Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
pertemuan dua keluarga


__ADS_3

tiba tiba hp harum berbunyi , dengan cepat harum menjawab suara dari seberang sana


selesai bercakap-cakap dengan seseorang di telepon harum nampak bingung


Hana curiga dan ingin tau siapa orang itu


yang sudah membuat sahabat nya jadi bingung seperti itu


" ada apa rum?" kenapa kamu tampak bingung seperti itu?"


harum mondar-mandir di dalam kamarnya


mamah nya menghampiri harum dan memegang tubuh putrinya


" ada apa nak?" Bu Wati bertanya penuh selidik


" nanti sore Bram mau main kesini mah"! harum berkata terbantah bantah


Bu Wati dan Hana pun tertawa terbahak-bahak


" mamah kira ada apa "! cuma karena nak Bram ingin datang kamu sampai segugup itu nak?"


harum menunduk kepalanya


dan rona merah di pipi gadis itu


" ya mah"! dia datang bersama Nico sahabat nya"! katanya ada yang ingin di bicarakan dengan mamah dan papah"!


Bu Wati kaget dan menutup mulutnya


beda dengan Hana yang seperti nya tau rencana Bram dan Nico datang ke rumah harum nanti sore


" Tante sebaiknya pesan masak yang enak"! karena aku ingin makan malam disini juga"!


harum mencubit pipi sahabat nya dengan gemes


" dasar ya kamu tuh "! selalu aja bahagia di saat aku bingung"! harum mengejar Hana hingga keruang tamu


sementara itu Bram sedang berbicara dengan Nico di kantor nya


" apa kah kamu serius ingin menikah dengan harum Bram?" Nico menatap Bram tajam


Bram tersenyum menatap sahabatnya


" apa kah ada di raut wajah ku bercanda?' Bram balik bertanya


di tatapnya mata Bram oleh Nico, tak ada nada bercanda di mata itu


" baik lah aku akan temani kamu ke rumahnya harum sore ini"!


Bram tersenyum bahagia


" nah gitu dong "! ini baru sahabat aku"!


Nico meninju bahu Bram pelan


" kamu "! kapan aku bilang gak Bram buat kamu"! Nico berkata sambil berlalu meninggalkan Bram yang sedang asyikk menikmati jus dingin


" oh ia "! tolong bilang Ama pak Anto"! di tunda dulu pertemuan dengan klien sore ini"!


" ok bos"!


Nico pun keluar ruang Bram dengan senyum


sore itu Bram dan Nico berangkat ke rumah nya harum


Nico memandang wajah Bram yang selalu tersenyum itu


" aku suka melihat wajah mu saat ini Bram"!


Nico menggoda Bram


Bram memandang sekilas sahabat nya itu , lalu fokus lagi menyetir


" kau tau kan "! papah ku selalu ingin kan cucu dari aku"! Bram menjawab mantap candaan dari Nico

__ADS_1


akhirnya mobil Bram pun sampai di depan rumah harum


" kau lihat Bram "! mata Nico menatap kearah rumah harum, nampak harum dan Hana sudah berdiri disana


" dia pun sudah tak sabar untuk kau halal kan"!


Nico tertawa bahagia


Bram hanya tersenyum manis


harum masuk memanggil mamah nya , memberi tahukan kalau Bram sudah datang


Bu Wati pun keluar menyambut Bram dan Nico


'" sore Bu "! Bram mencium tangan Bu Wati begitu pun Nico


Bu Wati mempersilahkan Bram dan Nico masuk


" sayang ambilkan air untuk nak Bram dan"! Bu Wati tak tau nama Nico


" Nico Bu nama saya"!


Nico memperkenalkan diri nya dengan sopan


" oo nak Nico'!


" biar saya saja yang kebelakang Tante"! dan kamu duduk saja disitu"! Hana mengedipkan mata nya kearah harum


Bram memandang harum dengan mesra ,harum pun tertunduk malu


Nico yang menyadari itu langsung dehem dehem kecil


menyadarkan Bram bahwa tujuan nya datang kerumahnya harum tuh apa


Bram mencubit paham Nico hingga Nico kesakitan


" maaf Bu "! Nico selalu seperti itu bilang melihat wanita cantik"! mata Bram mengedipkan mata kerah Nico


yang di balas cibiran


" oh jadi nak Bram ingin menikahi harum?"


