Kesetiaan Seorang Isteri

Kesetiaan Seorang Isteri
bab(20)


__ADS_3

harum menatap bram,seakan ingin tau kemana bram akan pergi saat itu.


bram mendekati harum,dan mencium kening nya.


"sayang "!aku minta izin ya"!aku mau ke rumah sakit dahulu "!harum kaget,dan menatap bram.


"siapa yang sakit bram?" bram tersenyum.


"sila sakit rum"!saat ini dia ada di rumah sakit"harum terdiam dan mengangguk.


"terimakasih ya sayang "!bram mencium kening harum dan melangkah meninggal harum,


tuan andika menatap kepergian bram,dan menatap harum yang sedang menggendong andika.


harum mencium andika kecil yang ada didalam gendongan nya itu.


"sayang " kamu akan menjadi anak kebanggaan mamah ya"!tidak perlu khawatir sayang "!mamah tidak akan membiarkan kamu sedih "karena mamah akan mengalah demi kamu nak"!harum meneteskan air matanya.


hati nya sangat tau,apa yang akan dilakukan bram dan laila.


"maaf kan aku bram"!aku belum percaya sama kamu"karena begitu sulit untuk aku percaya sama kamu"!harum meremas sperai yang ada di dekatnya.


"tidak mudah untuk aku percaya bram"!walaupun aku tau kamu pasti akan kecewa dengan aku"tapi aku tidak bisa melupakan penghianatan kamu bram"bram menangis.


sementara itu bram langsung menuju rumah sakit yang di beri tahu kan oleh bu odah.


sementara itu laila sedang menatap sila sedang tertidur.


bu odah menoleh kearah depan pintu ruangan, tak berapa lama pintu itu terbuka, dan bram masuk dengan tergesa gesah.


bram langsung menghampiri laila yang sedang duduk di bangku disamping tempat tidur sila.

__ADS_1


mata bram menatap wajah laila yang begitu layu,karena kurang tidur.


melihat kedatangan bram,laila langsung memeluk bram dan menangis.


"aku takut mas"!takut sila kenapa napa"!bram mencoba menenangkan laila.


bu odah yang melihat pemandangan itu,langsung pamit untuk keluar sebentar.


bram mengusap pipi laila yang basah air mata.


"sudah lah jangan kamu menangis terus"!percaya lah sila tidak akan apa apa "!laila terdiam,mencoba tenang.


"apakah harum tau kalau sila sakit mas?" bram mengangguk pelan.


"mas"!terimakasih ya kamu sudah mau datang ke rumah sakit "!bram menatap laila dan tersenyum.


"kamu bicara apa laila?"walau bagaimanapun sila itu anak aku laila"!sudah pasti aku akan datang melihat keadaan nya"!laila menatap bram dengan tatapan berbeda.


laila memegang tangan bram dan menatap wajah bram.


"mas"!apakah aku salah jika aku masih ingin kan kamu mas?"nada suara laila begitu berharap.


"aku tak perduli dengan siapapun "!,yang aku tau aku butuh kamu mas"!begitu juga dengan anak anak ku"aku tidak mau jaim mas"!bram menarik nafas nya,ada rasa kasihan dengan laila.


"mas"!putri dan sila adalah anak kamu mas"!dia pun berhak atas kasih sayang kamu dan perhatian kamu"apakah kamu tega dengan mereka berdua mas?" laila menatap bram tajam,dan air matanya membasahi pipinya yang mulus.


"laila"!masalah nya saat ini harum tidak mau di madu"bram menatap laila tajam.


laila menatap bram dengan tatapan mata sayu.


"coba kamu pikirkan mas"!saat ini saja sila bisa sakit karena apa?"kamu mas"!kamu lupa dengan sila dan putri "!laila menangis kencang.

__ADS_1


bram merasa serba salah, dia merasa bingung.


tak berapa lama kemudian pintu kamar itu terbuka.


nico berdiri di depan pintu, dia melihat laila sedang memeluk bram dan menangis didalam pelukan bram.


"maaf bram jika aku mengangu kalian "!bram menggeleng.


mata nico menatap tajam kearah laila, laila hanya diam tak bergerak didalam pelukan bram.


nico mencoba menenangkan hati nya,yang terasa sakit melihat itu semua.


"bagiamana keadaan sila?" laila tersenyum kecut.


"sila masih harus di rawat nic"!nico mangut mangut, mencoba memahami keadaan laila saat ini.


"aku akan keluar sebentar laila"!nanti sore aku akan balik lagi disini "!bram menatap laila tajam.


"apakah urusan itu lebih penting dari anak mu mas?" bram terdiam, sesungguhnya bram ingin menghindari dirinya dari laila.


tapi langkah nya langsung di potong oleh laila.


nico mengerti maksud dari bram segera memulai sandiwara nya.


"ooo ya aku hampir lupa bram"!kamu ada meeting saat ini kan nanti jam dua siang"!bram menatap nico dan mengangguk kecil.


"nico aku rasa kamu pernah punya seorang papah kandung kan?"bagiamana rasanya jika kamu di pisahkan oleh papah kandung kamu karena orang lain?" nico terdiam.


"aku tidak tau sandiwara apa yang akan kalian main kan"!tapi jika ini kalian lakukan terhadap aku"lihat saja "!aku tidak akan mau mengalah "!bram terdiam mendengar ucapan laila.


bersambung kk

__ADS_1


__ADS_2