sementara itu harum yang baru saja keluar rumah bersalin dekat dengan arah rumah tuan Andika.
pas saat itu tuan Andika melihat harum yang sedang berbicara dengan Bu Wati sebelum mereka masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
tuan Andika menyuruh Nico untuk berhenti pas di depan klinik tersebut.
"ada apa pah ?" kok papah berhenti disini"! tuan Andika tak menjawab pertanyaan Nico,dia langsung masuk kedalam klinik tersebut.
dan menemui bidan yang tadi habis memeriksa harum.
"maaf nak"! boleh saya bertanya?" bidan itu pun tersenyum laku mengganguk pelan.
"bapak mau bertanya apa?" tuan Andika tersenyum.
"tadi ada wanita yang kesini bersama dengan ibunya bidan?" bidan itu mengganguk
"kalau boleh tau"! siapa yang sakit ya bidan" bidan itu tersenyum.
"tidak ada yang sakit pak"! itu cuma memeriksa kehamilan saja pak"! tuan Andika penasaran.
" siapa yang hamil Bu bidan?" lagi lagi Bu bidan tersenyum.
"Bu harum pak"!saat ini Bu harum sedang hamil bulan ke empat"! tuan Andika kaget, mendengar ucapan dari Bu bidan tersebut.
tuan Andika menatap Nico tajam,dan mengajak Nico untuk keluar dari klinik tersebut
"apa maksud dari ini semua Nico?" apa?"Nico terdiam tidak berani menatap tuan Andika.
karena dia tau tuan Andika sedang marah besar terhadap nya.
"aku tak paham dengan pikiran kamu Nic"kenapa kamu sembunyikan semua nya dari papah"! Nico terdiam.
"papah kecewa dengan kamu' Nic"! kamu ingin papah tak tau "!kalau harum saat ini hamil anaknya bram"!Nico mencium tangan tuan Andika.
__ADS_1
bersambung kk