" ya Bu"! Bram mantap berkata


Bu Wati terdiam sejenak


" ibu menyerahkan semuanya kepada harum dan papah nya"!


Bram memandang kearah harum yang hanya terdiam dan tersipu malu


" tapi papah kan lagi keluar kota mah"! esok papah baru pulang"! harum mengingat mamah nya


Bu Wati tersenyum kearah harum


" soal papah itu urusan mamah nak"! yang terpenting bagaimana kamu nya"!


Bu Wati menatap bijaksana kepada harum


harum memainkan jari nya


dia gemetar karena semua bagaikan mimpi untuk nya


di tatapnya Bram dengan cermat


Bram menatap nya penuh cinta


" ya mamah "! harum mau menikah dengan Bram"!


Bram tak sadar langsung memeluk harum


dengan malu harum mendorong tubuh Bram dan mencubit nya


" waduh waduh mas Bram sampai lupa ada kita kita orang"! Hana menggoda Bram


" maaf kan saya Bu"! Bram meminta maaf kepada Bu Wati

__ADS_1


Bu Wati dapat mengerti perasaan bahagia Bram saat itu


Bram mohon pamit kepada Bu Wati karena dia akan berbicara hal ini kepada papah nya


Bu Wati pun menitip salam untuk papah nya Bram


akhirnya Bram pulang dengan hati penuh kebahagiaan


sepanjang perjalanan pulang wajah Bram selalu tersenyum


'" akhirnya sahabat ku akan menikah juga"!


Nico menggoda Bram saat di dalam mobil


" ku harap kau pun segera menyusul co"!


Nico tersenyum kecut


sejak cinta nya kandas dengan kekasih nya , Nico tak berusaha mencari pacar lagi


dia fokus dengan pekerjaan nya sebagai wakil CEO di Perusahaan Bram


" entah lah Bram"! aku belum berpikir kearah itu"! jawab Nico lemah


Bram menatap tajam kearah Nico


" seperti nya kau butuh waktu teman "! untuk memulai nya"!


Bram menatap tajam kearah Nico


Nico mengganguk lemah


setelah Bram pergi meninggalkan rumah harum,Bu Wati langsung menelpon suaminya pak Gatot


dan menceritakan bahwa harum akan segera menikah dengan anak orang kaya


mendengar ucapan dari Bu Wati , pak Gatot pun memutuskan akan pulang hari itu juga


dia penasaran ingin mendengar langsung cerita nya dari istrinya


sementara itu Bram pun menceritakan kepada papah nya bahwa harum bersedia menikah dengan nya


" kabarkan kepada orang tuan nya harum"! bahwa papah ingin secepatnya"!


tuan Andika tampak nya sudah tak sabaran ingin melihat Bram menikah


Hana pun bahagia melihat sahabatnya bahagia


" kamu harus jadi pendamping aku nanti anah"! harum menatap Hana


" ok "! aku akan jadi pendamping kamu esok putri cantik"!


harum memeluk sahabatnya itu dengan erat


" aku sudah tak sabar ingin melihat keponakan kecil aku"!


harum mencubit pipi Hana bahagia


malam itu harum tidur dengan nyenyak, bermimpi tentang kebahagiaan yang esok dia dapatkan


Bu Wati pun menceritakan semuanya kepada pak Gatot yang sudah tiba di rumahnya


tampak pak Gatot pun bahagia


akhirnya putri semata wayangnya akan segera menikah


" akhirnya kita akan mempunyai cucu mah"! pak Gatot membayangkan seorang anak kecil ada di pangkuan nya dan memanggil nya kakek


senyum bahagia menyelimuti keluarga kecil itu


seakan malam itu pak Gatot tertiban durian runtuh


bersambung kk ku


jangan lupa klik dan vote nya

__ADS_1


__ADS_2