
Bram menatap Laila yang p sedang memakai gaun berwarna merah muda,wajah Laila begitu cantik dan terlihat sangat bahagia.
Bram dan Laila ingin datang ke acara ultah putri, yang di adakan di gedung.
karena acara putri bertepatan dengan ultah papah nya yaitu tuan Andika.
"mas "! apa gak apa apa aku datang kesana?" Laila terlihat ragu,dia takut ada hal buruk menimpa nya.
Bram tersenyum.
"sayang"! bukan kah papah sudah mengenal mu"! paling dia berpikir kamu adalah pacar Nico atau vino "! Laila tersenyum dan mereka saling berciuman mesra.
sementara itu harum sedang duduk di meja rias,dia mematung menatap kearah cermin.
"Bram "! sudah satu tahun hubungan rumah tangga kita"! bagaikan minyak dan air"aku ragu akan bisa bertahan"! menanti kau berubah"!harum menghapus air mata nya.
tiba tiba hp nya berbunyi,dan disana ada gambar Bray.
harum menjawab tlp Bray.
"halo Bray"! terdengar suara Bray ada di dalam mobilnya.
"maaf aku menelpon mu "! aku menjemput kamu atau bagaimana ini?" harum tertawa cekikikan mendengar pertanyaan Bray.
lelaki itu selalu saja membuat harum tertawa saat ada disisinya.
"tidak Bray "! kita bertemu disana saja ya"aku dari sini bersama papah mertua ku dan anak ku"! terdengar suara Bray menjawab setuju.
harum berdandan sangat anggun dan cantik,dia mengunakan baju berwarna putih dan kalung mutiara di lehernya.
kalung itu hadiah perkawinan nya dengan Bram dari papah mertuanya.
gedung acara pesta itu pun telah di penuhi oleh para undangan nya.
Laila dan Bram sudah duduk di bangku paling depan,disana pun ada Nico dan vino.
tak berapa lama mobil tuan Andika pun tiba, semua mata tertuju kearah tuan Andika dan harum.
tuan Andika dengan bangga mengandeng tangan harum yang sudah dia anggap sebagai anak nya sendiri.
kursi tamu sudah terisi semua,harum dan tuan Andika duduk di bangku yang telah di khususkan untuk mereka.
putri yang sudah pandai berjalan terlihat sangat lucu dan cantik.
Bram menghampiri papah nya.
"selamat ulang tahun papah"! Bram mencium pipi papahnya.
"terimakasih anak ku"! dan semoga kami bisa memberikan aku cucu laki laki Bram"! Bram memandang kearah harum.
harum pura pura tak melihat.
tak berapa lama Nico dan Laila datang menghampiri tuan Andika dan mencium pipi tuan Andika.
tuan Andika menatap kearah Laila, yang berdiri di samping Nico.
__ADS_1
"Nico"! kapan kamu akan meresmikan hubungan mu dengan wanita ini?"Nico tampak kaget,tapi Laila mencubit tangan Nico.
agar Nico bersandiwara.
Nico pura pura tertawa dan menggenggam tangan Laila.
"aku masih belum berpikir terlalu jauh pah"apalagi Laila sendiri masih ingin bebas"Nico menatap tajam kearah Laila, yang tersenyum kearah Nico.
sandiwara yang sempurna.
acara pun di mulai dimana tuan Andika memperkenalkan cucunya, yaitu PUTRI ADINDA anak pertama dari Bram dan harum.
semua yang hadir menatap harum dengan terpesona.
Bram yang berdiri di samping harum membisikkan sesuatu di telinga harum, yang membuat harum melotot.
Bray menjabat tangan harum dan menatap kearah Bram yang ada di sisi harum.
"kalian adalah pasangan yang sangat serasi"Bram tersenyum menatap kearah Bray.
"terimakasih Bray"! Bram menepuk pundak bray penuh rasa persahabatan.
harum menyuruh pengasuh putri untuk pulang duluan bersama papah Andika yang sudah kelelahan.
sementara harum masih duduk bersama Bram, Laila dan Nico serta Bray.
tiba tiba suasana semakin seru karena hadir nya Hana Yang telat karena macet.
"sorry sayang"! aku agak telat"! Hana mencium pipi harum penuh kasih.
"siapa dia harum?" kenapa dia duduk di samping Bram"!harum tersenyum kecut.
"dan kenapa kamu malah memilih duduk di dekat Bray"! harum menarik Hana untuk mengambil minuman.
"siapa dia rum?" Hana menatap mata harum tajam.
"dia istri muda Bram Hana"! dan aku mohon kamu jangan bilang apapun terhadap orang tua ku"!Hana menatap harum tak percaya.
"kamu sudah tau di dua kan harum?" harum mengganguk pelan.
Hana memeluk harum erat,dia tidak menyangka kalau sahabat nya itu sudah tau, dan malah bersikap tak masalah.
"kenapa kamu mau harum?" kenapa?"harum mengigit bibir nya.
lalu menceritakan semuanya kepada Hana tentang papah mertuanya itu.
Hana memeluk harum dan menangis.
"kau wanita yang sangat hebat rum"sementara kau melihat bara api membakar tubuh mu"! kamu masih memikirkan kehidupan orang lain"!harum memberi sapu tangan nya kepada Hana.
"ayok Hana kita kembali kemeja"! jangan kau biarkan air matamu jatuh"! itu hanya akan membuat wanita itu merasa menang" telah menguasai bram"! Hana mengganguk.
Bram menatap harum dan tersenyum penuh arti.
"ayokk kita minum "! sebagai tanda kesuksesan yang telah di raih harum"!dalam perusahaan kita"! harum pun minum, minuman yang sudah di sediakan oleh Bram.
__ADS_1
akhirnya harum terlihat mulai agak mabuk.
"Laila kamu pulang dengan vino ya"! Bram menatap vino.
"ya mas"! Laila menatap kearah vino yang bangun diduduk nya.
"hati hati ya Vin"! vino mengganguk pelan.
Bray menatap harum yang agak kacau malam itu.
Bram membopong tubuh harum dan dia pamit dari Hana dan Nico,Bray menatap dengan tatapan mata agak kecewa.
malam itu Bram mengendarai mobil nya sendiri tanpa supir.
di lirik nya harum yang masih berbicara sendiri.
tak berapa lama mobil Bram telah sampai di rumahnya, dengan cepat dia membopong tubuh harum masuk kedalam rumahnya.
rumah sudah terlihat sepi ,Bram membawa harum masuk kedalam kamarnya dan membaringkan tubuh harum ke tempat tidur.
harum menarik tangan Bram dan menatap wajah Bram.
Bram tersenyum,entah siapa yang memulai nya harinya malam itu harum dan Bram melakukan hubungan yang telah lama sekali tidak pernah mereka lakukan.
malam itu Bram merasa dirinya dan harum seperti pengantin baru.
berulang kali Bram melakukan hubungan intim.
tubuh harum dan leher putih nya tak luput dari kecupan Bram.
sementara itu Laila dan Nico saling diam di dalam mobil, sampai tiba tiba ada mobil yang mengerem mendadak di depan mobil mereka.
Laila hampir saja beradu kepalanya dengan kaca depan mobil milik vino.
melihat itu ,vino minta maaf.
Laila mengganguk pelan.
"boleh aku bertanya sama kamu Laila?" Laila mengganguk pelan.
"mas mau bertanya apa?" vino menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"apakah kamu mencintai Bram ?" Laila menarik nafas panjang dan tersenyum kearah vino.
"aku sangat mencintai dia"! oleh karena itu aku mau saat dia ingin menikahi aku secara sirih"! vino terdiam, terlihat di wajah Laila keseriusan dengan ucapannya.
"tapi dari awal kan kamu tau"! kalau Bram itu sudah punya istri Laila"! Laila menatap vino agak tak enak.
"mas"! aku tak pernah ingin merebut mas Bram dari mba harum"! tapi kan lain yang menyuruh aku menikah kontrak dengan mas Bram"!dan saat aku dan mas Bram mulai saling mencintai"! apa kah aku salah jika menerima menjadi istri kedua dari mas Bram"tatapan mata Laila terasa menusuk hati vino, karena dia pun telah termasuk didalamnya.
vino kembali menyalahkan mobil nya dan mengantarkan Laila ke depan rumahnya.
setelah berterima kasih kepada vino,Laila pun pergi meninggalkan vino yang masih terdiam didalam mobil nya.
bersambung kk
__ADS_1